One Day Trip (Perjalanan Satu Hari) ke Hat Yai

By | December 29, 2019

One day trip atau perjalanan satu hari biasanya dilakukan jika waktu liburan kita yang tidak seberapa atau terbatas. Saya pernah pelakukan perjalanan sehari saja di Singapura dan Malaka. Dan kali ini saya akan berbagi pengalaman traveling satu hari atau one day trip ke Hat Yai, Thailand.

Hat Yai adalah nama sebuah kota kecil di Provinsi Songkhla, Thailand Selatan. Kota ini biasanya memang jadi tujuan utama liburan beberapa traveler baik perorangan maupun grup yang memilih liburan ke 3 negara sekaligus, Singapura-Malaysia-Thailand. Mengapa? Karena kota ini bisa ditempuh melalui perjalanan darat menggunakan bus dari Malaysia, meskipun harus memakan waktu 9 (sembilan) hingga 13 jam dari Kuala Lumpur atau kota di Malaysia lainnya seperti Melaka.

Baca juga : 1 Hari Keliling Singapura? Tentu Bisa!

Bagaimana Sampai di Hat Yai?

Ada banyak alternatif untuk sampai di Hat Yai. Teman-teman bisa langsung ke Hat Yai dari Soekarno Hatta Jakarta menggunakan pesawat terbang. Ada beberapa penerbangan transit yang bisa dipilih. Misalnya menggunakan maskapai Scoot, teman-teman akan transit di Singapura. Sedangkan jika menggunkan maskapai Air Asia atau Thai Lion (Lion Air Grup) bisa transit di Kuala Lumpur atau Don Mueang, Bangkok. Tapi beberapa traveler yang mengunjungi Hat Yai biasanya melakukan perjalanan darat dari Singapura maupun Malaysia.

Waktu melakukan trip ke Hat Yai, saya memulainya dari Melaka. Saat itu posisi saya dan adik sudah one day trip di Melaka. Kami memilih perjalanan malam hari dari terminal bus Melaka agar bisa tiba pagi hari di Hat Yai untuk kemudian jalan-jalan sehari disana. Ada banyak pilihan bus dari Melaka (maupun Kuala Lumpur) menuju Hat Yai. Meskipun di Melaka ada banyak counter yang menjual tiket bus, ada baiknya membeli tiket bus jauh hari agar tidak kehabisan tiket. Untuk perjalanan menuju Hat Yai tempo hari saya memesan langsung melalui website busonlinetikcket.com

Saya sengaja memilih perjalanan malam agar tiba di Hat Yai pagi hari. Karena trip ini hanya sehari, sudah pasti esok malamnya akan kembali ke Malaysia menggunakan Bus juga. Untuk perjalanan dari Melaka ke Hat Yai, kami memilih Bus KKKL. Sedangkan perjalanan kembali ke Malaysia, menggunakan Bus dari Thai Good Travel and Tour. Ongkosnya tidak terlalu mahal, hanya sekira MYR 60 per orang untuk sekali jalan.

Karena ini perjalanan antar negara, kita akan melewati 2 checkpoint imigrasi. Pertama keluar Malaysia di imigrasi Bukit Kayu Hitam. Kedua imigrasi Thailand di Sadao. Sebelum sampai di Bukit Kayu Hitam, biasanya Bus akan berhenti di Rest Area yang di dalamnya terdapat tandas (toilet) dan rumah makan. Saya dan adik makan disini menjelang subuh. Dan disini pula kondektur Bus akan membagikan form imigrasi masuk Thailand dan meminta paspor kita. Kondektur Bus KKKL yang kami tumpangi tidak meminta kami menulis sendiri form tersebut melainkan meminta paspor kami dan beliau mencetaknya sendiri di rest area tersebut. Cukup mudah, tinggal kita yang tahu diri memberikan tips alakadarnya untuk beliau :-D.

Ada pengalaman kurang menyenangkan ketika masuk Thailand ini. Karena bertepatan dengan liburan akhir tahun antrian imigrasi di Sadao Checkpoint mengular. Kami mengantri berjam-jam akibat beberapa komputer disini ngadat. Untungnya bus KKKL yang kami tumpangi memaklumi dan mau menunggu. Saya catat antrian kami di Sadao lebih dari 2 jam, dan ini dilakukan dengan berdiri. Sadao custom ini lebih mirip gerbang Tol daripada cehckpoint dibandingkan perbatasan darat antara Singapura dan Malaysia.

Tempat Apa Saja yang Dikunjungi Sehari di Thailand

Dari perbatasan dan checkpoint di Sadao, perjalanan menuju Hat Yai tinggal satu jam saja. Biasanya bus umum akan menurunkan penumpang di sekira Lee Gardens Plaza, tak jauh dari Stasiun Kereta Hat Yai. Dari sini kami berjalan menuju Travel kami pulang nanti untuk membersihkan badan menaruh tas ransel. Tak sulit mencari travel tersebut karena petunjuk jalan di Hat Yai tidak hanya menyediakan aksara Siam, tapi juga huruf latin.

Kami tiba di Thai Good Travel and Tour yang saat itu sedang renovasi sekira jam 9 pagi. Setelah makan di restoran Islam (ada beberapa rumah makan halal di Hat Yai), kami langsung berkeliling kota Hat Yai. Beberapa tempat yang kami kunjungi adalah sebagai berikut :

Baca juga : Naik Bis dari Singapura ke Kuala Lumpur

1. Hat Yai Municipality Park

Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah Hat Yai Municipality Park. Dari Lee Gardens perjalanan ke tempat ini memakan waktu sekira setengah jam saja. Ada beberapa spot wisata yang terletak di lokasi berbukit ini yakni Four Face Buddha, Hat Yai Cable Car, Standing Buddha, dan Ice Dome Hat Yai. Four Face Buddha adalah kuil Buddha berwajah empat. Waktu kami kesana baru saja banyak petasan yang selesai dibunyikan. Awalnya saya bingung karena di papan petunjuk tertulis Dewa Brahma. Sampai akhirnya saya googling dan tesadar bahwa akar agama Buddha kan juga dari Hindu.

Di bawah Four Face Buddha ada wisata Cable Car. Ongkos naik cable car dari bukit Kuil Dewa Brahma menuju Standing Buddha ini hanya sekira THB 200 per orang. Untuk wisatawan irit seperti saya ini, ongkos segitu akan lebih baik untuk keperluan lainnya. Lagipula tuk-tuk yang kami sewa pasti akan mengantarkan kami menuju Standing Buddha.

Dari depan Standing Buddha kita bisa melihat kota Hat Yai dari ketinggian. Standing Buddha yang ada di Hat Yai ini adalah patung Buddha tertinggi di Thailand Selatan. Di bawahnya terdapat tempat peribadatan Umat Buddha Thailand. Karena merupakan tempat peribadatan, kita harus menyesuaikan penampilan ketika memasuki area ini.

2. Chang Puak Camp Hat Yai

Chang Puak Camp adalah tempat wisata taman gajah. Tempat wisata ini dapat ditempuh selama setengah jam Dari Hat Yai Municipality Park. Disini kita bisa memilih berbagai permainan seperti menaiki gajah, naik ATV, memanah, paintball, atau hanya sekedar makan-makan saja. Berhubung biaya naik gajah mencapai THB 500, kami urung berfoto manis di atas gajah. Biaya masuk tempat wisata ini gratis. Tapi untuk bisa naik gajah, ATV, memanah, dan Paintball kita harus merogoh kocek mulai dari THB 100 hingga 500.

3. Central Mosque of Songkhla

Karena sudah memasuki waktu dzuhur, dari Chang Puak Camp kami segera mencari masjid. Masjid Raya Songkhla ditempuh selama kurang dari setengah jam dari Chang Puak Camp. Masjid ini cukup besar. Di depannya juga terdapat kolam yang besar. Kami menunaikan shalat jamak Dzuhur dan Ashar disini. Alhamdulillah, meskipun di Thailand warganya mayoritas beragama Buddha, di Thailand Selatan termasuk di Provinsi Songkhla tidak sulit menemukan masjid dan mushalla.

4. Klong Hae Floating Market

Tempat wisata terakhir yang kami kunjungi adalah Pasar Apung Klong Hae. Dari Masjid Raya Songkhla, perjalanan ke Klong Hae Floating Market memakan waktu sekira 15 menit saja. Tidak Jauh. Kami cukup lama disini karena selain menikmati keindahan sungai Toei ada banyak jajanan yang bisa diicip. Harganya bervariasi dan sangat murah mulai dari THB 10. Pedagang disini kebanyakan melayu meskipun banyak dari mereka berkulit putih lebih mirip orang Thailand. Hampir semua pedagang juga bisa berbahasa Melayu, jadi untuk wisatawan Malaysia mauapun Indonesia yang mau jajan disini tidak akan terkendala bahasa.

Kami makan berbagai jenis makanan ringan yang mirip otak-otak. Selain itu ada pula es kelapa aneka rasa yang menyegarkan, disajikan dengan kendi berbentuk aneka karakter favorit anak-anak semacam ultraman ataupun doraemon.

Jalan lupa menikmati ketan mangga alias sticky rice in coconut cream with mango yang sedap dan juga halal.

5. Hat Yai Food Street

Menjelang maghrib, kami kembali ke Thai Good Travel and Tour. Setelah mandi dan mengganti pakaian, sambil menunggu waktu maghrib kami menyambangi pasar Santisuk Hat Yai untuk membeli oleh-oleh. Di seputaran jalan dekat Lee Garden ternyata berlangsung Food Street Market.

Banyak sekali jajanan yang bisa dimakan dan juga beberapa halal.

Kami juga membeli beberapa jajanan sebagai bekal makan malam selama di Bus. Sekira jam 7 malam, Bus dari Thai Good Tour and Travel yang sudah kami pesan pun tiba. Usai sudah trip satu hari di Hat Yai. Jika ada waktu yang agak panjang, sebenarnya ada banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi seperti Shammila Beach, Wan Hat Yai atau Patung Budhha Tidur, serta Asean Night Bazaar Festival.

Transportasi Selama di Hat Yai

Transportasi adalah hal penting selama traveling. Jika di Singapura kita dapat dengan mudah naik MRT dan Bus kota, di Hat Yai pilihan transportasinya terbatas.

1. Sewa Tuk-Tuk

Jika ingin lebih simple teman-teman bisa seperti saya, yakni menyewa Tuk-tuk, kendaraan semacam bemo. Harga sewa tuk-tuk keliling Hat Yai sehari ini variatif. Tergantung kita menawarnya berapa. Saya mendapatkan kontak salah satu driver tuk-tuk yang bisa berbahasa Inggris. Sayangnya setiba di Hat Yai, beliau tidak ditempat sehingga diganti dengan temannya yang hanya bisa berbahasa Thai. Praktis sepanjang perjalanan kami mengandalkan bahasa Isyarat untuk berkomunikasi.

Ongkos sewa tuk-tuk keliling Thailand berkisar THB 800 – 1500. Karena tujuan kami tidak banyak, kami mendapatkan harga termurah THB 800. Karena Mr Arun, driver kami juga mengantarkan kami ke Masjid Raya Songkhla yang tidak ada di list, kami menambahkan THB 200 lagi, sehingga total biaya sewa tuk-tuk seharian adalah THB 1000.

Meskipun persediaan uang Baht saya terbatas, di Hat Yai ATM mudah dicari. Apalagi jaringan CIMB sudah sampai di Thailand sehingga menarik uang di ATM CIMB Thai dari kartu CIMB Niaga saya tidak dikenakan biaya alias Gratis.

2. Songthew sejenis Angkot

Pilihan lainnya adalah jalan-jalan mandiri dengan menaiki Songthew. Kendaraan sejenis angkot ini juga cukup banyak. Kelebihan jalan-jalan dengan naik Songthew adalah ongkosnya lebih murah sehingga bisa berhemat. Sekali jalan dengan Songthew kita hanya mengeluarkan biaya sekira THB 10 saja. Namun kekurangannya, tidak semua tempat wisata bisa dijangkau dengan menggunakan Songthew. Alternatifnya ketika tidak ada Songthew kita bisa naik tuk-tuk sekali jalan dengan biaya sekira THB 20-50.

Tidak susah keliling Hat Yai satu hari. Jika ada waktu lebih bisa menginap di Hat Yai. Rata-rata biaya hostel satu malam di Hatyai tidak mahal hanya berkisar 200ribuan rupiah saja. Selamat mencoba, dan selamat berlibur…..

Clip to Evernote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge