Touring ke Curug Nangka bersama Baby Al

By | June 9, 2015

Hari Ahad kemarin saya memutuskan mengajak anak dan isteri untuk jalan. Sudah lama sekali rasanya kami tidak melakukan perjalanan keluar kota Tangerang. Kalau dalam kota sih masih lumayan sering. Terakhir untuk ke luar kota bertiga dengan mengendarai sepeda motor adalah saat lebaran idul adha tahun kemarin. Kami bertiga nekat berangkat ke Kebun Raya Bogor dengan bekal seadanya :-D.

Nah, karena memang sudah terlalu sumpek pikirannya dengan banyak pekerjaan. Ditambah lagi dua minggu full saya keluar kota (Salatiga, Jogja, Tegal, dan terakhir Balikpapan) tanpa ditemani anak isteri, menguatkan niat saya untuk mengajak Al dan Bundanya bertamasya ke tempat wisata yang sejuk. Jauh dari keramaian dan panas terik matahari.

Dipilihlah sebuah Curug yang tak jauh dari rumah dan bisa dijangkau dengan sepeda motor (Padahal curug di Puncak sudah pernah dikunjungi dengan mengendarai sepeda motor). Curug Nangka menjadi destinasi wisata yang murah meriah untuk keluarga dan tak jauh dari Kota Jakarta maupun Tangerang. Meskipun saya sudah beberapa kali kesini, tapi kali ini tentu berbeda. Ada Al yang untuk pertama kalinya melihat air terjun dari dekat.

Curug Daun yang berada di Lokasi yang sama dengan Curug Nangka

Malam sebelumnya Istri sudah menyiapkan aneka keperluan, khususnya Perlengkapan baby Al seperti popok dan pakaian ganti takut-takut nanti basah. Saya sendiri membawa celana pendek, siapa tahu ingin nyebur atau main air bersama Al.

'Wefie' di depan Curug Daun

‘Wefie’ di depan Curug Daun

Jam 6 pagi kami berangkat dari rumah. Saya sebenarnya masih ragu-ragu mengenai akses cepat dari Tangerang mengingat sebelum-sebelumnya berangkat ke Curug Nangka mengendarai mobil dan mengikuti rute Kota Bogor – Ciapus. Kali ini lain, saya memilih rute rutin ke Bogor menggunakan sepeda motor dari Tangerang, yakni Serpong-Ciseeng-Semplak-Bogor. Perjalanan ini menjadi lancar berkat kemajuan teknologi. Tanpa bantuan aplikasi peta dan GPS di handphone, mungkin saya harus sering berhenti untuk bertanya kepada warga mengenai arah menuju Curug Nangka dan Curug Luhur.

Jam setengah sembilan kami tiba di Gerbang Curug Nangka. Agak mengesalkan (meski sebenarnya sudah pernah tahu) karena di Curug Nangka ini kita harus membayar retribusi dua kali di dua gerbang berbeda dengan biaya masuk masing-masing Rp 7.500,00. Dengan motor kami harus membayar Rp 35.000,00 untuk sampai di parkiran. Itu belum termasuk biaya parkir sepeda motor sebesar Rp 5.000,00.

Di Curug Nangka ini ada banyak warung makan serta souvenir atau oleh-oleh. Harga makanan disini relatif murah. Kami hanya menghabiskan Rp 26.000,00 untuk makan berdua sudah termasuk minum hangat. Setelah sarapan Al yang masih terlelap kami bawa mendaki ke Curug yang ada di lokasi paling atas. Ada 2 Curug besar di lokasi ini, Curug Nangka yang berada paling dekat atau paling bawah dan Curug Daon yang berada paling atas.

Al sangat menikmati main air dingin disini

Al sangat menikmati main air dingin disini

Sesampai di atas Al sangat menikmati main airnya sehingga susah sekali dilarang atau dibawa berpindah ke bawah lagi. Hingga akhirnya kejadian yang tidak diharapkan terjadi. Ketika menggendong Al dan bergerak turun ke bawah, saya terpeleset. Saya mencoba menjaga keseimbangan, tetap saja terjatuh. Untungnya Al masih dalam pelukan saya. Tapi bibirnya sempat berdarah, mungkin karena tersenggol giginya yang sudah mulai penuh di gusi bagian atas. Al sempat menangis beberapa saat. Saya ditolong oleh rombongan gathering dari salah satu provider telekomunikasi.

Baik Al, saya, maupun bundanya sepertinya tidak juga kapok. Kami sudah merencanakan untuk menjelajah Curug lainnya di kesempatan berikutnya. Bisa jadi tujuan selanjutnya adalah Curug Luhur yang tak jauh dari situ.

~~~~~~~~~ Galeri selengkapnya :

Photo Gallery by QuickGallery.com

Clip to Evernote

14 thoughts on “Touring ke Curug Nangka bersama Baby Al

    1. bangsaid Post author

      Alhamdulillah sih Wan. Anteng dia, tapi ya gitu pengennya duduk menghadap kedepan atau berdiri. Jadi saya ga bisa ngebut

      Reply
    1. bangsaid Post author

      Wuaahh.. dia mah tersalurkan banget hasratnya :))

      Reply
    1. bangsaid Post author

      Aslinya rameee banget. Kita datang pas juga rombongan karyawan Telkom lagi tour.

      Pinter-pinter aja nyari spot yang agak sepi

      Reply
  1. Pingback: 5 Handphone di Bawah 2 Juta yang Support USB OTGBangsaid | Bangsaid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge