Waspadai Berbagai Tanda Bayi Dehidrasi Ini, Moms

By | January 28, 2021

Dehidrasi merupakan salah satu kondisi yang cukup sering dialami bayi. Ada berbagai penyebab yang bisa membuat bayi rentan kehilangan cairan tubuhnya. Demam, diare, muntah, kurang minum, dan seringan berkeringan merupakan beberapa di antaranya.

Kondisi ini tidak bisa disepelekan. Bayi sangat sensitif bila dehidrasi. Tubuhnya yang kecil baru memiliki sedikit cadangan air, sedangkan ia membutuhkan asupan cairan yang cukup agar tubuhnya bisa tetap berfungsi sebagai mestinya.

Sayangnya, seperti yang kita tahu bayi belum bisa berbicara langsung untuk mengutarakan kondisinya kepada orang tua. Untuk itu, sebagai orang tua kita perlu mewaspadai berbagai tanda dehidrasi pada bayi.

Kenali tanda dehidrasi pada bayi

baca juga : Plus Minus dari Penggunaan Gurita Bayi yang Perlu Anda Ketahui

Tanda Dehidrasi pada Bayi

Berdasarkan tingkat keparahannya, ada tiga tingkatan dehidrasi; ringan, sedang, dan berat. Apa saja tanda-tanda dehidrasi dari tiap tingkatan tersebut? Berikut ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber:

Dehidrasi ringan

Berikut berbagai tanda bayi dehirasi ringan, Moms:

  • Sering mengantuk dan lemas: pada dasarnya bayi memang sering mengantuk dan suka tidur. Dalam sehari, si kecil bisa tidur sampai 13 jam sesuai dengan usianya. Namun, kita harus mewaspadai bila si kecil lebih sering tidur daripada biasanya. Terlebih bila ia terlihat lemas dan tak bersemangat.
  • Mudah rewel: salah satu efek yang membuat bayi tidak nyaman saat dehidrasi adalah rasa sakit yang timbul di bagian pencernaannya. Untuk itu, perhatikan bila si kecil tiba-tiba menjadi lebih rewel dan sering menangis dari biasanya. Itu bisa menjadi cara ia mengutarakan kondisinya.
  • Lebih sering menyusu: dehidrasi membuat si kecil menjadi lebih haus untuk menggantikan cairan tubuhnya yang hilang. Maka itu, si kecil akan senantiasa memberikan ‘kode’ ke Anda untuk menyusu.

Dehidrasi sedang

Waspadai bila si kecil mulai menjukkan tanda dehidrasi sedang berikut, Moms:

  • Mulut kering: Anda melihat bibir si kecil jadi kering, pecah-pecah atau sampai terkelupas? Waspadai tanda dehidrasi tingkat sedang, Moms.
  • Jarang buang air kecil: Bayi jarang pipis merupakan peringatan keras yang harus Anda perhatikan, Moms. Normalnya, bayi akan pipis sebanyak 20 kali sehari. Itu membuat Ibu harus mengganti popoknya sebanyak 6-10 kali sehari. Dikutip dari laman Momslyfe, segera kunjungi dokter bila bayi Anda tidak buang air kecil selama 6-8 jam.
  • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis: Si kecil pasti akan menjadi lebih rewel ketika kondisi tubuhnya sedang tidak baik. Bila ia menjadi lebih sering menangis tapi tidak ada air mata yang keluar, itu merupakan pertanda keras kita harus segera memeriksakan kondisinya ke dokter, Moms.

Dehidrasi berat

Ini merupakan tingkatan dehidrasi yang terparah. Berikut gejalanya:

  • Mata bayi terlihat lebih cekung dari biasanya
  • Kaki dan tangannya terasa dingin
  • Tubuh dan wajahnya menjadi pucat
  • Napasnya lebih pendek dan cepat
  • Hanya pipis sebanyak 2 kali dalam sehari
  • Kulitnya tidak elastis

baca juga : Perlengkapan Bayi Makan dan Panduan Pemilihan yang Aman Bagi Si Kecil

Gejala dehidrasi yang dikenali sejak awal tentunya akan membuat kondisi bayi cepat membaik. Untuk itu, kenali berbagai tanda di atas dan segera tangani sebelum terlambat.

Segera berikan si kecil larutan rehidrasi oral untuk mengembalikan cairan tubuh dan garam elektrolitnya yang hilang. Anda bisa memberikan cairan oralit sesuai dengan berat badan bayi sebagai langkah pertama pengobatannya. Ini aturan pemberiannya:

  • Berat badan <5 kg → berikan 200-400 ml cairan oralit.
  • Berat badan 10-14 kg → berikan 800-1000 ml cairan oralit.
  • Berat badan 15-19 kg → berikan 1000-1500 ml cairan oralit.
  • Berat badan 20-30 kg → berikan 1500-2000 ml cairan oralit.
  • Berat badan >30 kg → berikan 2000-4000 ml cairan oralit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.