Makan Kebab Turki (Akhirnya)

By | November 5, 2010

Malam ini kesampean juga makan Kebab Turki Baba Rafi pamer dan promosi. Udah lama sebenernya kepengen makan kebab “beda” ini. Yaps, dari sekian banyak kebab yang pernah saya makan, saya jatuh cinta sama cita rasanya Baba Rafi. Ada banyak hal selain rasa yang bikin ketagihan dari kebab ini. Rotinya beda juga cara masaknya berbeda. Kalo adik saya kebetulan suka sama Mas – mas yang masak, hahaha. Mau nyaingin saya sebagai lelaki top di Perumnas Karawaci.

Kebab masih dalam bungkusnya

Kebab masih dalam bungkusnya

Seperti yang saya bilang tadi, cara masak Kebab Turki ini beda dengan kebanyakan franchise kebab yang ada. Kalau yang lain membakar/ menggoreng rotinya baru kemudian dimasukkan salad dan daging sayatnya, Baba Rafi tidak. Salad, daging, dan saos dimasukkan langsung ke dalam roti, tanpa dimasak sebelumnya. Baru kemudian salad yang sudah dibungkus roti kebab digoreng menggunakan margarin beberapa menit sampai rotinya menjadi garing.

Bungkusnya paling beda sama yg Lain (cuma pake tissue & oil paper)

Bungkusnya paling beda sama yg Lain (cuma pake tissue & oil paper)

Saya kurang tahu margarin apa yang digunakan. Yang pasti, saat si mas menggoreng, baunya harum mengundang selera bikin air liur saya meletup letup *lebay. Daging sayatnya Baba Rafi juga lembut, tidak liat (alot) seperti kebab kebanyakan. Jadi wajar saja kalau harga kebab Baba Rafi lebih mahal dari kebab lainnya meskipun kebab Baba Rafi tidak menambahkan “unsur” keju. Tetap saja gurihnya Baba Rafi paling enak ^^.

Penampakan Kebab keluar dr Bungkusnya

Penampakan Kebab keluar dr Bungkusnya

Sayang, outlet Baba Rafi sungguhlah jauh dari kosan saya sehingga saya harus bersusah payah mencapainya.

Gigitan Pertama, Yummmyy... gurihnya

Gigitan Pertama, Yummmyy... gurihnya

Clip to Evernote

4 thoughts on “Makan Kebab Turki (Akhirnya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge