Anak Indonesia itu Pekerja Keras

By | April 13, 2014

Ahad (13/4) malam di dalam bis AC Budiman yang sedang menunggu penumpang di Poolnya di Cikokol Tangerang ada hal menarik perhatian saya. Sesosok anak perempuan, yang sepertinya seumuran dengan murid saya di SMP masuk ke dalam bis dengan menenteng beberapa ikat buah apel dan jeruk. Dia masuk melalui pintu belakang kemudian berjalan perlahan menjakakan dagangannya ke setiap baris kursi penumpang.

“Jeruk… apel, bu. Jeruk.. apel, a. Buat oleh-olehnya.”

Sayangnya hingga baris terdepan atau menjelang kursi sang sopir, tak satupun dari penumpang yang tertarik dagangannya. Ahh…. saya jadi iba. Tapi perjalanan saya malam itu bukan untuk wisata ataupun mudik sehingga saya juga tidak membeli oleh-oleh khusus.

Akhirnya anak perempuan tersebut turun dari bis. Tetap dengan langkah perlahan. Namun dari wajahnya saya melihat tak sedikit pun tampak guratan kekecawaan karena dagangannya yang belum laku. Tampaknya dia adalah anak yang tangguh dan tak mudah menyerah.

Kemudian saya memikirkan salah satu murid saya di SMP yang mungkin bisa dibilang anak yang berkecukupan namun kurang baik dalam hal mensyukuri rezeki yang dipunya. Murid saya itu masih belum bisa berhemat sementara anak perempuan tadi mungkin untuk jajan saja harus menunggu dagangannya laku banyak.

Saya pun mengingat masa kecil saya. Ohh… saya tidak terlahir dari keluarga berada. Sejak kecil saya juga sering menjajakan dagangan tetangga atau emak saya terutama menjelang lebaran. Uang yang terkumpul tentu saja untuk “modal lebaran” baik untuk membeli baju baru, juga untuk membeli mainan yang hanya bisa saya beli saat lebaran.

Pastinya tidak hanya anak perempuan tadi yang bernasib seperti itu. Pasti banyak anak – anak Indonesia lainnya yang juga berjuang keras dalam hidupnya baik untuk membantu oranh tua maupun membiayai sekolahnya. Salah seorang tetangga saya dulu bahkan rela menjadi pembantu di Ibu kota propinsi demi melanjutkan sekolahnya jenjang SMA hingga kuliah.

Semoga anak – anak pekerja keras Indonesia masih ada. Sedangkan remaja-remaja hedon dengan gaya hidup mewah hanya ada di sinetron saja. Indonesia butuh pekerja – pekerja keras yang siap membangun negeri ini.

11 thoughts on “Anak Indonesia itu Pekerja Keras

    1. bangsaid Post author

      Makanya ga suka nonton Sinetron Indonesia. Mending nonton drama Korea ato serial tv Amerika

      Reply
  1. Zizy Damanik

    Setuju dengan Hanif.
    Kondisi dan pengajaran harus ada untuk mengajarkan kerasnya hidup pada anak. Saya dulu tidak berkecukupan, tidak juga kekurangan, tapi sangat mengerti bagaimana berhemat.
    Semoga bisa juga menerapkannya ke anak.
    Zizy Damanik recently posted…Being Happy adalah PilihanMy Profile

    Reply
    1. bangsaid Post author

      amin… 😉
      Tantangan nih buat para orang tua

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge