Ingin Anak Bisa Membaca atau Cinta Membaca?

By | December 10, 2015

Di sekolah kami, seorang anak sebut saja namanya Diana, baru saja kami panggil kedua orang tuanya. Ini adalah treatment rutin jikalau seorang anak dirasa bermasalah. Bermasalah disini maksudnya jika ada miss atau selisih dalam perkembangannya. Seperti Diana ini, masalah utamanya ada di trust atau rasa percayanya terhadap keluarga dan sekolahnya. Jadi waktu itu yang kami bicarakan adalah solusi bagaimana supaya Diana nyaman di rumah dan sekolah.

Baru saja dua hari dilakukan treatment, wali kelasnya menghampiri saya dan menyampaikan apa yang Ibunda Diana sampaikan kepadanya bahwa beliau (Ibunda Diana) bermaksud ingin memberikan les baca untuk Diana, dimana memang kami akui keaksaraannya juga mengalami keterlambatan.

Tak perlu berpikir banyak, tanpa mempertimbangkan apapun dengan tegas saya menjawab : TIDAK! Lha, baru saja Diana mulai mau ke sekolah sudah harus dijejali macam-macam.

Bisa dan Pintar Membaca vs Pandai dan Cinta Membaca

Mengapa saya langsung tegas menolak les baca? Les membaca memang dapat membuat anak mampu dan pintar membaca. Tapi, apakah mampu les baca mampu membuat anak menjadi Cinta Membaca?

Buku Belajar Membaca seperti membuat anak bisa membaca, Tapi tak mampu menjadikan mereka pandai dan cinta Membaca

Pengalaman kami berhadapan dengan anak-anak yang di-drill dengan kegiatan membaca sejak usia dini, semisal di TK nya dulu diajari membaca melalui buku-buku pintar membaca yang banyak dijual di toko buku, tak membuat anak menjadi cinta dengan membaca. Alih-alih cinta dengan aktivitas membaca, anak-anak ini malah menurun minat bacanya. Pengakuan beberapa orang tua, di usia-usia kelas 3 SD anak-anak mereka (yang dulu sudah bisa membaca sejak TK) menjadi sangat susah disuruh membaca oleh orang tuanya. Dan akhirnya di usia kelas 5 menjadi tak tertarik sama sekali dengan buku.

Belum lagi masalah lainnya. Berapa banyak orang dewasa yang bisa membaca tapi tak memahami maksud apa yang dibacanya. Lihat saja rambu-rambu “Khusus Busway”. Berapa banyak pengendara motor atau pengemudi mobil mewah yang tetap masuk ke jalur busway meski jelas-jelas jalan tersebut diperuntukkan bagi bis Transjakarta? Mereka hanya bisa membaca, namun tak pandai membaca.

Membaca adalah Proses yang Panjang

Yang perlu para orang tua pahami, keaksaraan anak (pemahaman dia terhadap tulisan dan bacaan) tidak muncul begitu saja. Namun tumbuh seiring berkembangnya sel-sel saraf anak. Ada korelasi antara aktivitas membaca yang ibu hamil lakukan terhadap perkembangan janinnya (ini kenapa ibu muslim harus rajin membaca Al-Qur’an ketika mengandung). Setelah anak lahir ke dunia pun kemampuan bahasa anak harus terus dibangun melalui verbalisasi terhadap apa yang ibu lakukan terhadap anaknya. Bahasa seharusnya bukan diajarkan tapi diperoleh anak melalui interaksi sosial yang aktif terhadap lingkungannya.

Pemerolehan keaksaraan tertanam sejak usia dini, ketika anak mencintai buku dan memahami pentingnya buku

Selanjutnya kemampuan berkomunikasi tersebut berkembang kepada kemampuan membaca dan menulis. Ini pun harus dilakukan melalui proses pemerolehan dari anak itu sendiri, tidak diajarkan (baca: di-drill) oleh guru. Kemampuan membaca anak berkembang mulai dari kertarikan terhadap buku, membaca gambar dan simbol, menemukan huruf, hingga akhirnya dapat membaca secara mandiri ketika usia 5 atau 6 tahun. Semua ini melalui proses yang panjang, harus dilakukan dengan penuh konsistensi, dan berpusat pada anak.

Harapannya di usia sekolahnya, anak mencintai kegiatan membaca dan menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari hidupnya secara menyenangkan.

Jadi pilihannya, ingin anak bisa membaca atau cinta membaca?

Clip to Evernote

5 thoughts on “Ingin Anak Bisa Membaca atau Cinta Membaca?

  1. Bondan

    Minggu ini saya juga mengajari anak saya membaca, dia kekas 1 sd, tapi masih blm bisa membaca. Mencintai membaca itu lebihpenting.

    Reply
    1. bangsaid Post author

      Sabar pak… Nikmati prosesnya. Belajar membaca harus dimulai dari anak juga agar tertanam kecintaan pada membaca.
      Untuk tahap-tahap awal, bisa dibacakan buku cerita menjelang tidur

      Reply
  2. Pingback: Memilih Mainan yang Cocok untuk Anak | Bangsaid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge