Teruslah Berbuat Baik : Catatan Transit Setengah Hari di Manila

By | November 16, 2019

Semua sudah diatur sama Allah pastinya. Seperti hari ini. Kami mendarat di Manila sekira jam 6 waktu setempat. Beberapa hari sebelumnya saya dikenalkan dengan Mike melalui whatsapp. Karena waktu transit yang cukup lama, saya pun bertanya kepada Mike apakah memungkinkan bagi kami untuk sekedar jalan-jalan di kota Manila.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Transit di Manila Airport?

Pengalaman banyak orang termasuk review beberapa blogger, Ninoy Aquino International Airport (NAIA) agak pelit memberikan kesempatan penumpang transfer untuk keluar bandara dan city tour setengah hari di Manila. Maka ketika kami turun dari pesawat dan masuk ke area imigrasi, petugas otoritas bandara langsung mengarahkan kami ke Transfer Lounge.

Kami pun berbaris mengantri masuk. Dalam antrian saya melihat beberapa penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Jepang. Beberapa boarding pass mereka menunjukkan bahwa mereka memang akan segera melanjutkan perjalanan baik itu ke Haneda maupun Narita sebelum dzuhur.

Tentu saya jadi penasaran. Atas motivasi Bu Rita, pimpinan sekolah kami saya memberanikan diri untuk meminta izin keluar bandara pada otoritas bandara di Transfer Desk.

Sementara itu Mike, teman yang saya pun belum tahu wajahnya seperti apa, menunggu kabar dari kami. Saya sempat memberitahunya bahwa kami sudah mendarat di Manila. Mike pun membalas dan mengatakan bahwa dia sudah menunggu di NAIA sejak pagi.

Modal keberanian, petugas di transfer desk akhirnya mengizinkan kami keluar bandara setelah menghitung waktu transit kami di Manila. Qadarullahnya mereka membantu dengan sigap menbuatkan surat rekomendasi keluar bandara khusus penumpang transit. Saya hanya perlu mengisi beberapa form kedatangan untuk kemudian diserahkan ke bagian imigrasi.

Yes! Akhirnya paspor terstempel imigrasi Filipina, hehehe.

Kami bergegas keluar terminal dan segera mengabari teman baru kami, Mike, bahwa kami diizinkan keluar. Mike sungguh senang dan memberitahu bahwa dia sudah siapkan Van untuk kami.

Saya kaget. Rencana saya setelah menukar rupiah ke Peso karena atm di NAIA error dan susah dicari (lain waktu saya review bandara NAIA yang malah mirip bandara domestik di Indonesia) saya akan mengajak Mike naik Taksi dan memintanya mengantar kami ke Intramuros, situs sejarah di pinggir kota Manila.

Mike, teman baru kami ini malah telah menyewa Van untuk membawa kami berkeliling Manila. Saya merasa tak enak hati. Kami belum pernah bertemu sama sekali sebelumnya. Tapi Mike membantu kami di Manila dengan sepenuh hati.

Kami di ajak sarapan di Tim Hortons, kedai kopi dan donut. Kami di ajak mengunjungi Intramuros dan Rizal Park. Dan bahkan makan siang di restoran Persia mewah di Robinson Mal Manila. Semua fasilitas wisata dan kuliner ini disedikan Mike gratis untuk kami.

Maasyaa Allah. Saya tak berhenti mengucap syukur pada Allah. Berulang kali berterima kasih pada Mike dan juga Anthony (driver Van) pemilik usaha travel di Manila.

Semua sudah di atur sama Allah. Penghujung pertemuan singkat setengah hari berkenalan dengan Mike, setelah membelikan kami souvenir khas Manila dan makan di restoran persia, beliau mengantar kami kembali ke Bandara.

Pasti ada rahasia Allah menghadirkan orang-orang baik di tengah perjalanan kami. Mungkin Allah sedang mengajarkan kami bahwa berbuat baik janganlah pernah ditunda-tunda. Selalu ambil kesempatan berbuat kebaikan, memudahkan urusan orang lain. Apapun sukunya, apapun agamanya, berbuat baiklah kepada sesama manusia.

Teruslah berbuat baik. Mana tahu Allah hadirkan kebaikan yang banyak di kesempatan lainnya untuk kita…

Clip to Evernote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge