Author Archives: bangsaid

5 Alasan Penting Mencatat Keuangan Usaha

Saya mencintai buku sejak kecil sehingga saya pun menanamkan kebiasaan membaca buku kepada anak-anak saya. Tapi setelah berkecimpung di dunia pendidikan, saya merasa tergerak untuk memberikan awareness kepada banyak orang tua di luar sana tentang pentingnya literasi dari level keluarga.

Hal itulah yang kemudian mendorong saya untuk bergabung menjadi reseller buku-buku mulai dari ensiklopedia premium sampai buku-buku bacaan ringan untuk anak. Selain berjualan, tujuan besarnya adalah membumikan buku mulai dari lingkungan keluarga sehingga mungkin saya lebih cocok menyebutnya sebagai Book Advisor.

Mencatat Keuangan Usaha
5 Alasan Penting Mencatat Keuangan Usaha

Menjalani usaha penjualan buku online dan offline sebenarnya sama dengan melakukan usaha dagang lainnya. Beberapa bulan awal saya masih melakukannya secara manual dan tidak tercatat dengan rapi. Sampai akhirnya saya sadar bahwa saya harus melakukan perubahan, mengingat usaha ini sudah cukup lumayan menambah pemasukan juga untuk sekedar membeli emas 1-2 gram setiap bulan bekal tabungan pendidikan anak.

Baca Juga : Cara Mendapatkan Akun Canva for Education Gratis untuk Guru

Pentingnya Mencatat Keuangan Sejak Usaha Masih Berskala Kecil

Jika dibiarkan tidak tercatat dengan rapi, saya khawatir justru keuangan akan menjadi tidak terkontrol. Pemasukan dan pengeluaran usaha menjadi tercampur aduk dengan keuangan pribadi. Akibatnya, saya lama-lama jadi bingung sebenarnya uang yang dihasilkan dari usaha yang dijalani ini seberapa.

Saya pun sharing dengan teman yang kebetulan bekerja sebagai akuntan. Dari diskusi, saya dapat menyimpulkan berikut beberapa keuntungan pentingnya mencatat keuangan sekalipun masih usaha kecil :

  1. Memisahkan uang pribadi dan uang usaha

Yang pertama terasa setelah mencatat pengeluaran dan pemasukan adalah kita jadi tahu persis sebenarnya uang usaha kita ini seberapa. Meskipun mungkin masih tercampur di satu rekening, setidaknya posisi berapa uang pribadi dan berapa uang milik usaha jadi lebih jelas.

  • Lebih Mengetahui perkembangan usaha

Setelah uang pribadi dan uang usaha terpisah dengan jelas, saya jadi tahu juga berapa jumlah transaksi khususnya penjualan yang dilakukan selama sebulan. Ini penting untuk memahami sejauh mana perkembangan usaha kita. Apakah meningkat dari bulan sebelumnya, atau sebaliknya justru menurun.

  • Menjadi mudah mengevaluasi usaha

Dari meningkat atau menurunnya transaksi per bulan, kita jadi lebih mudah mengevaluasi usaha. Misal saat mengalami defisit laba, kita jadi lebih sadar untuk melakukan tindakan pencegahan. Atau dari pencatatan transaksi yang jelas, kita dapat mengevaluasi variasi produk mana yang laris sehingga dapat menjadi dasar untuk perencanaan bulan berikutnya.

  • Dapat menjadi dasar perhitungan pajak

Meskipun usaha masih kecil, teman saya berpesan untuk selalu melakukan pencatatan agar nanti mudah dalam perhitungan pajaknya. Tentu sebagai warga negara yang baik, ini penting. Jikalau nanti usaha menjadi besar, kita sudah terbiasa menghitungnya dan proses laporan serta bayar pajaknya juga menjadi lebih mudah.

  • Mudah untuk Mendapatkan Pinjaman Modal

Usaha yang melakukan pencatatan keuangan yang baik akan mudah dinilai kelayakannya untuk mendapatkan pinjaman atau suntikan modal. Dari koperasi, inverstor, atau mungkin bank misalnya. Dengan tambahan modal kita bisa memperluas usaha.

Mencari Cara yang Lebih Efisien dalam Mencatat Keuangan Usaha

Setelah berdiskusi panjang lebar, maka saya pun mulai berbenah pelan-pelan mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan usaha ini bermodal excel. Setelah 3 bulan mencoba untuk mencatat, ternyata tetap saja ada yang tertinggal. Ini dikarenakan saya harus mencatat dan mengingatnya secara manual.

Aplikasi Usaha, Youtap

Sampai akhirnya saya menemukan Youtap.  Aplikasi usaha yang dapat dipasang di smartphone Android ini membuat pengelolaan usaha menjadi lebih mudah dan efisien. Cukup install aplikasinya, semua kebutuhan operasional usaha terpenuhi. Tanpa harus melakukannya secara manual, setiap transaksi yang terjadi dapat langsung tercatat melalui aplikasi Point of Sale (POS) secara akurat.

Aplikasi POS atau yang lebih dikenal dengan layanan kasir dari Youtap memudahkan kita untuk mengelola semua transaksi dalam satu aplikasi. Ini sangat membantu kita karena Youtap juga menyediakan laporan penjualan dan analisanya yang sangat berguna untuk mengevaluasi usaha sehingga tidak salah langkah dalam mengembangkannya.

Beberapa Keunggulan Youtap

Baca Juga : Tips Memilih AC Hemat Energi dan Kelebihan AC Samsung ┬Ż PK

Yang menariknya lagi, Youtap sudah terintegrasi dengan layanan pembayaran baik tunai maupun non tunai. Ini membuat aplikasi serba bisa ini cocok digunakan di berbagai jenis usaha seperti toko kelontong, warung makan, restoran, bahkan kafe. Sehingga usaha yang kita kelola menjadi lebih modern karena cukup 2 (dua) detik saja, transaksi tercatat dan memberikan kesempatan waktu lebih banyak bagi pelaku usaha untuk melaju cepat mengembangkan usahanya.

Cara Mendapatkan Akun Canva for Education Gratis untuk Guru

Sejak masa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19, semua guru dipaksa beradaptasi dengan berbagai teknologi digital. Guru-guru yang tadinya masih acuh dan telah berada di zona nyaman sebelum pandemi, pelan-pelan harus membuka dirinya dan mulai masuk ke kondisi dimana dia mau tidak mau harus belajar lagi.

Mengapa harus belajar lagi? Dengan kondisi pembelajaran jarak jauh seperti sekarang ini, inovasi guru sangat menentukan keberhasilan proses pembelajaran bagi anak-anak di rumah. Ditambah keterbatasan waktu dan kemampuan para orang tua mendampingi anak-anak, guru-guru harus menyajikan pembelajaran secara kreatif dan menyenangkan.

Salah satu aplikasi yang mulai banyak digunakan para guru untuk membuat pembelajaran jarak jauhnya menjadi lebih inovatif adalah Canva.

Canva for Distance Learning
Menggunakan Canva dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Canva merupakan platform untuk mendesain secara kreatif dan mudah. Jika dulu seseorang harus memiliki skill mumpuni untuk membuat berbagai desain kreatif seperti flyer, banner, cover buku, atau slide presentasi, dengan canva yang sudah menyediakan berbagai template menarik kekinian, semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Saya sendiri sebagai guru sudah banyak memanfaatkan Canva dalam proses pembelajaran, utamanya mendesain flyer, lesson plan, infografis, dan berkas presentasi.

Canva menyediakan semuanya secara gratis, meskipun juga menyediakan alternatif berbayar dengan fitur yang komplit seperti berbagai macam font premium, foto-foto, dan elemen desain seabrek. Bahkan menariknya, mendukung online learning, Canva menyediakan Canva for Education.

Baca Juga : 7 Solusi Dilema Kamera On-Off Saat Belajar Daring

Apa itu Canva for Education?

Canva for Education adalah canva dengan akses freemium (premium gratis) untuk para guru. Seperti akun premium atau pro berbayar, Canva memberikan fasilitas pro tersebut secara cuma-cuma untuk guru. Sehingga guru dapat membuat presentasi, dekorasi kelas, infografis, lembar kerja, rencana pelajaran, dan banyak lagi secara bebas tanpa harus membayar.

Mengutip dari situs Canva, berikut kelebihan Canva for Education :

  • 420.000+ template
  • 75 juta + stok foto, video, dan grafik premium gratis untuk digunakan
  • 3.000+ font
  • Publikasikan tugas dan aktivitas untuk siswa
  • Akses konten Anda dari Google Drive, Dropbox, dan Folder Online lainnya
  • Hidupkan desain Anda dengan Bitmoji, Giphy, dan YouTube
  • Bagikan desain Anda ke Google Classroom, Microsoft Teams, dan Remind.

Kelebihan akun Edu ini dibandingkan dengan pro adalah terintegrasinya Canva dengan platform pembelajaran digital. Kebetulan sekali di sekolah kami menggunakan Microsoft Teams sebagai bagian dari Microsoft 365 Education.

Bagaimana Mendapatkan Akun Canva for Education?

Setelah mencoba sekaligus mendapatkannya, saya akan berbagi tips kepada teman-teman guru agar dapat disetujui menjadi partner dalam Canva for Education.

Sebelum mengisi formulir yang ada siapkan berkas berikut :

  • Sertifikat pendidik. Sehubungan saya juga sebenarnya belum sertifikasi karena sampai hari ini NUPTK masih nyangkut di antrian Kemdikbud, maka saya mencoba menggantinya dengan kartu anggota Ditjen GTK yang diunduh dari akun SIMPKB. Mungkin teman-teman dapat menggantinya juga dengan kartu anggota IGI atau PGRI (Tapi saya belum mencobanya).
  • Email Belajar.id. Kemdikbud memberikan akun GSuite for Education untuk semua guru dan siswa yang terdata di dapodik. Dapatkan akun belajar.id ini di operator dapodik sekolah bapak/ibu guru. Alternatif lainnya teman-teman bisa menggunakan akun email sekolah berekstensi .edu atau .sch.id. Kebetulan sebagai partner Microsoft 365 for Education, saya memiliki akun email sekolah ini. Jika memang tidak punya, teman-teman bisa mencobanya dengan akun email biasa.

Dua hal di atas wajib ada sekalipun bisa menggunakan berbagai alternatifnya karena akan dipakai untuk mengisi form pendaftaran Canva for Education nantinya.

Cara Mendaftar Canva for Education

canva for education
Halaman Pendaftaran Canva for Education

Pastikan teman-teman mendaftar terlebih dahulu akun Canva for Free dengan email yang ada. Disana sudah ada pilihan email yang dapat digunakan. Saran saya menggunakan akun Google Suite for Education dari belajar.id atau akun email sekolah dari Microsoft 365. Jika tidak ada, tak mengapa mencoba dengan email pribadi.

Setelah mendaftar secara gratis, berikutnya adalah mengajukan email terdaftar untuk disetujui sebagai akun Canva for Education di tautan berikut.

Mendaftar dengan Email Sekolah
Saya menggunakan akun microsoft dari Sekolah

Isilah form berikutnya dengan lengkap :

form pendaftaran Canva for Education
form pendaftaran Canva for Education

Isilah setiap baris dengan benar. Pastikan semua yang bertanda bintang diisi. Website sekolah tidak wajib, jadi boleh tidak diisi. Bagian What teaching position do you hold bisa diisi dengan posisi kita sebagai guru di sekolah, misal bisa diisi dengan “Guru Matematika Kelas 7,8, dan 9”.

Masukkan alamat email yang sudah terdaftar sebelumnya di bagian Existing Canva Account dan jelaskan apa saja yang akan kita lakukan dengan akun Canva sebagai guru di bagian pertanyaan How would you like use Canva. Selanjutnya masukkan berkas PDF Sertifikat pendidik atau kartu anggota dari Dirjen GTK di SIMPB. Atau berkas lainnya yang menerangkan bahwa teman-teman adalah guru.

Kartu Anggota Guru
Kartu Anggota dari Dirjen GTK

Setelah submit, silakan tunggu Canva mereviu pendaftaran. Saya sendiri kemarin hanya menunggu 2 x 24 jam atau 2 hari saja untuk mendapatkan persetujuan dari tim Canva bahwa email yang saya ajukan sudah disetujui menjadi bagian dari akun Canva for Education dengan segala kelebihannya.

Email Persetujuan dari Tim Canva

Baca Juga : Inilah 10 Karakter Guru Profesional

Bagaimana teman-teman, mudah sekali kan pendaftarannya. Memang akun freemium ini hanya diperuntukkan bagi guru TK hingga kelas 12. Saya tidak tahu apakah dosen dapat mendaftar juga. Apalagi teman-teman lain yang tidak memiliki bukti keanggotaan sebagai guru.

Buat bapak-ibu guru yang sudah mendapatkan akun Canva for Education ini selamat berkreasi dalam pembelajaran jarak jauh yang lebih inovatif. Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir sehingga kita semua bisa bertatap muka langsung dengan anak didik kita ­čÖé

Hikmah Parenting dari Film My God! Father (2020)

Baru-baru ini saya berlangganan Netflix akhirnya. Ya, selain saya memang suka nonton, ternyata di Netflix pilihan filmnya sangat beragam. Apalagi ada drama Korea yang dibintangi Bae Suzy dan Kim Seon Ho yang kemaren sempat trending. Jadilah berlangganan Netflix tidak terasa mubazir.

Tapi saya bukan mau cerita tentang langganan aplikasi buat nonton film itu ya. Kemarin saya sempat menonton satu film Thailand yang akhirnya saya ulang lagi (nonton dua kali). Judul filmnya My God! Father.

Got & Prem

Sebagai penyuka cerita time travel ala Legends of Tomorrow, saya menonton film ini ketika Got, tokoh utama dalam film ini, sedang mengalami kecelakaan dan di waktu komanya, akibat kecelakaan tersebut dia kembali ke masa lalu. Belakangan saya menonton dari awal bahwa sebenarnya Got adalah seorang pemuda yang cukup sukses menjadi pembalap, tapi ternyata Ayahnya tidak mendukung sama sekali kegiatan anaknya.

Ketika Got kembali ke tahun 1998 dimana dia belum dilahirkan, dia dipertemukan dengan sosok muda ayahnya, Prem, seorang kepala Geng yang tugasnya menjaga Bar milik keluarga pacarnya, Bew.

Got yang sejak ibunya meninggal akibat depresi karena ayahanya dipenjara 6 tahun, tak pernah tahu seperti apa ibunya. Maka ketika kembali ke masa lampau ini Got berusaha mencari siapa ibunya. Yang dia kenang hanya nama panggilan ibunya Naree.

Setelah bergabung dengan Geng Hot Rod yang dikepalai oleh Prem, Got menjadi lebih dekat dengan sosok ayahnya. Kali ini sosok ayahnya sangat berbeda dengan sosok yang selama ini dia kenal. Prem muda sangat sejalan pikirannya dengan dia. Bahkan ketika Got memancing dengan cerita bahwa ayahnya adalah sosok yang menyebalkan dan tidak mendukung cita-citanya menjadi pembalap, Prem malah mengejek orang tua macam apa yang tidak mendukung anaknya maju dan berkembang.

Baca juga : 3 Idiots ÔÇô Kisah 3 Mahasiswa yang Inspiratif

Got merasa ayahnya yang dulu dan yang sekarang dia kenal bagaikan bumi dan langit. Hingga hari demi hari, Got mulai melihat sisi baik dari ayahnya, seorang lelaki lugas namun penyayang. Dalam sebuah scene dimana ayah dan anak ini harus bekerja sama mencari Bao, salah satu anggota geng yang ngambek dan kabur, Got bertanya pada Prem tentang apa yang akan dilakukan jika dia harus membesarkan putranya sendiri.

Jujur scene ini juga bikin saya terharu. Tidak hanya Got yang menangis menyadari bahwa ayahnya yang selama ini memperlakukannya dengan tegas, memukulnya saat nilai rapornya jelek, bahkan melarangnya menjadi pembalap, semata-mata melakukannya karena kecintaan Prem pada anaknya sekaligus menjaga amanah mendiang isterinya.

Got tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Setelah mengetahui siapa ibunya, Got bergegas membuat kedua orang tuanya melangsungkan pernikahan. Got bahagia hidup di tengah kedua orang tuanya, meski sebenarnya Prem dan Istrinya tak mengenal siapa Got.

Bew, Prem, dan Got

Seperti cerita time travel lainnya, apa yang coba dilakukan oleh Got tidak banyak mengubah timeline. Prem tetap harus dipenjara, saat istrinya harus berjuang hidup sendiri hingga melahirkan anaknya.

Cerita Kebanyakan Hubungan Orang Tua dan Anak

Kisah Got dan Prem, adalah kisah kebanyakan orang tua dan anak di dunia nyata. Anak-anak hampir tidak pernah tahu bahwa semua orang tua pasti punya niat baik untuk anak-anaknya. Mostly, anak-anak bahkan tidak sadar kalau orang tua melakukan hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman semata-mata demi kebaikan anaknya.

Misalnya ketika orang tua melarang anak makan es krim, orang tua ingin menjaga anaknya agar tidak sakit. Ini dilakukan oleh orang tua untuk menjaga anaknya.

Pun sebaliknya orang tua. Kebanyakan mereka jarang memahami perasaan anak. Ketika melakukan sesuatu untuk anaknya, orang tua hampir tidak pernah mendengar bagaimana perasaan anak. Orang tua sering menganggap anak-anak tidak tahu apa-apa, jadi hanya perlu melakukan apa yang orang tua inginkan.

Dua sikap yang bertentangan inilah yang sering membuat hubungan anak dan orang tua menjadi tidak harmonis.

baca juga : Tips Mendidik Anak : Terima Anak vs Melarang

Yang Perlu Dilakukan Orang Tua & Anak agar Saling Memahami

Gap sikap anak dan orang tua ini akan menjadi semakin kecil ketika keduanya saling memahami. Akan tetapi di usia dini, dimana anak-anak sedang berada pada tahap menyambungkan sel-sel saraf awalnya, peran orang tua harus jauh lebih besar. Orang tua harus lebih bersabar karena anak-anak yang pengalaman hidupnya belum sebannyak mereka, tentu masih akan banyak melakukan kesalahan.

Orang tua perlu belajar banyak mendengar khususnya tentang perasaan anak. Untuk lebih banyak mendengar, alih-alih menceramahi anak ketika mereka melakukan kesalahan, orang tua sebaiknya bertanya dan mendengarkan alasan anak.

Menerima anak, membuat mereka akan lebih nyaman bercerita. Sekiranya alasan dan sikap anak memang perlu diluruskan, tentu akan lebih mudah ketika mereka merasa diterima dan tidak disalahkan. Ketika anak merasa nyaman, gerbang neurotransmitter di sel sarafnya terbuka dan dia siap untuk belajar hal baik dari apa yang akan disampaikan orang tuanya.

Neurotransmitter (sumber : Queensland Brain Institute)

Sebaliknya kalau orang tua lebih mementingkan egonya bahwa dirinya adalah satu-satunya sumber kebenaran, dia akan memilih untuk menyalahkan ketika anak-anak melakukan kesalahan. Anak menjadi takut dan merasa menjadi biang masalah. Jika ini dibiarkan terus hingga anak tumbuh dewasa, bisa jadi dia akan terus membawa pengalaman buruknya dan meneruskannya kepada anak-anaknya lagi.

Yuk jadi orang tua yang lebih memahami anak yang luas kasih sayangnya. Buka keran komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, dimulai dengan menerima anak apapun kondisi mereka. Ingatlah, mereka hanya anak-anak yang sedang belajar hidup di dunia yang ‘keras’ ini. Berikan banyak pengalaman positif, agar mereka bisa memandang positif perannya sebagai ciptaan Allah yang terbaik di muka bumi.

Jangan sampai menunggu koma seperti Got, baru menyadari arti kasih sayang ayah dan anak.

7 Solusi Dilema Kamera On-Off Saat Belajar Daring

Sebulan lagi, pembelajaran online (selanjutnya disebut daring atau dalam jaringan) akibat pandemi Covid-19 akan berulang tahun. Tepatnya bulan Maret tahun 2020 lalu, semua aktivitas pembelajaran di sekolah ditiadakan. Praktis semua guru harus beradaptasi mencari formula pembelajaran yang tetap dapat membantu anak-anak belajar namun tetap aman.

Tidak hanya guru, pemerintah pun berupaya membantu para guru dengan memberikan berbagai alternatif seperti pembelajaran offline atau luring melalui media televisi edukasi atau menyediakan modul pembelajaran jarak jauh mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Ini semata-mata tanggung jawab pemerintah terhadap tujuan kemerdekaan negara ini dimana, meski kondisi pandemi kemdikbud harus tetap berupaya mencerdaskan bangsa.

sumber gambar : nairaland.com

Lewat berbagai pertimbangan dan juga uji coba, kami di sekolah mantap menggunakan moda pembelajaran daring dengan platform dari Microsoft 365 for Education, yakni Microsoft Teams, salah satu media yang cukup powerful untuk pembelajaran. Tak hanya sebagai sarana berinteraksi melalui chat atau obrolan dan distribusi penugasan, Teams juga dapat dipakai untuk bertatap muka dengan fitur konferensinya. Konsekuensinya, semua guru harus beradaptasi dan menjadi pembelajar aktif karena Teams adalah sesuatu yang baru untuk kami semua.

Baca Juga : Mendampingi Anak di Masa Pandemi Virus Corona

PR Kamera Video On-Off dalam Konferensi Teams

Sejak menggunakan Teams, yang menjadi PR kami para guru saat ini adalah penggunaan kamera video untuk anak-anak SMP ini. Sebagai pemangku kebijakan di sekolah dan dalam pemahaman saya terhadap tahap-tahap perkembangan anak, kami memutuskan bahwa penggunaan kamera video dalam konferensi dengan Teams hanyalah opsional alih-alih mewajibkannya.

Kami menyadari bahwa anak-anak dalam usia pra remaja ini sangat membutuhkan privasi. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, mewajibkan menyalakan kamera video dalam konferensi mungkin malah akan membuat mereka merasa malu, dimana kemungkinan ada ruang privasi saat anak-anak tidak nyaman orang lain tahu kamarnya seperti apa. Atau hal lain seperti misalnya potongan rambut atau pakaian yang dikenakan.

Namun di sisi lainnya, kami mulai menyadari juga bahwa ketika anak-anak tidak menyalakan kamera videonya, kami kehilangan banyak hal. Yang paling kentara adalah sulitnya membaca bahasa non-verbal dari anak. Padahal isyarat non-verbal seperti senyuman, anggukan, wajah yang cemberut, bingung, atau bosan yang biasanya sangat terlihat saat pembelajaran di kelas sangat membantu guru dalam memahami siswa lebih mendalam.

Dengan dapat menatap wajah satu sama lain meskipun hanya melalui layar, setidaknya dapat membangun trust (rasa percaya) baik dari anak ke guru, juga sebaliknya dari guru ke anak. Guru menjadi semakin yakin didengarkan atau disimak anak, dan anak menjadi tahu bahwa gurunya mempedulikannya. Rasa percaya adalah gerbang utama belajar.

Inovasi Solusi Kamera On-Off saat Pembelajaran Daring

Di tengah dilema antara menyalakan kamera atau tidak ini, guru memang harus terus berinovasi. Baik nyala ataupun tidak, keduanya sebenarnya memberikan dampak positif. Oleh karena itu kami pun mencoba berbagai strategi dalam kegiatan pembelajaran daring melalui konferensi baik di Teams dan juga dapat digunakan di moda lain seperti Zoom atau Google Meet.

Berikut beberapa strategi yang saya lakukan untuk membuat tatap muka maya ini menjadi lebih terasa :

1. Melakukan Kodifikasi

Kodifikasi Tatap Muka Maya

Hal pertama yang saya coba adalah melakukan kodifikasi seperti yang saya dapatkan ketika mengikuti sesi webinar besama Pak Hartoto salah seorang dosen di Universitas Negeri Makassar.

Dari beliau saya mencoba menerapkan kodifikasi dimana saya akan memberikan kode-kode tertentu saat dibutuhkan anak-anak untuk meningkatkan interaksi, membuat mereka fokus, sekaligus menjaga kuota mereka agar lebih hemat. Karena saya tahu, tidak semua murid saya memasang wifi di rumahnya. Ada di antara mereka yang masih memanfaatkan kuota operator, termasuk kuota belajar bantuan dari pemerintah.

Kodifikasi ini cukup efektif dalam pembelajaran. Ada kalanya saya membutuhkan semua wajah anak tampil berikut suaranya atau bahkan saat ketika anak-anak hanya perlu fokus mendengarkan. Kodifikasi ini saya sampaikan di awal pertemuan di satu semester dan kadang sesekali perlu diulang juga.

2. Menyepakati Aturan dan Manfaat Menyalakan Kamera

Selalu menyampaikan aturan sebelum mulai diskusi

Saya tidak ingin murid-murid saya merasa terpaksa menyalakan kamera. Setelah kodifikasi dilakukan saya selalu berusaha menyampaikan aturan sebelum melakukan diskusi pembelajaran. Biasanya 15 menit sebelum dimulai aktivitas tatap muka maya ini, saya menyapa lebih dulu anak-anak melalui Teams atau grup Whatsapp. Selain menyapa, saya juga menyisipkan aturan-aturan dalam diskusi.

Saya juga berusaha menyampaikan harapan saya agar mereka mengikuti aturan terutama menyalakan kamera dengan cara menuliskan manfaat kamera video menyala ketika tatap muka maya. Saya sampaikan kepada mereka bahwa dengan saling bertatap wajah, kita akan jadi lebih percaya satu sama lain, pun saya juga bisa jadi lebih tahu bahasa tubuh mereka saat belajar seperti sedih, bosan, gembira, yang tentunya akan membantu saya membuat belajar tetap menyenangkan.

Sejak semester genap ini saya coba konsisten terapkan ini, alhamdulillah setidaknya mereka mulai mencoba untuk menyalakan kamera saat pembelajaran di mulai. Dan saya juga selalu mengajak anak-anak untuk mendokumentasikan awal pembelajaran dengan berfoto bersama. Ini cukup efektif untuk memastikan bahwa semua anak memang ada di depan kamera sekaligus berseragam.

Baca Juga : Menjadi Guru Excellent

3. Tingkatkan Interaktivitas Melalui Pelibatan Anak dalam Diskusi

Setelah membuka pembelajaran dengan sama-sama berdoa atau minimal mengucapkan basmalah, saya biasanya menampilkan slide aturan. Disini saya melibatkan anak membacakan aturan tersebut. Dalam hal ini berlaku kodifikasi hijau untuk setiap anak yang disapa. Artinya anak harus menyalakan kamera sekaligus micnya.

Pun begitu untuk beberapa sesi tanya jawab. Anak yang bertanya diberikan kodifikasi merah, sedangkan yang ditanya baik oleh teman maupun guru mendapatkan kodifikasi hijau.

Melibatkan anak-anak dalam menjawab pertanyaan, membacakan bacaan/teks, bertanya, sekaligus penggunaan kodifikasi membuat anak-anak terbiasa dengan aturan. Pada saatnya mereka menyadari dengan sendirinya, ketika ditanya otomatis mereka menyalakan kamera dan mic. Sedangkan saat akan bertanya, mereka boleh hanya menyalakan mic saja.

4. Tanamkan Rasa Percaya pada Anak

Sampaikan Rasa Percaya guru pada anak

Untuk mendapatkan kepercayaan anak ketika belajar adalah, tidak memaksakan mereka. Oleh karenanya saya masih memberikan keringanan untuk anak-anak yang memang belum nyaman menyalakan kamera, mengalami gangguan perangkat, atau kendala kuota untuk belum sepenuhnya bisa mengukuti kodifikasi yang ada.

Akan tetapi saya terus sampaikan kepada mereka bahwa saya percaya mereka ada di depan saya meski nun jauh disana. Saya juga sampaikan harapan saya semoga pertemuan berikutnya anak tidak memiliki kendala dan dapat belajar dengan aturan-aturan yang ada. Tak lupa manfaat menyalakan kamera selalu saya sampaikan.

5. Gunakan Icebreaker yang Secara Tidak Langsung Membuat Anak Menyalakan Kamera

Berikan Icebreaker

Setelah mendapatkan materi training online icebreaker dari Persona Public Speaking tempo hari, saya mulai memasukkan beberapa icebreaker baik ketika akan mulai tatap muka maya, maupun di tengah-tengah pembelajaran. Untuk memastikan anak-anak ada di depan kamera, saya gunakan icebreaker yang membuat mereka menyalakan kamera semisal brain gym atau pertanyaan berantai dimana kodifikasi berlaku semisal yang menjawab pertanyaan mendapatkan kodifikasi hijau yang artinya harus menyalakan kamera dan micnya.

6. Sarankan Anak untuk Menggunakan Virtual Background

Gunakan Latar Belakang Virtual

Kadangkala anak-anak enggan menyalakan kameranya dikarenakan tidak percaya diri dengan lingkungan kamar atau rumahnya. Untuk mengatasi ini saya memberikan mereka alternatif untuk memasang latar belakang virtual sehingga privasi mereka tetap terjaga.

Saya pun sebagai guru menggunakan virtual backgroud sebagai model bagi mereka sehingga mereka tidak perlu merasa insecure.

Adakalanya juga saya sampaikan kepada anak-anak bahwa tidak mengapa semisal ada hal-hal yang membuat tidak nyaman seperti suara tukang tahu bulat, atau mama yang tiba-tiba lewat, adik yang ikutan tatap muka maya, karena itulah seninya belajar daring.

7. Aktifkan Fitur Waiting Room

Aktifkan Fitur Waiting Room

Hampir semua platform konferensi daring memiliki fitur ini termasuk Microsoft Teams. Langkah ketujuh ini merupakan langkah terakhir yang saya lakukan. Sebelum anak-anak benar-benar masuk ke dalam kelas maya, mereka harus menunggu di lobby sampai diizinkan masuk oleh host atau gurunya.

Biasanya di lobby tersebutlah saya mengirimkan pesan agar mereka siap menyalakan kamera dan mengikuti aturan yang ada.

Demikian beberapa alternatif solusi yang pernah kami lakukan untuk membuat tatap muka maya lebih interaktif di tengah dilema kamera video on-off. Memang butuh kesabaran sampai anak-anak merasa benar-benar nyaman untuk menyalakan kameranya. Dan tentunya butuh kerjasama dari setiap guru yang terlibat mengajar di kelas tersebut. Semua guru harus berada dalam standar yang sama dan terus mengingatkan tentang aturan penggunaan kamera.

Terakhir yang penting adalah jangan pernah memaksa. Karena kenyamanan adalah gerbang belajar.

Waspadai Berbagai Tanda Bayi Dehidrasi Ini, Moms

Dehidrasi merupakan salah satu kondisi yang cukup sering dialami bayi. Ada berbagai penyebab yang bisa membuat bayi rentan kehilangan cairan tubuhnya. Demam, diare, muntah, kurang minum, dan seringan berkeringan merupakan beberapa di antaranya.

Kondisi ini tidak bisa disepelekan. Bayi sangat sensitif bila dehidrasi. Tubuhnya yang kecil baru memiliki sedikit cadangan air, sedangkan ia membutuhkan asupan cairan yang cukup agar tubuhnya bisa tetap berfungsi sebagai mestinya.

Sayangnya, seperti yang kita tahu bayi belum bisa berbicara langsung untuk mengutarakan kondisinya kepada orang tua. Untuk itu, sebagai orang tua kita perlu mewaspadai berbagai tanda dehidrasi pada bayi.

Kenali tanda dehidrasi pada bayi

baca juga : Plus Minus dari Penggunaan Gurita Bayi yang Perlu Anda Ketahui

Tanda Dehidrasi pada Bayi

Berdasarkan tingkat keparahannya, ada tiga tingkatan dehidrasi; ringan, sedang, dan berat. Apa saja tanda-tanda dehidrasi dari tiap tingkatan tersebut? Berikut ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber:

Dehidrasi ringan

Berikut berbagai tanda bayi dehirasi ringan, Moms:

  • Sering mengantuk dan lemas: pada dasarnya bayi memang sering mengantuk dan suka tidur. Dalam sehari, si kecil bisa tidur sampai 13 jam sesuai dengan usianya. Namun, kita harus mewaspadai bila si kecil lebih sering tidur daripada biasanya. Terlebih bila ia terlihat lemas dan tak bersemangat.
  • Mudah rewel: salah satu efek yang membuat bayi tidak nyaman saat dehidrasi adalah rasa sakit yang timbul di bagian pencernaannya. Untuk itu, perhatikan bila si kecil tiba-tiba menjadi lebih rewel dan sering menangis dari biasanya. Itu bisa menjadi cara ia mengutarakan kondisinya.
  • Lebih sering menyusu: dehidrasi membuat si kecil menjadi lebih haus untuk menggantikan cairan tubuhnya yang hilang. Maka itu, si kecil akan senantiasa memberikan ÔÇśkodeÔÇÖ ke Anda untuk menyusu.

Dehidrasi sedang

Waspadai bila si kecil mulai menjukkan tanda dehidrasi sedang berikut, Moms:

  • Mulut kering: Anda melihat bibir si kecil jadi kering, pecah-pecah atau sampai terkelupas? Waspadai tanda dehidrasi tingkat sedang, Moms.
  • Jarang buang air kecil: Bayi jarang pipis merupakan peringatan keras yang harus Anda perhatikan, Moms. Normalnya, bayi akan pipis sebanyak 20 kali sehari. Itu membuat Ibu harus mengganti popoknya sebanyak 6-10 kali sehari. Dikutip dari laman Momslyfe, segera kunjungi dokter bila bayi Anda tidak buang air kecil selama 6-8 jam.
  • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis: Si kecil pasti akan menjadi lebih rewel ketika kondisi tubuhnya sedang tidak baik. Bila ia menjadi lebih sering menangis tapi tidak ada air mata yang keluar, itu merupakan pertanda keras kita harus segera memeriksakan kondisinya ke dokter, Moms.

Dehidrasi berat

Ini merupakan tingkatan dehidrasi yang terparah. Berikut gejalanya:

  • Mata bayi terlihat lebih cekung dari biasanya
  • Kaki dan tangannya terasa dingin
  • Tubuh dan wajahnya menjadi pucat
  • Napasnya lebih pendek dan cepat
  • Hanya pipis sebanyak 2 kali dalam sehari
  • Kulitnya tidak elastis

baca juga : Perlengkapan Bayi Makan dan Panduan Pemilihan yang Aman Bagi Si Kecil

Gejala dehidrasi yang dikenali sejak awal tentunya akan membuat kondisi bayi cepat membaik. Untuk itu, kenali berbagai tanda di atas dan segera tangani sebelum terlambat.

Segera berikan si kecil larutan rehidrasi oral untuk mengembalikan cairan tubuh dan garam elektrolitnya yang hilang. Anda bisa memberikan cairan oralit sesuai dengan berat badan bayi sebagai langkah pertama pengobatannya. Ini aturan pemberiannya:

  • Berat badan <5 kg Ôćĺ berikan 200-400 ml cairan oralit.
  • Berat badan 10-14 kg Ôćĺ berikan 800-1000 ml cairan oralit.
  • Berat badan 15-19 kg Ôćĺ berikan 1000-1500 ml cairan oralit.
  • Berat badan 20-30 kg Ôćĺ berikan 1500-2000 ml cairan oralit.
  • Berat badan >30 kg Ôćĺ berikan 2000-4000 ml cairan oralit.

Perjuangan Punya Rumah Sendiri

Tahun 2016 lalu setelah serah terima kunci dari developer, kami memutuskan untuk segera menempati rumah baru. Yah lumayan mengirit biaya sewa kontrakan daripada harus membayar double, cicilan rumah dan biaya sewa. Sebenarnya serah terima kunci sudah dilakukan sejak akhir tahun 2015. Namun karena kami baru bisa membangun dapur sederhana, kepindahan pun baru bisa dilakukan pertengahan tahun.

Ingat sekali saya ketika pindah ke rumah baru. Malam 1 Ramadhan, setelah tarawih di musholla dekat kontrakan, kami beberes barang-barang untuk diangkut menggunakan mobil pick up menuju perumahan baru di pelosok Tangerang yang jaraknya sekira 14 kilometer. Akan tetapi yang namanya di Kota ya jarak segitu tetap harus ditempuh 30-40 menit dengan menggunakan Mobil. Alhasil kami baru tiba di rumah sudah tengah malam menjelang sahur.

baca juga : Mimpi Punya Rumah Sendiri

Indahnya Punya Rumah Sendiri Pasca Pernikahan

Untuk keluarga baru dan kecil seperti kami, punya rumah adalah sebuah keberkahan sekaligus kebahagiaan. Apalagi perjuangan membayar cicilan DP yang tiga kali gaji seorang guru di sekolah swasta, tentu sangat berat. Qadarullah tahun 2014 ketika mulai hunting rumah, Allah menakdirkan saya bekerjasama dengan salah satu marketplace yang sedang naik daun kurang lebih satu tahun lamanya. Sebagai freelance blogger, saya mendaptkan job yang lumayan untuk tambahan biaya DP rumah. Bahkan kalau dihitung, fee kerjasama ini malah lebih besar dari pada gaji guru yang saya terima. Ini ditambahkan lagi penghasilan dari mengajar privat.

Lima bulan mencicil, akhirnya uang muka rumah lunas dan sebulan kemudian kami menandatangai KPR di sebuah Bank yang sudah terkenal memberikan bantuan kredit kepemilikan rumah subsidi. Bulan berikutnya, serah terima kunci dilakukan.

Sebuah keberkahan punya rumah sendiri

Tentu perasaan saya dan istri sangat bahagia ketika memegang kunci dan membuka pintu untuk pertama kalinya. Ya Allah, akhirnya punya rumah sendiri. Sempat terbersit di pikiran, kenapa dulu saat membujang saya tidak kepikiran untuk mulai membeli rumah ya. Sehingga ketika berkeluarga sudah jauh lebih siap. Padahal dulu ketika masih bekerja di perusahaan IT, gaji saya empat kali lipat dari gaji awal yang diterima ketika memutuskan menjadi guru. Dan saat itu saya masih sendiri. Entah kenapa malah jauh lebih boros. Yang saya ingat, tabungan dari gaji di perusahaan yang saya sisihkan tiap bulan selama 2 tahun bekerja hanya cukup membeli sebuah smartphone android dan laptop saja. Berarti fixed saya cukup boros saat itu.

Penyesalan memang selalu terjadi belakangan. Maka setelah menikah, saya mulai berhemat dan mengatur pengeluaran. Tetap menabung untuk bisa membeli rumah juga persiapan pendidikan anak kelak.

Perjuangannya Tak Berhenti Setelah Punya Rumah

Apakah setelah punya rumah masalah selesai? Ternyata tidak. Ketika akan membangun dapur sederhana, air menjadi kebutuhan utama. Pun begitu nanti setelah ditempati. Beruntungnya developer memberikan bonus mesin pompa air berikut sumurnya. Sayangnya karena sumurnya tidak begitu dalam, kualitas air yang keluar pun kurang bagus. Apalagi setelah disedot lebih dari 10 menit, air malah berhenti keluar.

Air adalah kebutuhan utama rumah tangga

Meskipun demikian, air dari sumur bonus developer tersebut masih cukup untuk dipakai tukang membangun dapur. Sayangnya saat pindah, air tersebut sangat tidak cukup untuk keluarga kecil kami yang terdiri dari 3 orang. Apalagi yang namanya bayi, kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan mandi cukup banyak.

Baca Juga : Kesalahan Yang Harus Kamu Hidari Saat Beli Rumah Murah Pertama Kali

Perjuangan Mendapatkan Air Sebagai Kebutuhan Utama

Bermodal inisiatif tetangga yang bernasib sama, kami sepakat membangun sumur pompa air berbasis satelit untuk dua blok kami saja. Sampai disini pun masalah belum selesai karena kualitas air masih kurang bagus. Hanya cukup untuk mandi dan cuci saja. Bahkan kontraktor awal yang kami sewa untuk membangun sumur malah kabur begitu saja sehingga kami harus mencari kontraktor baru. Padahal uang sudah habis banyak.

Alhamdulillah kontraktor baru ini cukup bertanggung jawab. Selain membuatkan sumur baru, mereka juga menggunakan bahan peralatan yang bagus salah satunya pipa air. Dengan kontraktor pertama, kami diberikan pipa air yang kurang bagus. Sehingga saat akan diangkat, pipa malah pecah, bengkok, bahkan tenggelam. Pipa air yang direkomendasikan oleh kontraktor baru ini adalah Rucika.

Jujur sebagai orang yang tidak update dengan hal ini, saya baru mendengar soal Rucika. Kalau pipa air yang sering saya dengar di televisi ya yang tagline-nya “Air mengalir sampai jauh” itu. Makanya instalasi air di rumah saya pun pakai pipa tersebut.

Tapi ternyata menurut pimpinan proyek yang baru, pipa air Rucika termasuk yang terbaik di kelasnya. Pipa air yang diproduksi oleh PT. Wahana Duta Jaya Rucika ini sudah ada sejak tahun 1973 dan merupakan salah satu produsen pipa PVC terbesar di Indonesia dengan fasilitas produksi yang tersebar di berbagai belahan nusantara. Tidak hanya memproduksi pipa airnya saja, Rucika juga menyediakan komponen lainnya yang cukup lengkap seperti macam-macam sambungannya bahkan lem pipa.

Pipa Air Panas Kelen Green Rucika

Pipa airnya pun beragam jenisnya. Salah satunya adalah pipa air panas yang tentunya sangat berguna untuk memasang instalasi air panas terutama untuk teman-teman yang memiliki sistem pemanas air di rumah.

Perjuangan mendapatkan air bersih pun akhirnya selesai dalam waktu setengah tahun. Sungguh betul-betul perjuangan. Sepanjang belum mendapatkan air sedangkan rumah sudah kami tempati, mau tidak mau kami membeli air bersih dari tukang galon yang mondar-mandir di perumahan kami. Pengeluaran lagi tentunya. Tapi mungkin disinilah seninya berumah tangga, pandai mengelola emosi dan mengelola keuangan.

Refleksi Akhir Tahun 2020 : Berat Sepanjang Tahun

Tak terasa, hari ini adalah penghujung tahun 2020 yang artinya sebentar lagi kita akan memasuki tahun masehi yang baru, yakni tahun 2021. Sebelum masuk hitungan hari baru, rasanya apa yang terjadi dalam hidup selama tahun 2020 ini perlu dievaluasi ya, agar dapat menentukan arah hidup di tahun 2021 mendatang.

Tahun 2020 ini sungguh berat. Apalagi kalau bukan karena pandemi Covid-19 yang sampai hari ini pun belum ada tanda-tanda akan berakhir. Alih-alih, jumlah penyintas covid-19 harian malah semakin bertambah. Rasanya tepat pemerintah memberlakukan pengetatan dalam masa liburan akhir tahun ini.

Tapi rakyat Indonesia ya begitu. Semakin dilarang semakin menjadi. Buktinya penumpukan penumpang di bandara masih terjadi. Sekalipun pemerintah sudah mewajibkan pengguna transportasi udara komersil yang bertolak maupun menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk menunjukkan surat bebas Covid-19 berbasis swab antigen. Entah karena memang harus mudik akibat tertunda di masa lebaran kemarin, atau memang sekedar melepas penat akibat terkurung lebih dari 9 bulan lamanya.

Beberapa tahun terakhir, saya membiarkan refleksi akhir tahun sekedarnya saja setelah shalat isya di malam pergantian tahun. Berbeda dengan sebelum tahun 2016 dimana saya rutin melakukan refleksi akhir tahun sebagai bahan evaluasi pencapaian dalam berbagai aspek. Tapi tahun 2020 ini, akan coba saya evaluasi sebagai berikut.

Ibadah

Yang pertama dievaluasi adalah soal ibadah. Yang wajib sudah barang pasti lah ya tuntas dilakukan. Hanya saja di masa pandemi ini berbulan-bulan saya menjalankan ibadah shalat fardhu hanya di rumah saja. Saya baru berani shalat fardhu berjamaah di masjid 3 builan terakhir. Itu pun saya tetap memastikan pakai masker. Bukan hanya soal takut tertular Covid-19, akan tetapi juga takut menularkan. Semisal sejak pulang dari Malaysia akhir Februari lalu, saya pernah berstatus ODP yang membuat saya menghindari shalat di Musholla atau masjid khawatir malah membawa penyakit. Bahkan di Malaysia kami sempat kontak dengan beberapa turis dari kapal pesiar.

Ibadah Ramadhan tahun ini pun berat karena hanya di rumah saja. Sungguh pengalaman yang membuat sedih dengan suasana Ramadhan yang jauh berbeda dibanding biasanya. Di penghujung bulan puasa, kami hanya bisa bersilaturrahim dengan keluarga melalui video call saja. Padahal tiket mudik sudah disiapkan jauh-jauh hari. Tapi hikmahnya adalah saya belajar menjadi Khatib Idul Fitri setelah dulu di perumahan sempat memimpin Shalat Ied. Beruntungnya saya dikirimi khutbah Idul Fitri dari Ustadz Sarwat.

Alhamdulillah tahun ini juga bisa berpartisipasi dalam ibadah Qurban. Semoga Allah Swt memampukan terus agar bisa istiqomah di tahun-tahun mendatang. Pada dasarnya ibadah ini cuma butuh niat yang kuat, bukan menunggu mampu. Namanya berkorban, sudah pasti memang harus ada yang dikorbankan. Biasanya misalnya bisa makan enak di restoran, bisa dikorbankan sebagian dananya untuk tabungan Kurban. Biasa jalan-jalan setiap bulan, bisa berkorban untuk setidaknya 3 bulan sekali baru bepergian. Bisa saja membeli smartphone terbaru, berkorban menahan diri selama yang sekarang masih normal dan bisa dipakai tidak perlu beli yang baru. Semuanya hanya butuh niat kuat. Semua orang bisa berkurban.

Hafalan Qur’an masih mentok di Juz 28. Ini juga sama sebenarnya soal niat. Bertahun-tahun Juz 28 belum selesai juga. Tapi yang disyukuri adalah di tahun ini jadi banyak belajar kosakata bahasa Arab Al-Qur’an karena sejak pandemi mencoba menghafal Qur’an dengan artinya juga.

Pekerjaan

Pencapaian terbaik dalam pekerjaan di tahun ini adalah bisa bekerjasama dengan Microsoft untuk menyediakan platform Office 365 for education yang alhamdulillah bisa dinikmati oleh semua civitas sekolah mulai dari murid hingga guru. Usaha go-digital cukup tercapai terutama akibat pandemi Covid-19 ini. Anak-anak dan guru di sekolah mulai terbiasa menggunakan platform belajar online.

Tahun ini juga masih bisa mendamping anak-anak mengunjungi negara tetangga, meskipun berubah dari rencana akibat Covid-19. Butuh perjuangan keras juga untuk meyakinkan para orang tua mengizinkan putra putrinya mengingat awal tahun saat di Indonesia masih belum ada kabar virus Corona, di Singapura sudah orange code level. Mayoritas orang tua tidak setuju anak-anak ke luar negeri. Tapi alhamdulillah, kerja keras anak-anak luar biasa sehingga kami tetap bisa mengunjungi Melaka dan banyak tempat di Malaysia.

Tahun ini juga dikenalkan dengan Emas EOA. Jadi selain mengajar ada sedikit usaha sebagai toko emas berjalan. Usaha lain yang mulai ditekuni sejak masa karantina Covid-19 adalah berjualan buku. Melalui platform whatsapp dan instagram, saya meluncurkan toko buku online @macabuku.id. Tujuan besarnya sih membumikan buku dan memundahkan keluarga di Indonesia untuk memperoleh media literasi. Awalnya hanya iseng berbagung sebagai Book Advisor bersama mandira, akhirnya sekarang menjadi reseller beberapa penerbit buku. Penghasilannya juga lumayan bisa buat tabungan pendidikan anak juga membeli buku-buku bermutu untuk anak-anak di rumah.

Hobi

Ini dia PR besar di tahun 2020. Tercatat hanya 5 tulisan di blog ini yang berhasil diterbitkan. Dan 4 tulisan di blog lainnya. Ini menandakan tahun 2020 ini sangat tidak produktif menulis. Padahal di sekitar banyak sekali ide-ide yang dapat menjadi bahan tulisan. Oya, itu pun 5 tulisan lain di Blog ini, isinya adalah konten kerjasama (hahahah).

Tahun ini juga mulai mencoba mengaktifkan channel youtube kembali yakni mengisinya dengan konten video pembelajaran. Masih jauh dari harapan sih. Pengennya setiap minggu selalu ada konten video secara bergantian, mulai dari video pembelajaran, video cover lagu, video lagu anak, video tips parenting, atau vlog lainnya. Pernah juga coba membuat Podcast Channel di Anchor.fm dan Spotify. Lagi-lagi PRnya adalah istiqomah.

Yang tidak tercapai adalah penulisan buku pengalaman belajar di Jepang akhir tahun 2019 lalu. Sudah ada draft beberapa halaman. Karena kesibukan, akhirnya dengan berat hati buku yang seharusnya bisa launching tahun 2020 ini sepertinya harus mundur tahun 2021 besok. Tapi bersyukurnya tahun ini dikenalkan dengan teman dan komunitas penulis. Sehingga insya Allah sebentar lagi buku antologi cerpen yang ditulis keroyokan dengan guru-guru di Kabupaten Tangerang segera terbit. Buku berisi 21 cerpen kisah penggugah jiwa tersebut sudah ada di penerbit dan siap diluncurkan awal tahun 2021 ini.

Keuangan

Bisa punya tabungan pendidikan untuk anak dan deposito adalah hal yang harus disyukuri. Masih ada sih utang. Utang cicilan rumah utamanya ­čśÇ

Sejak berjualan buku, alhamdulillah dapat tambahan lagi yang dialokasikan selain untuk membeli buku-buku buat anak juga untuk tabungan pendidikan mereka.

Pendidikan

Ada niat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tapi sepertinya istirahat dulu sambil mencari peluang kuliah S3 di luar negeri. Negara impian untuk melanjutkan pendidikan adalah Finlandia dan juga Jepang. Kalau Jepang sudah merasakan memang berbeda dan rasanya cocok saja dengan gaya hidup minimalis, disiplin, dan saling menghormati. Finlandia dipilih selain karena jurusan pendidikannya di sana terbaik, juga karena aurora adalah salah satu bucketlist saya.

Tahun ini untuk mempersiapkan pendidikan ke Jepang saya akhirnya mulai lagi belajar bahasa Jepang. Niat sekali sampai belajar melalui aplikasi belajar bahasa Busuu. Alhamdulillah sudah tuntas hiragana.

Course lain yang saya ikuti di tahun 2020 ini banyak sebenarnya. Sayangnya yang tuntas hanya yang berkaitan dengan sekolah. Dua course tentang Neuroscience di udemy belum tuntas, pun begitu dengan course yang diikuti di Skill Academy. Semoga tahun depan beres ya.

Lainnya

Tahun 2020 ini alhamdulillah Allah kasih kesempatan kembali mengunjungi daerah-daerah baru. Meskipun ini bukan kali pertama saya ke Malang, tapi tahun ini ada banyak sekali tempat yang bisa dijelajahi selama 2 hari di Malang. Selain Malang, saya berkesempatan berkunjung ke Kampung Coklat Blitar, tanah kelahiran bapak bangsa, Bung Karno.

Pengalaman seru lainnya adalah bisa tahu Pacitan dan beberapa pantai disana. Jadi tahu juga ada Raja Ampat kecil disana. Sungguh pengalaman yang sangat berkesan menginap 2 hari 2 malam di tepi pantai watu karung.

Penghujung tahun juga ditutup dengan kunjungan ke pulau tetangga tanah kelahiran saya. Bumi laskar pelangi yang hanya beberapa menit naik pesawat itu akhirnya dikunjungi lagi bersama keluarga setelah terakhir saat SD. Kami berkesempatan mengunjungi tempat syuting film Laskar Pelangi bahkan menyeberang ke pulau fenomenal di Kepulauan Bangka Belitung, yakni Pulau Lengkuas dengan perjalanan yang cukup mencekam karena ombak setingi lebih dari 4 meter membuat kapal yang kami tumpangi terombang ambing. Hororrnya melebihi ketakutan saat naik Kora-kora di Dufan ­čśÇ

Akhirnya, mari menutup tahun 2020 ini dengan rasa syukur. Meskipun Allah Swt datangkan Coronavirus, tentu ada banyak hikmah dari hadirnya penyakit ini. Saya kehilangan beberapa teman baik yang gugur karena tertular penyakit ini. Hikmah besarnya adalah menjaga pola hidup agar bisa survive.

bye-bye 2020

Bisakah Pinjaman Online Menjadi Solusi Kebutuhan Dana yang Mendesak?

ÔÇťding…ÔÇŁ

Bunyi notifikasi di HP sudah yang kesekian kalinya. Meski saya sudah mematikan notifikasi beberapa aplikasi di HP agar bisa lebih fokus, khusus pesan melalui SMS tetap tampil di layar utama. Saya belum akan membukanya karena memang masih sibuk.

Namun saat sore hari sesampai di rumah, akhirnya saya pun membuka pesan yang ternyata dikirimkan oleh satu orang teman lama di kampung yang baru saja beberapa hari lalu kami terlibat chat di pesan whatsapp.

ÔÇťBang,┬áaku┬álagi┬áperlu┬áduit┬ánih.┬áDarurat┬ábanget. Mama┬ábarusan┬ámasuk┬áRS┬ákarena┬ájatuh┬ádari┬ákursi┬árodanya.ÔÇŁ

Begitu pesan pertama yang terbaca.

ÔÇťBang, WA┬áku┬ábelum┬ádiread.┬áPesan┬ábelum┬ádibaca. Aku┬ábutuh┬ábanget┬ásekarang.┬áMudah-mudahan┬áabang┬ábisa┬ábantu.ÔÇŁ

Pesan kedua tepat persis hanya selang 5 menit dari pesan pertama. Sedangkan pesan ketiga yang masuk 2 menit

ÔÇťBang,┬áplis┬ábang. Aku┬áudah┬ápusing┬ámau┬áminta┬ábantuan┬ásiapa┬álagi.┬áBoleh┬ábang┬áaku┬ápinjam┬ábuat┬ájaminan┬ámama di RS.ÔÇŁ

Membaca Pesan di Smartphone

Akhirnya saya membalas pesannya di whatsapp dan bertanya apakah mereka sekeluarga punya jaminan asuransi atau minimal BPJS. Andi teman saya itu bercerita bahwa dia sudah menunggak BPJS sejak setahun lalu. Praktis kartu BPJS nya tidak bisa dijadikan jaminan di Rumah Sakit. Sedangkan dia yang saya tahu memang hanya honorer di PemKab tentu di akhir bulan begini belum punya uang.

Setelah video-call dengannya, saya bisa meyakinkan diri saya bahwa Andi memang benar sedang berada di rumah sakit dan mengurusi administrasi mamanya yang waktu itu sudah mulai ditangani di IGD. Saya pun mentransfer sejumlah uang ke rekening Andi untuk meringankan bebannya di akhir bulan

Kasus seperti Andi sering terjadi. Apalagi di masa pandemi seperti ini dimana mereka yang belum terbiasa menyisihkan uang untuk dana darurat tentu kelabakan jika amit-amit mengalami kejadian darurat yang membutuhkan dana dengan cepat. Iya kalau ada keluarga atau teman yang bisa kita pinjami uang. Kalau tidak, mau pinjam kepada siapa lagi?

Hari gini tidak mudah juga meyakinkan orang lain untuk mau membantu meminjamkan uang. Apalagi setelah berbagai kasus yang terjadi akhir-akhir ini. Yang terbaru adalah seorang guru ngaji yang ditemukan sudah tak bernyawa di dalam sumur tua setelah 2 hari dinyatakan hilang dari rumah. Ternyata sang ibu dibunuh oleh suami pembantu tetangganya akibat menagih hutang yang tak seberapa.

Belum lagi meme yang banyak beredar di media sosial bahwa biasanya yang ditagih utang jauh lebih galak daripada yang menagih. Ini membuat orang-orang berpikir banyak sebelum memberi utang kepada orang lain.

meme lucu tentang utang (sumber : brillio.net)Dalam kondisi mendesak seperti itulah, salah satu yang bisa diandalkan adalah pinjaman tanpa agunan.

Baca juga : Cara Ampuh Menagih Utang

Mengapa Pinjaman Online Bisa Diandalkan Saat Darurat?

Pinjaman Online tanpa agunan atau yang sering dikenal dengan sebutan Pinjol memang sekarang sedang merebak. Mudahnya meminjam dana darurat hanya bermodal instalasi aplikasi di smartphone membuat banyak yang menawarkan pinjaman secara online dengan limit beragam mulai dari sejutaan hingga puluhan juta.

Akan tetapi kasus-kasus pinjaman online yang banyak terjadi seperti penyalahgunaan data di aplikasi, datangnya debt collector, atau penggunaan cara-cara tidak etis dalam menagih utang membuat kita harus pandai untuk mencari pinjaman online terbaik.

Tunaiku merupakan salah satu solusi pinjaman online saat kita memang membutuhkan dana darurat. Sebagai produk dari Amar Bank yang sudah berdiri sejak tahun 2014 Tunaiku menjadi penyedia pinjaman online yang aman dan terpercaya. Apalagi Amar Bank merupakan Bank resmi di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1991. Bukan seperti aplikasi pinjaman abal-abal yang tidak berbadan hukum, hanya bermodal aplikasi di Playstore saja.

Tunaiku, salah satu alternatif dana daruratSebagai alternatif solusi kebutuhan dana mendesak, Tunaiku memiliki perbedaan yang jelas jika dibandingkan dengan aplikasi pinjaman online lainnya. Diantara kelebihan Tunaiku adalah dalam hal keamanan dan fleksibilitas. Sebagai fintech yang berada di bawah naungan bank resmi yang diawasi OJK, data nasabah di Tunaiku tentu dijamin keamanannya. Ini sesuai dengan semangat Tunaiku yang melindungi data-data nasabahnya. Selain itu dibandingkan fintech lainnya yang hanya memberikan limit yang kecil, Tunaiku mampu memberikan limit hingga 20 juta dan masa cicilan sampai dengan 20 bulan.

Apakah Ribet Mengajukan Pinjaman di Tunaiku?

Beberapa yang sering dikeluhkan saat akan mengajukan pinjaman adalah ruwetnya administrasi yang harus disiapkan. Tunaiku sangat memahami hal ini. Oleh karena itu, Tunaiku menawarkan syarat yang sangat mudah baik dengan jaminan kartu kredit maupun tanpa jaminan atau bermodalkan KTP saja.

Akan tetapi, mudahnya memperoleh dana dari Tunaiku sebaiknya benar-benar dimanfaatkan pada saat membutuhkan dana darurat. Selain itu, sebagai debitur atau peminjam sudah seharusnya kita punya semangat untuk mengembalikannya. Mudah-mudahan dengan niat yang baik serta kedisiplinan dalam membayar cicilan, Tuhan memudahkan kita untuk terbebas dari utang.