Menjajal Samsung Galaxy J2 dan 4G LTE Smartfren

By | January 2, 2016

Bulan November tahun lalu *halah….padahal baru awal Januari ya 😀, handphone saya yang memang sudah susah dicas akibat konektor USB yang longgar harus saya bawa ke tukang reparasi karena memang sudah sangat mengganggu saya dimana kadang saat darurat baterai habis justru tidak mau dicas.

Selang beberapa hari masalahnya sembuh. Tapi muncul masalah lain yaitu rusaknya IC Sinyal yang ternyata disebabkan oleh korosif akibat sisa-sisa air yang menempel ketika dulu sempat terendam. Seminggu kemudian handphone bisa diambil. Tapi ada saja masalah. Kamera tak mau terhubung. Dan saya harus merelakannya untuk menginap lebih lama di tempat servis.

Selama handphone Android tersebut diservis. Untungnya saya masih memiliki handphone cadangan Blackberry dan Tablet Android untuk berkomunikasi. Sayangnya, kadang Blackberry Huron tipe lama yang saya miliki agak susah diajak kompromi dengan jaringan GSM. Kadang-kadang oke, kadang juga tak bisa terima telepon.

Di saat-saat seperti itu akhirnya saya putuskan untuk membeli handphone baru. Kepengennya sih Samsung Galaxy J7 karena speknya sudah cocok buat saya. Namun apa dikata. Budget yang tidak mencukupi karena memang prioritas saya bulan tersebut bukan membeli handphone, akhirnya Samsung Galaxy J5 yang sedikit dibawahnya juga tidak kesampaian dibeli. Pilihan saya terakhir adalah Samsung Galaxy J2 dengan bentuk yang sama dengan dua hanpdhone tersebut dan juga sama-sama memiliki konektivitas 4G LTE. Harganya masih dalam budget. Dua juta kurang sedikit saja.

Samsung Galaxy J2

Samsung Galaxy J2

Rencananya mengganti handhphone ke jaringan 4G LTE akan saya lakukan di tahun 2016 ini karena modem wifi di rumah sudah support 4G LTE kalau hanya untuk mencicipi jaringan tercepat di Indonesia saat ini. Tapi, ya sudah… mungkin Samsung Galaxy J2 ini jodoh saya. Berikut sedikit review/ pendapat saya tentang Handphone ini setelah hampir dua bulan memakainya bersama jaringan 4G LTE Smartfren.

Fitur Apa Saja yang Terdapat pada Samsung Galaxy J2 ?

Secara visual, bentuk Samsung Galaxy J2 ini sama persis dengan kakak-kakaknya Galaxy J5 maupun Galaxy J7. Perbedaannya ada pada ukuran yang lebih kecil sedikit dari dua handphone tersebut. Galaxy J2 dibekali layar 4,7″. Dibandingkan handphone saya sebelumnya memang sedikit lebih kecil. Dengan layar seukuran itu, handphone ini cukup pas dipegang oleh satu tangan ataupun mengetik dengan dua tangan. Samsung menghadirkan layar Super AMOLED yang jernih, natural, responsif, dan bening yang akhirnya menjadi salah satu kelebihan Galaxy J2. Sayangnya layar AMOLED membutuhkan suplai energi lebih banyak. Baterai yang hanya 2000 mAh (setengahnya kapasitas baterai handphone saya sebelumnya) akan terasa lebih cepat habis. Konsekuensinya saya harus sering mengisi ulang baterainya.

Untuk urusan dapur pacu, disaat hanpdhone lain masih konsisten dengan Mediatek atau Qualcomm, Samsung menghadirkan prosesor pabrikannya sendiri, yakni prosesor Exynos 3475 generasi pertama dengan kecepatan QuadCore 1,3 GHz ditunjang dengan RAM standar 1 GB. Memang terlihat untuk harga mendekati dua juta, RAM 1 GB terkesan terlalu mahal karena kebanyakan handphone dengan harga yang sama sudah menghadirkan RAM minimal 2 GB sebut saja Redmi Note atau Meizu.

Dengan harga serupa resolusi kamera utama yang tersedia juga masih kalah, termasuk dibandingkan dengan handphone saya sebelumnya. Samsung hanya menyediakan kamera dengan resolusi sebesar 5 MP ditambah kamera sekunder beresolusi 2 MP. Tapi untuk hasil gambar, jenis lensa kamera Samsung tak diragukan lagi. 5 MP punya Samsung masih lebih jernih dibandingkan 8 MP milik handphone lokal. Ini kelebihan lainnya dari Samsung Galaxy J2.

Hasil Kamera Depan Samsung Galaxy J2

Hasil Kamera Depan Samsung Galaxy J2

Kalau ini Kamera Belakang Samsung Galaxy J2 yang 5 MP itu

Kalau ini Kamera Belakang Samsung Galaxy J2 yang 5 MP itu

Samsung + Smartfren 4G LTE

Pada penjualan resminya, handphone dengan sistem operasi android Lollipop 5.1 ini dibundled dengan kartu perdana Smartfren berbonus kuota hingga 4,5 GB. Ini belum termasuk bonus bulanan yang diterima hingga 19 GB jika rutin diisi minimal Rp 100.000,00 per bulan yang berlaku selama 12 kali pengisian atau maksimal 12 bulan. Di beberap konter handphone ada yang menjual tanpa bundling. Harganya malah lebih mahal meskipun ada yang menjual dibawah harga resmi Smartfren Rp 1.999.000,00.

Pengalaman saya memasang kartu Smartfren yang sebenarnya support untuk SMS dan telepon di Galaxy J2, justru hanya bisa digunakan untuk berinternet saja mengingat jaringan yang didukung oleh Galaxy j2 adalah LTE/WCDMA/GSM sedangkan kartu Smartfren mendukung LTE/EVDO/CDMA. Sayangnya hingga tulisan ini dibuat, kolaborasi Galaxy J2 saya dan 4G LTE Smartfren kurang mulus. Saya masih harus sering restart jaringan karena terkadang jaringan internetnya putus tiba-tiba. Saya sudah melaporkan ke CS Smartfren. Namun sepertinya belum ada perubahan sama sekali.

Oya, selain 4G LTE Smartfren Galaxy J2 juga mendukung kartu 4G LTE milik Bolt, Telkomsel, XL, Indosat, dan juga Tri (kalau Tri sudah kembangkan jaringannya ke 4G). Cukup banyak pilihan dibandingkan beberapa handphone yang hanya mendukung 4G LTE operator tertentu.

Saat ini di beberapa gerai handphone harga Samsung Galaxy J2 masih di harga standar. Namun beberapa toko online seperti tokopedia, harganya sudah berada di angka RP 1,8 jutaan.

Clip to Evernote

11 thoughts on “Menjajal Samsung Galaxy J2 dan 4G LTE Smartfren

  1. Penjaja Kata

    Emang memuaskan menggunakan produk Samsung edisi J, harganya pun cukup terjangkau. Kalau saya kebetulan kemarin beli yang J5 dan pake jaringan 4G milik XL, tapi sayang kecepatannya belum terlalu maksimal untuk daerah kabupaten Bandung. 🙁

    Salam kenal, mas. Semoga langgeng bersama Samsung J2-nya. 🙂
    http://penjajakata.com/

    Reply
    1. bangsaid Post author

      Sejauh ini saya masih puas.
      Bos saya juga pakai j5. Tapi saya awalnya kepengen j7 malah ?

      Reply
    1. bangsaid Post author

      Hehe.. alhamdulillah.
      Pengennya J7. Apa daya duit tak sampai ??

      Reply
  2. Jarwadi MJ

    saya sebenarnya juga punya handphone andromax dan kartu fren, sayang kurang bisa digunakan maksimal karena sinyal smartfren di sini kurang bagus,

    Reply
    1. bangsaid Post author

      di rumah saya juga standar sih mas. Itu juga 4G LTE nya musti sering direstart. Tapi secara umum di Tangerang oke. Dibawa ke kaki gunung Salak kemaren juga masih oke 4G LTE nya

      Reply
    1. bangsaid Post author

      Buat saya kamera Samsung best mas. Tapi masih bening kamera Oppo sih

      Reply
  3. yanto

    Mau tanya.saya pakai samsung j2.tp internet masih lemot.apa kalau pakai modem mifi 4g bisa lebih kencang ?

    Reply
    1. raditya

      Saya pke mifi di j2 alhamdulilah kenceng bisa 52ms . Ping nya
      Tapi waktu malah saya coba langsung masukin kartu smartfren ke hp cuma kluar panggilan darurat saja -_-

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge