Guru dan Segala Kenangan Tentangnya

By | November 26, 2010

Hari ini melihat orat-oret Google.co.id ternyata 25 November, bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Makanya tak heran begitu banyak status Facebook maupun Twitter yg mngucapkan Selamat Hari Guru.

Oya, hari ini hari guru Nasional ya. Artinya Hari Guru 25 November hanya diperingati di Indonesia. Lain lagi kalau di negara lain. Di Amerika misalnya, penghargaan untuk guru tak tanggung tanggung dilaksanakan selama sepekan yakni minggu pertama di Bulan September.

Di Indonesia sendiri, Hari Guru Nasional bukan hari libur. Peringatan Hari Guru biasanya dilakukan dengan upacara di sekolah – sekolah, juga pemberian tanda jasa oleh pejabat untuk dedikasi Guru terbaik.

Hari Guru sendiri ditentukan dari Ulang Tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yang memang jatuh pada tanggal 25 November.

Berbicara soal Guru, tentu sudah puluhan bahkan mungkin ratusan orang Guru yang sudah mendidik kita. Seperti hari ini saat update status tentang hari guru ini di Facebook, saya diingatkan teman tentang guru-guru smp saya.

Dari TK sampai SD selalu saja ada guru yg paling dikenang.

Saat TK, Guru yang sampai sekarang paling saya ingat adalah Bu’Dal. Ya, beliau adalah tetangga saya dulu sebelum saya dan keluarga pindah ke Kota lain. Tapi bukan karena tetangga bikin saya ingat terus sama beliau. Tak lain karena ukuran tubuhnya yang Jumbo. Dan dahsyatnya, sampai tulisan ini kubuat Bu’Dal masih mengajar di TK yang sama lho.

Di SD, juga banyak yang berkesan tentang Guru. Yang paling kuingat adalah Bu’Yasmin lantaran beliau paling cantik *Hahaha. Juga anak beliau *ding. Saya dulu paling sering dijodoh-jodohkan *parahnya. Selain itu tentunya Pak Mardi Guru Matematika yang membimbing saya sehingga bisa menjadi juara kecamatan di ajang Lomba Bidang Studi (Kalau sekarang Olimpiade). Ada juga Pak Hazali yang setiap tahun membawa saya ke Kabupaten untuk lomba Adzan meskipun tidak pernah juara.

Masa SMP saya lewatkan di dua sekolah karena saat kenaikan kelas 3 keluarga saya pindah. SMP 1 Koba, banyak sekali kenangan disini. Mulai dari mata pelajaran yang beda dari sekolah lain, sampe jadi andalan instruktur senam. Pak Karel Tambunan yang sangar yang megajarkan beternak ayam buras (Meski mati semua dimakan musang), ada Pak Askari yang Gokil, Bu Nursidah yang bikin saya makin cinta dengan Matematika, Bu Yekti yang ngajrin main Recorder, pianika, keyboard, juga membaca partitur, dan banyak lagi yang ngga mungkin saya tulis satu persatu.

Di sekolah yg kedua, SMP 2 Pangkalanbaru yang sekarang SMP 1 Namang, Guru yang paling mengesankan adalah Pak Iskandar (Sekarang camat Namang). Beliau ini selain guru tajwid, juga guru mata pelajaran Budi Pekerti di sekolah. Orangnya baik minta ampun sehingga nilai Agama dan Budi Pekerti saya selalu 9 (Katanya kalo 10 itu nilai malaikat). Beliau juga pembina Pramuka yang rajin sekali mengajak kami berkemah. Ada lagi pak Riko, guru paling Killer yang selalu memaksa kami bertanya. Dan beliau ngga segan-segan menggunakan tangan untuk menghukum. “Keganasan”nya mereda sejak entah siapa mengirim surat kaleng kepada kepala sekolah sehingga kami satu angkatan disidang battle to battle dengan Pak Riko dihadapan guru BP.

Di SMA, saya mengenal mata pelajaran Favorit (sampai sekarang) Kimia. Dan tentu saja guru favorit saya di SMA adalah Guru Kimia. Ada 2 orang, Bu Yus yang juga wali kelas kami sejak kelas 2 berlanjut di kelas 3, dan Bu Zur Guru Kimia kelas 1. Lewat didikan mereka saya bisa mewakili sekolah di Olimpiade Kimia sampai tingkat Propinsi.

Ada lagi pak Alex, Guru yang membuat saya mencintai pelajaran Bahasa Inggris. Cara mengajar Pak Alex ini paling top dari sekian banyak Guru Bahasa Inggris yang sudah saya temui. Kalau Guru Bahasa Indonesianya, tentu saya suka. Meskipun paling benci dengan mata pelajaran ini, saya toh jadi gemar menulis. Bahkan karena dorongan beliau saya jadi bisa menulis cerita pendek.

Oya, waktu SMA pula tetap ada guru yang menarik hati karena kecantikannya. Bu Asro, guru Sejarah yang sempat mendapatkan Award Guru Terseksi dari kelas sebelah. Beliau ini selain modis selalu menjaga penampilan sehingga terlihat Perfect dimata murid-muridnya.

Kuliah di Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dimana para mahasiswa memperlakukan Guru sebagai Objek yang harus dihormati. Benar-benar dihormat menggunakan tangan layaknya Upacara bendera. Setiap bersua dengan dosen di Lingkungan kampus, sudah menjadi kewajiban kami mengangkat tangan. Yang paling berkesan adalah dimana saya terancam SP2 gara-gara menyelenggarakan Penggalangan Dana untuk membantu korban Gempa Jogja. Pudir 4 bahkan mengancam men-DO-kan saya. Meskipun SP 2 dengan poin minus 30, toh saya masih punya poin plus di buku kondite sebanyak 45. 😀

Tapi yang pastinya paling diingat oleh seluruh Mahasiswa adalah Pak Direktur yang ngetop di kalangan Mahasiswa dengan nama “Mr.BIG”. Orangnya perfeksionis berwawasan luas sekali dan sangat ditakuti oleh Mahasiswa. Tapi jujur, beliau menginspirasi saya untuk rajin Membaca.

Ahhh,… Guru2 tersebut memang luar biasa. Tak bisa saya sebut satu persatu bahkan. Mereka semua memotivasi sekaligus menginspirasi.

Selamat Hari Guru, semoga Allah SWT mencatat pengabdian bapak dan Ibu sekalian sebagai amal jariah nyata yang bermafaat sepanjang masa.

Nah, kawan-kawan bagaimana kenangan kalian tentang guru?

Clip to Evernote

One thought on “Guru dan Segala Kenangan Tentangnya

  1. Wawan

    Jujur untuk salah satu guru di Perguruan Tinggi, saya terinspirasi oleh Mr BIG, yang masih saya ingat Mr BIG adalah:
    1. Mengajarkan kita untuk bisa berwirausaha. Contoh: Dalam kuliah umumnya dia suka cerita dengan wirausaha yang dijalankannya.
    2. Menggali banyak pengetahuan, salah satunya lewat membaca. Dia cerita punya koleksi buku banyak salah satunya Buku Aa Gym.
    3. Belajar berani

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge