Balada Tongsis

By | July 25, 2015

Hari Raya sudah berlalu. Seminggu sudah. Tapi suasana Syawal masih terasa. Arus balik sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Dan Alhamdulillah… Tadi malam sudah kembali ke Tangerang lewat perjalanan yang ‘menggerahkan’ di dalam pesawat :-D. Berhubung masih Syawal tak ada salahnya saya Memohon Maaf Lahir dan Bathin jikalau selama setahun terakhir banyak janji-janji yang tak tertepati, atau salah kata dan khilaf dalam setiap postingan blog ini.

Oya, kali ini saya cuma ingin cerita sedikit tentang berlebaran di Kampung halaman. Bukan tentang kuenya, tapi cuma mau curhat jalan-jalan tanpa tongsis meskipun sebenarnya sudah dibawa jauh-jauh hari dari Tangerang. Bukannya dipakai untuk mengambil gambar selama mengunjungi sanak saudara atau ke tempat-tempat wisata, namun malah tertinggal di rumah saja. Akibatnya itu si tongkat narsis hanya menganggur saja di atas lemari di rumah orang tua. Dan bisa ditebak, foto selfie bin narsis tak bisa diciptakan selama liburan.

Omong-omong tentang tongsis, sebenarnya saya baru punya si tongkat ajaib bulan April kemarin *telat banget ya πŸ˜€ . Dari dulu sebenarnya agak alergi sama yang beginian. Deuhh… prasaan saya ngga perlu-perlu banget pakai tongsis karena bukan tipikal pria yang hobi ber-selfie ria *dilempar tongsis beneran. Tapi akhirnya saya tergoda membeli tongsis setelah mengikuti Kopdar Akbar Blogger Guru dimana di salah satu sesi, kita diajak untuk melakukan Selfie Journalism yang belum terlalu populer namun cukup menarik minat saya. Berbekal tongsis dan kamera depan sebuah handphone kita bisa melakukan reportase terhadap kejadian atau peristiwa di sekitar kita, lalu membaginya melalui youtube. Akhirnya seminggu setelahnya ketika jalan-jalan di Kota Tua, saya pun membeli sebatang tongsis untuk mencoba ber-selfie ria.

Socmed sangat mempengaruhi pola hidup saat ini. Terlebih sejak hadirnya instagram, berfoto ria dengan tongsis rasanya wajib. Penyebabnya, angle kamera depan yang tak begitu lebar, tak mencukupi untuk mengambil gambar yang lebih lebar pula. Kehadiran tongsis pun dibutuhkan. Tongsis juga saat bermanfaat buat orang-orang seperti saya yang pemalu *ambil selendang tutup muka. Daripada harus meminta orang lain untuk mengambil gambar, lebih baik pasang handphone di holder tongsis lalu jpreet, foto selfie sendiri, berdua, atau rame-rame sudah bisa dibuat. Belum lagi jikalau meminta bantuan orang lain, hasil gambar yang diambil kadang tak sesuai harapan. Kan tidak semua orang jago mengambil gambar :-D.

Naah… inilah hasil selfie narsis tanpa tongsis di Pantai Pasir Padi Pangkalpinang. Apa adanya ya. Namanya juga tanpa tongsis πŸ˜€ Ga bisa narsis sampai eksis.

selfie close up gara-gara tongsis ketinggalan

selfie close up gara-gara tongsis ketinggalan

Leave a Reply

Your email address will not be published.