Solusi Anak Keberatan Tas Ransel

By | August 2, 2015

Beberapa hari yang lalu, saya membagi postingan curhat salah satu orang tua di grup parenting yang saya ikuti. Curhatnya mengenai banyaknya buku yang harus dibawa ke sekolah sehingga isi tas anaknya menjadi sangat berat. Anaknya pun menjadi malas ke sekolah karena mendapatkan banyak beban, baik mental maupun fisik seperti itu. Postingan saya pun direspon salah seorang teman SMA saya yang juga mengeluhkan beratnya tas yang harus digendong puterinya kala ke sekolah.

“Setiap hari minimal ada 3 mata pelajaran. Setiap pelajaran terdiri dari 1 buku paket yang tebal, 1 buku lembar kerja siswa (LKS), 1 buku catatan, dan 1 buku latihan. Sehingga sehari minimal isi tas anak saya 12 buku,” curhat teman saya. Saya pun teringat dengan salah satu murid privat saya yang bersekolah di Sekolah Nasional Plus di Serpong. Isi tasnya bahkan jauh lebih banyak dari itu semua. Karena terlalu banyak yang harus dibawa ke sekolah, kadang dia memakai koper.

Ilustrasi beban tas punggung bagi anak

Ilustrasi beban tas punggung bagi anak

Ternyata banyak juga yang mengeluh soal ini. Buktinya beberapa hari terakhir banyak portal berita yang mengangkat masalah ini. Beberapa melengkapinya dengan pejelasan para ahli mengenai dampak dari tas yang terlalu berat untuk anak. Akibat jangka panjangnya mempengaruhi bentuk tulang punggung, itu belum termasuk gejala sakit lainnya.

Jika dibandingkan dengan tas jinjing atau tas bahu, tas punggung memang lebih praktis. Saya pun lebih suka pakai model ini ketimbang yang lainnya termasuk untuk urusan bepergian (saya lebih suka pakai ransel gendong). Daya tampung tas jenis ini juga cukup banyak sehingga memang menjadi piilihan bagi anak-anak sekolah. Tapi, beban yang terlalu besar (melebihi 10% berat tubuh) sangat mengganggu proses pertumbuhan anak. Tentu efek ini akan terasa beberapa tahun mendatang.

Tas Trolley anak (sumber: tasanakmurah.com)

Tas Trolley anak (sumber: tasanakmurah.com)

Oleh karena itu dibutuhkan beberapa solusi agar tidak terjadi skoliosis (bengkok tulang punggung), bongkok, dan sejenisnya. Solusi yang paling simple adalah mengganti model tas anak dari model tas punggung menjadi Tas Trolley. Tas jenis ini akan memudahkan anak membawa buku-bukunya ke sekolah. Didukung dengan roda yang kuat, selain bisa menampung banyak barang (karena persis seperti tas punggung), tas ini bisa didorong atau ditarik sehingga tidak membebani punggung anak. Beberapa tas jenis ini juga bisa dibongkar pasang. Bisa dijadikan tas trolley, atau kapan-kapan ketika bawaannya sedang tidak banyak bisa difungsikan sebagai tas punggung.

Siswa SD Al-Amanah Membuat & Menghias Donat di Sentra Seni

Siswa SD Al-Amanah Membuat & Menghias Donat di Sentra Seni

Solusi lainnya ya cari sekolah yang tidak membebani anak. Di Sekolah Al-Amanah Tangerang tempat saya mengajar misalnya. Barang bawaan anak ke sekolah hanya alat tulis (kadang ditambah selembar buku tulis), pakaian ganti (kondisi tertentu seperti olahraga atau kegiatan di luar), serta perlengkapan shalat. Tak ada buku paket yang tebal-tebal, apalagi buku LKS. Semua demi kenyamanan anak. Tapi, anak tetap belajar banyak. Buktinya setiap tahun ada banyak hasil karya anak yang dipamerkan kepada orang tua sehingga orang tua puas, anak tidak merasa terbebani. Anak pun berangkat ke sekolah dengan nyaman.

Clip to Evernote

10 thoughts on “Solusi Anak Keberatan Tas Ransel

  1. Hanif Mahaldi

    sayang ya bang, kalau di amrik sono, buku itu warisan senior2nya, jadi dikasih lemari buku di sekolahnya. Siswa yang naik kelas meninggalkan buku2nya di lemari sekolah, dan yang baru masuk, memakai buku kakak2nya. Sayang di Indonesia buku sekolah masih jadi ladang bisnis juga, jadi tiap angkatan bisa beda2. hehe. ide menarik, tas trolly juga mulai jarang terlihat di anak2 sekarang.
    Hanif Mahaldi recently posted…Bagi-bagi Buku Gratis KaryakuMy Profile

    Reply
    1. bangsaid Post author

      Jaman saya juga gitu. Buku saya masih bisa dipakai adik-adik. Sekarang baik negeri maupun swasta jadikan buku sebagai lahan bisnis ya. Syukurnya di sekolah saya ga ada yang namanya buku paket apalagi LKS

      Reply
  2. Ibnu Cho

    Halo bang Said, maaf baru berkunjung lagi,, , , lama gak ngeblog.
    Yang gede aja kayak saya dulu jaman sekolah, paling maless kalo harus bawa buku banyak. Btw, itu tas rekomendasinya kayak model koper gitu ya? jadi diseret aja gitu. . .
    Ibnu Cho recently posted…Hello World.My Profile

    Reply
    1. bangsaid Post author

      Hey.. kemana aja? Apa kabar Jayapura?
      Iya. Itu tasnya persis kayak kita narik koper

      Reply
    1. bangsaid Post author

      Ini bisa jadi salah satu solusi juga mas. Sepertinya Kemendikbud yang sekarang punya program begini deh. Cuman untuk daerah timur dan terluar

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge