Author Archives: bangsaid

Perjuangan Punya Rumah Sendiri

Tahun 2016 lalu setelah serah terima kunci dari developer, kami memutuskan untuk segera menempati rumah baru. Yah lumayan mengirit biaya sewa kontrakan daripada harus membayar double, cicilan rumah dan biaya sewa. Sebenarnya serah terima kunci sudah dilakukan sejak akhir tahun 2015. Namun karena kami baru bisa membangun dapur sederhana, kepindahan pun baru bisa dilakukan pertengahan tahun.

Ingat sekali saya ketika pindah ke rumah baru. Malam 1 Ramadhan, setelah tarawih di musholla dekat kontrakan, kami beberes barang-barang untuk diangkut menggunakan mobil pick up menuju perumahan baru di pelosok Tangerang yang jaraknya sekira 14 kilometer. Akan tetapi yang namanya di Kota ya jarak segitu tetap harus ditempuh 30-40 menit dengan menggunakan Mobil. Alhasil kami baru tiba di rumah sudah tengah malam menjelang sahur.

baca juga : Mimpi Punya Rumah Sendiri

Indahnya Punya Rumah Sendiri Pasca Pernikahan

Untuk keluarga baru dan kecil seperti kami, punya rumah adalah sebuah keberkahan sekaligus kebahagiaan. Apalagi perjuangan membayar cicilan DP yang tiga kali gaji seorang guru di sekolah swasta, tentu sangat berat. Qadarullah tahun 2014 ketika mulai hunting rumah, Allah menakdirkan saya bekerjasama dengan salah satu marketplace yang sedang naik daun kurang lebih satu tahun lamanya. Sebagai freelance blogger, saya mendaptkan job yang lumayan untuk tambahan biaya DP rumah. Bahkan kalau dihitung, fee kerjasama ini malah lebih besar dari pada gaji guru yang saya terima. Ini ditambahkan lagi penghasilan dari mengajar privat.

Lima bulan mencicil, akhirnya uang muka rumah lunas dan sebulan kemudian kami menandatangai KPR di sebuah Bank yang sudah terkenal memberikan bantuan kredit kepemilikan rumah subsidi. Bulan berikutnya, serah terima kunci dilakukan.

Sebuah keberkahan punya rumah sendiri

Tentu perasaan saya dan istri sangat bahagia ketika memegang kunci dan membuka pintu untuk pertama kalinya. Ya Allah, akhirnya punya rumah sendiri. Sempat terbersit di pikiran, kenapa dulu saat membujang saya tidak kepikiran untuk mulai membeli rumah ya. Sehingga ketika berkeluarga sudah jauh lebih siap. Padahal dulu ketika masih bekerja di perusahaan IT, gaji saya empat kali lipat dari gaji awal yang diterima ketika memutuskan menjadi guru. Dan saat itu saya masih sendiri. Entah kenapa malah jauh lebih boros. Yang saya ingat, tabungan dari gaji di perusahaan yang saya sisihkan tiap bulan selama 2 tahun bekerja hanya cukup membeli sebuah smartphone android dan laptop saja. Berarti fixed saya cukup boros saat itu.

Penyesalan memang selalu terjadi belakangan. Maka setelah menikah, saya mulai berhemat dan mengatur pengeluaran. Tetap menabung untuk bisa membeli rumah juga persiapan pendidikan anak kelak.

Perjuangannya Tak Berhenti Setelah Punya Rumah

Apakah setelah punya rumah masalah selesai? Ternyata tidak. Ketika akan membangun dapur sederhana, air menjadi kebutuhan utama. Pun begitu nanti setelah ditempati. Beruntungnya developer memberikan bonus mesin pompa air berikut sumurnya. Sayangnya karena sumurnya tidak begitu dalam, kualitas air yang keluar pun kurang bagus. Apalagi setelah disedot lebih dari 10 menit, air malah berhenti keluar.

Air adalah kebutuhan utama rumah tangga

Meskipun demikian, air dari sumur bonus developer tersebut masih cukup untuk dipakai tukang membangun dapur. Sayangnya saat pindah, air tersebut sangat tidak cukup untuk keluarga kecil kami yang terdiri dari 3 orang. Apalagi yang namanya bayi, kebutuhan air untuk mencuci pakaian dan mandi cukup banyak.

Baca Juga : Kesalahan Yang Harus Kamu Hidari Saat Beli Rumah Murah Pertama Kali

Perjuangan Mendapatkan Air Sebagai Kebutuhan Utama

Bermodal inisiatif tetangga yang bernasib sama, kami sepakat membangun sumur pompa air berbasis satelit untuk dua blok kami saja. Sampai disini pun masalah belum selesai karena kualitas air masih kurang bagus. Hanya cukup untuk mandi dan cuci saja. Bahkan kontraktor awal yang kami sewa untuk membangun sumur malah kabur begitu saja sehingga kami harus mencari kontraktor baru. Padahal uang sudah habis banyak.

Alhamdulillah kontraktor baru ini cukup bertanggung jawab. Selain membuatkan sumur baru, mereka juga menggunakan bahan peralatan yang bagus salah satunya pipa air. Dengan kontraktor pertama, kami diberikan pipa air yang kurang bagus. Sehingga saat akan diangkat, pipa malah pecah, bengkok, bahkan tenggelam. Pipa air yang direkomendasikan oleh kontraktor baru ini adalah Rucika.

Jujur sebagai orang yang tidak update dengan hal ini, saya baru mendengar soal Rucika. Kalau pipa air yang sering saya dengar di televisi ya yang tagline-nya “Air mengalir sampai jauh” itu. Makanya instalasi air di rumah saya pun pakai pipa tersebut.

Tapi ternyata menurut pimpinan proyek yang baru, pipa air Rucika termasuk yang terbaik di kelasnya. Pipa air yang diproduksi oleh PT. Wahana Duta Jaya Rucika ini sudah ada sejak tahun 1973 dan merupakan salah satu produsen pipa PVC terbesar di Indonesia dengan fasilitas produksi yang tersebar di berbagai belahan nusantara. Tidak hanya memproduksi pipa airnya saja, Rucika juga menyediakan komponen lainnya yang cukup lengkap seperti macam-macam sambungannya bahkan lem pipa.

Pipa Air Panas Kelen Green Rucika

Pipa airnya pun beragam jenisnya. Salah satunya adalah pipa air panas yang tentunya sangat berguna untuk memasang instalasi air panas terutama untuk teman-teman yang memiliki sistem pemanas air di rumah.

Perjuangan mendapatkan air bersih pun akhirnya selesai dalam waktu setengah tahun. Sungguh betul-betul perjuangan. Sepanjang belum mendapatkan air sedangkan rumah sudah kami tempati, mau tidak mau kami membeli air bersih dari tukang galon yang mondar-mandir di perumahan kami. Pengeluaran lagi tentunya. Tapi mungkin disinilah seninya berumah tangga, pandai mengelola emosi dan mengelola keuangan.

Refleksi Akhir Tahun 2020 : Berat Sepanjang Tahun

Tak terasa, hari ini adalah penghujung tahun 2020 yang artinya sebentar lagi kita akan memasuki tahun masehi yang baru, yakni tahun 2021. Sebelum masuk hitungan hari baru, rasanya apa yang terjadi dalam hidup selama tahun 2020 ini perlu dievaluasi ya, agar dapat menentukan arah hidup di tahun 2021 mendatang.

Tahun 2020 ini sungguh berat. Apalagi kalau bukan karena pandemi Covid-19 yang sampai hari ini pun belum ada tanda-tanda akan berakhir. Alih-alih, jumlah penyintas covid-19 harian malah semakin bertambah. Rasanya tepat pemerintah memberlakukan pengetatan dalam masa liburan akhir tahun ini.

Tapi rakyat Indonesia ya begitu. Semakin dilarang semakin menjadi. Buktinya penumpukan penumpang di bandara masih terjadi. Sekalipun pemerintah sudah mewajibkan pengguna transportasi udara komersil yang bertolak maupun menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk menunjukkan surat bebas Covid-19 berbasis swab antigen. Entah karena memang harus mudik akibat tertunda di masa lebaran kemarin, atau memang sekedar melepas penat akibat terkurung lebih dari 9 bulan lamanya.

Beberapa tahun terakhir, saya membiarkan refleksi akhir tahun sekedarnya saja setelah shalat isya di malam pergantian tahun. Berbeda dengan sebelum tahun 2016 dimana saya rutin melakukan refleksi akhir tahun sebagai bahan evaluasi pencapaian dalam berbagai aspek. Tapi tahun 2020 ini, akan coba saya evaluasi sebagai berikut.

Ibadah

Yang pertama dievaluasi adalah soal ibadah. Yang wajib sudah barang pasti lah ya tuntas dilakukan. Hanya saja di masa pandemi ini berbulan-bulan saya menjalankan ibadah shalat fardhu hanya di rumah saja. Saya baru berani shalat fardhu berjamaah di masjid 3 builan terakhir. Itu pun saya tetap memastikan pakai masker. Bukan hanya soal takut tertular Covid-19, akan tetapi juga takut menularkan. Semisal sejak pulang dari Malaysia akhir Februari lalu, saya pernah berstatus ODP yang membuat saya menghindari shalat di Musholla atau masjid khawatir malah membawa penyakit. Bahkan di Malaysia kami sempat kontak dengan beberapa turis dari kapal pesiar.

Ibadah Ramadhan tahun ini pun berat karena hanya di rumah saja. Sungguh pengalaman yang membuat sedih dengan suasana Ramadhan yang jauh berbeda dibanding biasanya. Di penghujung bulan puasa, kami hanya bisa bersilaturrahim dengan keluarga melalui video call saja. Padahal tiket mudik sudah disiapkan jauh-jauh hari. Tapi hikmahnya adalah saya belajar menjadi Khatib Idul Fitri setelah dulu di perumahan sempat memimpin Shalat Ied. Beruntungnya saya dikirimi khutbah Idul Fitri dari Ustadz Sarwat.

Alhamdulillah tahun ini juga bisa berpartisipasi dalam ibadah Qurban. Semoga Allah Swt memampukan terus agar bisa istiqomah di tahun-tahun mendatang. Pada dasarnya ibadah ini cuma butuh niat yang kuat, bukan menunggu mampu. Namanya berkorban, sudah pasti memang harus ada yang dikorbankan. Biasanya misalnya bisa makan enak di restoran, bisa dikorbankan sebagian dananya untuk tabungan Kurban. Biasa jalan-jalan setiap bulan, bisa berkorban untuk setidaknya 3 bulan sekali baru bepergian. Bisa saja membeli smartphone terbaru, berkorban menahan diri selama yang sekarang masih normal dan bisa dipakai tidak perlu beli yang baru. Semuanya hanya butuh niat kuat. Semua orang bisa berkurban.

Hafalan Qur’an masih mentok di Juz 28. Ini juga sama sebenarnya soal niat. Bertahun-tahun Juz 28 belum selesai juga. Tapi yang disyukuri adalah di tahun ini jadi banyak belajar kosakata bahasa Arab Al-Qur’an karena sejak pandemi mencoba menghafal Qur’an dengan artinya juga.

Pekerjaan

Pencapaian terbaik dalam pekerjaan di tahun ini adalah bisa bekerjasama dengan Microsoft untuk menyediakan platform Office 365 for education yang alhamdulillah bisa dinikmati oleh semua civitas sekolah mulai dari murid hingga guru. Usaha go-digital cukup tercapai terutama akibat pandemi Covid-19 ini. Anak-anak dan guru di sekolah mulai terbiasa menggunakan platform belajar online.

Tahun ini juga masih bisa mendamping anak-anak mengunjungi negara tetangga, meskipun berubah dari rencana akibat Covid-19. Butuh perjuangan keras juga untuk meyakinkan para orang tua mengizinkan putra putrinya mengingat awal tahun saat di Indonesia masih belum ada kabar virus Corona, di Singapura sudah orange code level. Mayoritas orang tua tidak setuju anak-anak ke luar negeri. Tapi alhamdulillah, kerja keras anak-anak luar biasa sehingga kami tetap bisa mengunjungi Melaka dan banyak tempat di Malaysia.

Tahun ini juga dikenalkan dengan Emas EOA. Jadi selain mengajar ada sedikit usaha sebagai toko emas berjalan. Usaha lain yang mulai ditekuni sejak masa karantina Covid-19 adalah berjualan buku. Melalui platform whatsapp dan instagram, saya meluncurkan toko buku online @macabuku.id. Tujuan besarnya sih membumikan buku dan memundahkan keluarga di Indonesia untuk memperoleh media literasi. Awalnya hanya iseng berbagung sebagai Book Advisor bersama mandira, akhirnya sekarang menjadi reseller beberapa penerbit buku. Penghasilannya juga lumayan bisa buat tabungan pendidikan anak juga membeli buku-buku bermutu untuk anak-anak di rumah.

Hobi

Ini dia PR besar di tahun 2020. Tercatat hanya 5 tulisan di blog ini yang berhasil diterbitkan. Dan 4 tulisan di blog lainnya. Ini menandakan tahun 2020 ini sangat tidak produktif menulis. Padahal di sekitar banyak sekali ide-ide yang dapat menjadi bahan tulisan. Oya, itu pun 5 tulisan lain di Blog ini, isinya adalah konten kerjasama (hahahah).

Tahun ini juga mulai mencoba mengaktifkan channel youtube kembali yakni mengisinya dengan konten video pembelajaran. Masih jauh dari harapan sih. Pengennya setiap minggu selalu ada konten video secara bergantian, mulai dari video pembelajaran, video cover lagu, video lagu anak, video tips parenting, atau vlog lainnya. Pernah juga coba membuat Podcast Channel di Anchor.fm dan Spotify. Lagi-lagi PRnya adalah istiqomah.

Yang tidak tercapai adalah penulisan buku pengalaman belajar di Jepang akhir tahun 2019 lalu. Sudah ada draft beberapa halaman. Karena kesibukan, akhirnya dengan berat hati buku yang seharusnya bisa launching tahun 2020 ini sepertinya harus mundur tahun 2021 besok. Tapi bersyukurnya tahun ini dikenalkan dengan teman dan komunitas penulis. Sehingga insya Allah sebentar lagi buku antologi cerpen yang ditulis keroyokan dengan guru-guru di Kabupaten Tangerang segera terbit. Buku berisi 21 cerpen kisah penggugah jiwa tersebut sudah ada di penerbit dan siap diluncurkan awal tahun 2021 ini.

Keuangan

Bisa punya tabungan pendidikan untuk anak dan deposito adalah hal yang harus disyukuri. Masih ada sih utang. Utang cicilan rumah utamanya ūüėÄ

Sejak berjualan buku, alhamdulillah dapat tambahan lagi yang dialokasikan selain untuk membeli buku-buku buat anak juga untuk tabungan pendidikan mereka.

Pendidikan

Ada niat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Tapi sepertinya istirahat dulu sambil mencari peluang kuliah S3 di luar negeri. Negara impian untuk melanjutkan pendidikan adalah Finlandia dan juga Jepang. Kalau Jepang sudah merasakan memang berbeda dan rasanya cocok saja dengan gaya hidup minimalis, disiplin, dan saling menghormati. Finlandia dipilih selain karena jurusan pendidikannya di sana terbaik, juga karena aurora adalah salah satu bucketlist saya.

Tahun ini untuk mempersiapkan pendidikan ke Jepang saya akhirnya mulai lagi belajar bahasa Jepang. Niat sekali sampai belajar melalui aplikasi belajar bahasa Busuu. Alhamdulillah sudah tuntas hiragana.

Course lain yang saya ikuti di tahun 2020 ini banyak sebenarnya. Sayangnya yang tuntas hanya yang berkaitan dengan sekolah. Dua course tentang Neuroscience di udemy belum tuntas, pun begitu dengan course yang diikuti di Skill Academy. Semoga tahun depan beres ya.

Lainnya

Tahun 2020 ini alhamdulillah Allah kasih kesempatan kembali mengunjungi daerah-daerah baru. Meskipun ini bukan kali pertama saya ke Malang, tapi tahun ini ada banyak sekali tempat yang bisa dijelajahi selama 2 hari di Malang. Selain Malang, saya berkesempatan berkunjung ke Kampung Coklat Blitar, tanah kelahiran bapak bangsa, Bung Karno.

Pengalaman seru lainnya adalah bisa tahu Pacitan dan beberapa pantai disana. Jadi tahu juga ada Raja Ampat kecil disana. Sungguh pengalaman yang sangat berkesan menginap 2 hari 2 malam di tepi pantai watu karung.

Penghujung tahun juga ditutup dengan kunjungan ke pulau tetangga tanah kelahiran saya. Bumi laskar pelangi yang hanya beberapa menit naik pesawat itu akhirnya dikunjungi lagi bersama keluarga setelah terakhir saat SD. Kami berkesempatan mengunjungi tempat syuting film Laskar Pelangi bahkan menyeberang ke pulau fenomenal di Kepulauan Bangka Belitung, yakni Pulau Lengkuas dengan perjalanan yang cukup mencekam karena ombak setingi lebih dari 4 meter membuat kapal yang kami tumpangi terombang ambing. Hororrnya melebihi ketakutan saat naik Kora-kora di Dufan ūüėÄ

Akhirnya, mari menutup tahun 2020 ini dengan rasa syukur. Meskipun Allah Swt datangkan Coronavirus, tentu ada banyak hikmah dari hadirnya penyakit ini. Saya kehilangan beberapa teman baik yang gugur karena tertular penyakit ini. Hikmah besarnya adalah menjaga pola hidup agar bisa survive.

bye-bye 2020

Bisakah Pinjaman Online Menjadi Solusi Kebutuhan Dana yang Mendesak?

‚Äúding…‚ÄĚ

Bunyi notifikasi di HP sudah yang kesekian kalinya. Meski saya sudah mematikan notifikasi beberapa aplikasi di HP agar bisa lebih fokus, khusus pesan melalui SMS tetap tampil di layar utama. Saya belum akan membukanya karena memang masih sibuk.

Namun saat sore hari sesampai di rumah, akhirnya saya pun membuka pesan yang ternyata dikirimkan oleh satu orang teman lama di kampung yang baru saja beberapa hari lalu kami terlibat chat di pesan whatsapp.

‚ÄúBang,¬†aku¬†lagi¬†perlu¬†duit¬†nih.¬†Darurat¬†banget. Mama¬†barusan¬†masuk¬†RS¬†karena¬†jatuh¬†dari¬†kursi¬†rodanya.‚ÄĚ

Begitu pesan pertama yang terbaca.

‚ÄúBang, WA¬†ku¬†belum¬†diread.¬†Pesan¬†belum¬†dibaca. Aku¬†butuh¬†banget¬†sekarang.¬†Mudah-mudahan¬†abang¬†bisa¬†bantu.‚ÄĚ

Pesan kedua tepat persis hanya selang 5 menit dari pesan pertama. Sedangkan pesan ketiga yang masuk 2 menit

‚ÄúBang,¬†plis¬†bang. Aku¬†udah¬†pusing¬†mau¬†minta¬†bantuan¬†siapa¬†lagi.¬†Boleh¬†bang¬†aku¬†pinjam¬†buat¬†jaminan¬†mama di RS.‚ÄĚ

Membaca Pesan di Smartphone

Akhirnya saya membalas pesannya di whatsapp dan bertanya apakah mereka sekeluarga punya jaminan asuransi atau minimal BPJS. Andi teman saya itu bercerita bahwa dia sudah menunggak BPJS sejak setahun lalu. Praktis kartu BPJS nya tidak bisa dijadikan jaminan di Rumah Sakit. Sedangkan dia yang saya tahu memang hanya honorer di PemKab tentu di akhir bulan begini belum punya uang.

Setelah video-call dengannya, saya bisa meyakinkan diri saya bahwa Andi memang benar sedang berada di rumah sakit dan mengurusi administrasi mamanya yang waktu itu sudah mulai ditangani di IGD. Saya pun mentransfer sejumlah uang ke rekening Andi untuk meringankan bebannya di akhir bulan

Kasus seperti Andi sering terjadi. Apalagi di masa pandemi seperti ini dimana mereka yang belum terbiasa menyisihkan uang untuk dana darurat tentu kelabakan jika amit-amit mengalami kejadian darurat yang membutuhkan dana dengan cepat. Iya kalau ada keluarga atau teman yang bisa kita pinjami uang. Kalau tidak, mau pinjam kepada siapa lagi?

Hari gini tidak mudah juga meyakinkan orang lain untuk mau membantu meminjamkan uang. Apalagi setelah berbagai kasus yang terjadi akhir-akhir ini. Yang terbaru adalah seorang guru ngaji yang ditemukan sudah tak bernyawa di dalam sumur tua setelah 2 hari dinyatakan hilang dari rumah. Ternyata sang ibu dibunuh oleh suami pembantu tetangganya akibat menagih hutang yang tak seberapa.

Belum lagi meme yang banyak beredar di media sosial bahwa biasanya yang ditagih utang jauh lebih galak daripada yang menagih. Ini membuat orang-orang berpikir banyak sebelum memberi utang kepada orang lain.

meme lucu tentang utang (sumber : brillio.net)Dalam kondisi mendesak seperti itulah, salah satu yang bisa diandalkan adalah pinjaman tanpa agunan.

Baca juga : Cara Ampuh Menagih Utang

Mengapa Pinjaman Online Bisa Diandalkan Saat Darurat?

Pinjaman Online tanpa agunan atau yang sering dikenal dengan sebutan Pinjol memang sekarang sedang merebak. Mudahnya meminjam dana darurat hanya bermodal instalasi aplikasi di smartphone membuat banyak yang menawarkan pinjaman secara online dengan limit beragam mulai dari sejutaan hingga puluhan juta.

Akan tetapi kasus-kasus pinjaman online yang banyak terjadi seperti penyalahgunaan data di aplikasi, datangnya debt collector, atau penggunaan cara-cara tidak etis dalam menagih utang membuat kita harus pandai untuk mencari pinjaman online terbaik.

Tunaiku merupakan salah satu solusi pinjaman online saat kita memang membutuhkan dana darurat. Sebagai produk dari Amar Bank yang sudah berdiri sejak tahun 2014 Tunaiku menjadi penyedia pinjaman online yang aman dan terpercaya. Apalagi Amar Bank merupakan Bank resmi di Indonesia yang telah beroperasi sejak tahun 1991. Bukan seperti aplikasi pinjaman abal-abal yang tidak berbadan hukum, hanya bermodal aplikasi di Playstore saja.

Tunaiku, salah satu alternatif dana daruratSebagai alternatif solusi kebutuhan dana mendesak, Tunaiku memiliki perbedaan yang jelas jika dibandingkan dengan aplikasi pinjaman online lainnya. Diantara kelebihan Tunaiku adalah dalam hal keamanan dan fleksibilitas. Sebagai fintech yang berada di bawah naungan bank resmi yang diawasi OJK, data nasabah di Tunaiku tentu dijamin keamanannya. Ini sesuai dengan semangat Tunaiku yang melindungi data-data nasabahnya. Selain itu dibandingkan fintech lainnya yang hanya memberikan limit yang kecil, Tunaiku mampu memberikan limit hingga 20 juta dan masa cicilan sampai dengan 20 bulan.

Apakah Ribet Mengajukan Pinjaman di Tunaiku?

Beberapa yang sering dikeluhkan saat akan mengajukan pinjaman adalah ruwetnya administrasi yang harus disiapkan. Tunaiku sangat memahami hal ini. Oleh karena itu, Tunaiku menawarkan syarat yang sangat mudah baik dengan jaminan kartu kredit maupun tanpa jaminan atau bermodalkan KTP saja.

Akan tetapi, mudahnya memperoleh dana dari Tunaiku sebaiknya benar-benar dimanfaatkan pada saat membutuhkan dana darurat. Selain itu, sebagai debitur atau peminjam sudah seharusnya kita punya semangat untuk mengembalikannya. Mudah-mudahan dengan niat yang baik serta kedisiplinan dalam membayar cicilan, Tuhan memudahkan kita untuk terbebas dari utang.

Mudahnya Mendapatkan Layanan Vaksin di Masa Pandemi

Salah satu hal yang paling dirindu di masa pandemi Covid-19 ini adalah berangkat Umroh. Entah kapan lagi bisa beribadah di tanah suci. Apalagi banyak negara-negara lain yang mulai menutup akses atau kedatangan warga Indonesia dikarenakan kasus harian Covid-19 yang melonjak¬† akhir-akhir ini. Semakin pupus untuk bisa segera mengunjungi ka’bah, shalat, dan bermunajat di depan Ka’bah. Meskipun demikian, tak ada salahnya jika kita mempersiapkan diri agar saat ibadah umroh maupun haji dibuka untuk khalayak umum kita sudah lebih siap berangkat ke tanah suci.

Merindukan tanah suci di masa pandemi

Vaksin meningitis adalah salah satu hal yang harus dipenuhi sebagai persyaratan bisa berangkat ke baitullah. Vaksinasi dibutuhkan sebenarnya untuk melindungi diri kita sendiri ketika berada di negara lain. Tidak hanya meningitis, negara lain selain Arab Saudi juga ada yang memberlakukan syarat vaksinasi tertentu ketika ingin masuk ke wilayahnya. Seperti november 2019 kemarin saat terbang ke Filipina dan kasus Polio di sana sedang tinggi, pemerintah Filipina akan meminta riwayat vaksinasi yang pernah kita lakukan termasuk vaksin Polio.

Ngomong-ngomong soal meningitis, saya punya pengalaman yang kurang mengenakkan. Teman-teman yang dulu pernah disuntik vaksin jenis ini, tahu bahwa untuk bisa mendapatkannya kita harus melakukan vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang terdapat di wilayah tertentu seperti dekat pelabuhan atau bandara. Ini tentu merepotkan apalagi kebanyakan KKP hanya melayani vaksinasi di hari kerja.

Saya pun pernah mengantri berjam-jam di KKP demi mendapatkan kartu kuning yang berisi informasi bahwa kita sudah mendapatkan vaksinasi meningitis sebagai persyaratan berangkat umroh. Saya sudah berusaha datang lebih pagi agar mendapat nomor antrian awal. Namun kenyataannya, setiba di KKP Bandara Internasional Soekarno Hatta disana sudah mengantri banyak orang yang ternyata juga sudah sedari pagi tiba meskipun KKP belum buka. Akibatnya saya pun harus cuti seharian dari kantor.

Tapi itu cerita lama ūüėÄ

Sejak tahun kemarin tepatnya awal 2019, vaksinasi meningitis tidak harus dilakukan di KKP lagi. Melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 tahun 2018, kita bisa melakukan vaksinasi meningitis di klinik lain yang sudah ditunjuk. Meskipun tidak semua klinik menyediakan, setidaknya ini menjadi angin segar bagi jamaah umroh khususnya dan mereka yang akan berangkat ke negara lain yang mensyaratkan vaksinasi meningitis. Karena dengan dibukanya layanan ini di klinik lain setidaknya kita bisa melakukannya di luar hari kerja sehingga tidak perlu cuti dari pekerjaan.

Mendapatkan Layanan Vaksinasi di Masa Pandemi

Di masa pandemi Covid-19 ini ngeri-ngeri sedap jika harus langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan vaksinasi. Beruntungnya saat ini di era digital sudah tersedia aplikasi yang dapat menghubungkan kita dengan layanan vaksinasi di rumah sakit. Halodoc namanya. Sepengalaman saya sebelumnya, saya sangat terbantu dengan fitur belanja obat di Halodoc. Ternyata selain bisa digunakan untuk membeli obat-obatan dan berkonsultasi dengan dokter, di aplikasi ini kita juga bisa memperoleh layanan vaksinasi di rumah sakit terdekat.

Layanan Konsultasi dan Buat Janji RS di Halodoc

Misalnya dengan hanya mengetikkan kata kunci vaksin jakarta di aplikasi tersebut, kita langsung bisa mendapatkan layanan buat janji di rumah sakit. Selain untuk pemeriksaan seperti rapid test maupun PCR test untuk Covid-19, kita juga dapat membuat janji layanan vaksinasi baik untuk anak-anak maupun vaksinasi dewasa.

Beberapa contoh layanan vaksinasi dewasa di Halodoc

Ada banyak sekali layanan vaksinasi yang bisa kita peroleh. Untuk anak-anak kita bisa membuat janji untuk mendapatkan layanan vaksinasi seperti vaksin campak, DPT, hepatitis, influenza, MMR, dan sebagainya. Adapun untuk orang dewasa tersedia vaksinasi  seperti vaksin flu, pneumokokus, termasuk vaksin meningitis yang sebelumnya harus dilakukan di kantor kesehatan pelabuhan.

Semakin mudah bukan?

Pendanaan UKM yang Praktis dan Menguntungkan

Usaha Kecil dan Menengah atau disingkat dengan UKM merupakan jenis usaha yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Bagaimana tidak, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jenis usaha ini menguasai lebih dari 99% pangsa pasar di Indonesia. Luar biasa bukan? Tahun 2018 saja terdapat sekitar 64 juta unit UKM yang terdaftar yang mana usaha besar hanya 5.550 unit saja. Inilah mengapa UKM memiliki kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia.

Tidak sulit menemukan UKM. Usaha ini menyebar di sekitar tempat tinggal kita. Berbagai aktivitas sehari-hari kita tidak luput dari peran pelaku UKM. Kita bisa melihat warung makan, toko kelontongan, toko pakaian, laundry, bengkel, pabrik roti, bahkan beberapa tempat penitipan anak yang merupakan usaha berjenis UKM.

Sayangnya masih banyak dari UKM tersebut yang kesulitan mendapatkan akses pendanaan modal usaha. Umumnya UKM sulit mendapatkan kredit usaha dari Bank sebab tidak memiliki aset dengan nilai jaminan kredit. Oleh karena itu perlu solusi untuk mengatasi hal ini agar UKM menjadi berkembang dan maju.

Sebagai negara yang terkenal dengan falsafah gotong royong, rasanya ini menjadi solusi bagi pengembangan UKM. Kita bisa saling bahu membahu sehingga masing-masing baik yang membantu maupun yang dibantu dapat merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan pinjam meminjam dana usaha. UKM mendapatkan pendanaan modal atas usahanya sedangkan peminjam dapat memperoleh bagi hasil sebagai imbalan bantuan terhadap modal usaha UKM tersebut.

Pendanaan UKM yang Praktis dan Menguntungkan di Akseleran

Pendanaan UKM yang Praktis dan Menguntungkan di Akseleran

Untuk itulah Akseleran hadir di Indonesia. Perusahaan finansial berbasis teknologi atau lebih dikenal dengan fintech ini membantu menggalang dana bagi UKM. Pendanaan UKM oleh Akseleran dilakukan dengan cara menghubungkan UKM yang membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usahanya dengan kumpulan pemberi pinjaman yang memiliki dana lebih untuk mendanai pinjaman tersebut. Ibaratnya marketplace lah ya dimana calon peminjam dan pemberi pinjaman dipertemukan oleh Akseleran.

Tawaran keuangan inklusif ini tentunya memudahkan para pelaku UKM dan startup untuk meminjam modal usaha tanpa perlu memikirkan beban utang, agunan, dan bunga bank.

Bantu UKM dengan Pendanaan Menguntungkan

Bicara tentang dana lebih, mungkin setiap bulannya ada saja dana lebih yang kita punya. Menariknya di Akseleran ini kita tak perlu punya dana lebih dengan nominal yang besar untuk dapat membantu para pelaku UKM. Ini dikarenakan Akseleran sebagai fintech Peer to Peer (P2P) Lending yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumpulkan dana dari banyak orang yang kemudian disalurkan kepada UKM yang membutuhkan.

Berikut beberapa keuntungan dari pendanaan UKM di Akseleran :

1.      Imbal hasil yang diterima hingga 21% per tahun

Mulai dari Rp 100.000,- kita sudah dapat membantu UKM sekaligus memperoleh pendanaan menguntungkan dengan imbal hasil yang didapatkan hingga mencapai 21% per tahun.

2.     Kontribusi Terhadap Perekonomian Negara

Pinjaman yang diberikan melalui Akseleran ini akan digunakan oleh UKM untuk mengembangkan usaha mereka sehingga secara tidak langsung kita sudah memberikan kontribusi menggerakkan perekonomian negara.

Keuntungan Memberikan Pendanaan di Akseleran

Keuntungan Memberikan Pendanaan di Akseleran

3.     Transaksi Aman dan Terpercaya

Kebanyakan pendanaan di Akseleran dilengkapi dengan proteksi asuransi sehingga sebagai pemberi pinjaman kita terbebas dari perasaan was-was gagal bayar. Selain itu, Akseleran juga sudah tersertifikasi oleh ISO 27000 full scope. Oleh karena itu dalam operasionalnya, Akseleran sangat menitikberatkan terhadap perlindungan para konsumennya. Transaksi di Akseleran aman dan terpercaya. Lebih dari 98% nilai pinjaman dijamin dengan agunan dan seluruh pinjaman telah melewati seleksi menggunakan credit scoring algorithm Akseleran yang mutakhir.

Cara Mudah dan Praktis Memberi Pinjaman

Menemukan peluang memberikan pinjaman kepada UKM di Akseleran dapat dilakukan dengan mudah dan efisien. Saya sendiri sudah mencobanya. Kita hanya perlu mengakses website www.akseleran.co.id atau memasang aplikasinya yang dapat kita unduh di Google Play Store (Android) atau Apple App Store (iOS). Setelah terpasang, kita bisa langsung mendaftar sebagai pemberi pinjaman. Semua dilakukan dengan mudah di dalam genggaman melalui smartphone.

Cara Memberikan Pinjaman di Akseleran

Cara Memberikan Pinjaman di Akseleran

Lengkapi biodata sesuai dengan KTP, mengisi data rekening Bank yang nantinya dapat digunakan sebagai sarana pencairan bagi hasil, serta tidak lupa mengunggah data NPWP. Verifikasi data tentu dilakukan oleh pihak Akseleran agar benar pemberi pinjaman adalah warga negara Indonesia terdaftar yang memiliki data kependudukan yang valid.

Proses verifikasi hanya sebentar kurang dari 24 jam. Selanjutnya kita sudah bisa memberikan pinjaman kepada beberapa usaha pada kampanye yang sedang berlangsung. Kita bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. Di daftar kampanye kita dapat melihat UKM mana yang mau kita bantu berikan pendanaan sesuai tenor yang ada berikut perkiraan bunga efektif dan juga simulasi bagi hasil yang bisa kita terima. Selanjutnya dana bisa kita Tarik setelah tenor selesai atau bisa juga kita memberikan lanjutan pendanaan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi.

Teman-teman bisa melihat simulasi bagi hasil dari dana Rp 100 ribu yang saya coba.

Ilustrasi Hasil Pengembalian di Akseleran

Ilustrasi Hasil Pengembalian di Akseleran

Coba Beri Pinjaman Sekarang

Untuk teman-teman yang tertarik untuk mencoba membantu pelaku UKM memperoleh pendanaan modal usaha, kalian bisa mencoba memasang aplikasi Akseleran di smartphone kalian dan langsung memberikan pinjaman melalui saldo gratis sebesar Rp 100.000,- yang akan saya berikan.

Untuk mendapatkan saldo gratis, jangan lupa masukkan kode referral berikut : AKSLSAIDURROHMAN350936  pada saat kalian mendaftar ya.

Selamat mencoba….

Mendampingi Anak di Masa Pandemi Virus Corona

Sudah sebulan setengah tepatnya saya dan mungkin kita semua hanya di rumah saja. Apalagi sejak PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar diberlakukan di beberapa daerah dua pekan terakhir yang terus diperpanjang hingga mendekati lebaran nanti. Praktis kehidupan kita sehari-hari mulai berubah akibat virus corona. Salah satunya adalah bagaimana harus mendampingi anak secara full di rumah.

PSBB membuat ruang gerak kita menjadi terbatas. Kendaraan umum dibatasi. Tempat ibadah tidak boleh dibuka. Pun begitu dengan sekolah. Sehingga anak-anak yang biasanya ada di sekolah dari pagi hingga siang atau mungkin petang mau tidak mau harus ada di rumah. Inilah dimana kerepotan dimulai.

Banyak orang tua yang tidak siap dengan kondisi ini. Meskipun saat ini setelah hampir dua bulan sejak Pak Presiden mengumumkan kasus COVID-19 pertama di Indonesia, kita sudah mulai bisa beradaptasi tapi saya yakin di awal sekolah diliburkan para orang tua dibuat pusing dengan proses belajar mengajar yang harus dipindahkan ke rumah.

Terlebih ketika tidak hanya harus mendampingi anak, orang tua yang terpaksa bekerja dari rumah atau work from home harus pandai membagi waktu. Kerena ketika pekerjaan dibawa kerumah, batasan-batasan yang sebelumnya ada menjadi hilang. Kita sulit memilih antara harus menyelesaikan pekerjaan kantor dengan mendampingi anak belajar di rumah.

Sebagai guru, saya pun tak kalah repot. Meski sudah terbiasa dengan anak-anak di sekolah, mendampingi anak sendiri di rumah jauh lebih menantang. Ini tak lain karena anak kita sendiri paham dan tau celah orang tuanya.

Meskipun demikian, sebenarnya ada banyak hikmah yang dapat diambil ketika anak-anak dikembalikan kepada orang tua. Kita para orang tua jadi lebih banyak tahu tentang kualitas perkembangan anak-anak. Kita bisa tahu dimana kesulitan belajar mereka. Kita bisa tahu sampai dimana kemampuan membaca atau berhitung mereka. Dan yang paling disyukuri adalah kami bisa mendampingi ibadah mereka di rumah.
Karena di tempat kami dianjurkan untuk shalat hanya di rumah, kami bisa mengajak anak-anak shalat berjamaah di rumah sekaligus menjadi contoh bagi mereka. Satu bulan terakhir alhamdulillah anak pertama kami yang sebentar lagi masuk SD sudah tidak perlu disuruh-suruh lagi untuk shalat.

Melihat mulai banyak hal baik karena virus corona ini, kami pun mulai berdamai dengan keadaan dan menikmatinya.

5 Tips Mendampingi Anak di Masa Pandemi Virus Corona

Setelah berdamai dengan keadaan, langkah berikutnya adalah mengubah hal-hal yang tadinya merepotkan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Berikut ini adalah beberapa hal yang kami lakukan di keluarga untuk mendampingi anak di rumah sehingga hari-hari selama karantina menjadi lebih menyenangkan.

Menyiapkan Jadwal Harian

Tidak hanya anak-anak yang dirumahkan. Saya pun harus mulai membiasakan bekerja dari rumah meski sesekali saya tetap harus ngantor. Karena setiap anggota keluarga memiliki peran dan tugasnya masing-masing, hal yang pertama dilakukan adalah membuat jadwal harian.
Jadwal harian ini membantu membangun keteraturan dalam keluarga. Bagi sebagian orang mungkin ini hal sepele atau merepotkan. Padahal keteraturan sangat dibutuhkan anak di masa mendatang. Profesi apa yang tidak membutuhkan keteraturan? Rasanya tidak ada. Bahkan seorang pedagang pun membutuhkan keteraturan, kapan dia membuka toko, kapan menutupnya. Bisa dibayangkan jika kemarin tokonya buka jam 9, hari ini jam 10, besoknya jam 12 pasti pelanggan menjadi bingung dan tidak jadi belanja.

Daily Schedule

Jadwal Rutin seperti ini sangat dibutuhkan untuk membangun keteraturan dalam keluarga (sumber : joyfulhomemakersclub.com

Maka keteraturan melalui jadwal harian adalah hal pertama yang harus ada ketika semuanya berada di rumah. Ayah punya jadwal kapan harus mengerjakan pekerjaan kantor, mama punya jadwal kapan harus masak, dan anak-anak punya jadwal kapan harus belajar. Semua diatur sedemikian rupa sehingga masing-masing menyadari peran dan tanggung jawabnya di jam-jam tertentu.
Ini akan membantu mencegah terjadinya crowded sehingga menaikkan emosi ūüėĀ.

Banyak Mendengarkan

Salah satu kunci harmonisnya hubungan adalah komunikasi. Termasuk hubungan dengan anak. Maka hal berikutnya yang harus dilakukan adalah mengubah pola komunikasi dengan anak. Alih-alih menceramahi mereka, orang tua harus banyak mendengarkan. Anak-anak apalagi seperti anak kami yang masih berusia dini memiliki banyak sekali pertanyaan di kepala mereka. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka selalu bertanya dan kita sebagai orang tua harus siap menjawab.

Adakalanya ketika tidak mampu menjawab pertanyaan mereka saya akan berkata :

‚ÄúMaaf, ayah belum tahu. Nanti ayah akan cari tahu ya. Tolong ingatkan ayah besok.‚ÄĚ

Siapkan Waktu untuk Bersama

Di dalam jadwal yang kita buat seharusnya tedapat waktu dimana kita bisa menghabiskan bersama-sama dengan anak. Kebersamaan dengan mereka selain membangun kedekatan juga akan memperkuat kelekatan emosional antara anak dan orang tua. Anak-anak yang lekat secara emosional dengan orang tua tentu akan lebih mudah diarahkan dan diajak berdiskusi.

Beberapa hal yang kami lakukan bersama anak-anak misalnya berolahraga bersama di teras rumah atau di lapangan dekat rumah, menonton tv film keluarga, ibadah bersama, atau membacakan buku ketika menjelang tidur.  Kegiatan terakhir sebenarnya kegiatan rutin yang sudah berlangsung sebelum pandemi Covid-19. Namun saat ini, kegiatan ini tidak hanya dilakukan menjelang tidur. Ada waktu literasi lain misalnya menjelang shalat dzuhur atau sehabis maghrib. Kegiatan ini membangun kecintaan anak-anak terhadap buku, sehingga anak pertama kami yang saat ini berusia 6 tahun alhamdulillah sudah lancar membaca kendati tidak pernah diajarkan.

Libatkan Anak dalam Kegiatan Rumah Tangga

Pada dasarnya anak-anak sangat suka bekerja. Hanya kadang kita sebagai orang tua tidak memahami dan pakai standar orang dewasa sehingga kita lebih senang meng-handle semua pekerjaan sendiri ketimbang dibantu mereka. Padahal ini justru memutus rasa ingin tahu dan semangat belajar mereka.

Alaric anak pertama kami mendapat dilibatkan dalam menyiapkan makan siang di dapur. Dia membantu mamanya memotong kacang panjang, mengupas bawang, sampai menuangkan garam dengan pendampingan ke dalam masakan. Disini dia belajar banyak hal. Semua inderanya dibangun termasuk hidung dan lidah. Menurut ahli neurosains Indonesia, Dr Taufik Pasiak, anak-anak yang distimulus banyak alat inderanya akan menjadi anak yang lebih cerdas dibandingkan anak-anak yang hanya terstimulus satu atau dua alat indera ketika mereka belajar.

Tidak hanya di dapur, anak-anak kami juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti menyortir laundry, mengelap bekas makannya, hingga mencuci piring. Mereka melakukannya dengan senang hati.

Siapkan Menu Makan Bermutu

Tak bisa dipungkiri, di masa pandemi dengan bertebarannya virus corona dimana-mana kesehatan keluarga menjadi hal penting yang harus dijaga. Maka agar tetap sehat, pola istirahat dan menu makan sangat berpengaruh.

Menu makan bermutu tidak harus mahal. Yang penting kecukupan gizinya. Setiap hari kami usahakan selalu tersedia menu sayur meski memang ini jadi tantangan tersendiri mengajak anak-anak makan sayur. Protein bisa diberikan secara bergantian antara protein hewani dan nabati. Sedangkan buah, kami menyetok kurma karena cukup simple dan bisa bertahan sedikit lama dibandingkan buah-buah lainnya.

Ini semata-mata dilakukan agar tidak mudah sakit. Lalu bagaimana seandainya terlanjur sakit?

Jika Terlanjur Sakit…

Wah…. ini yang saya alami di awal-awal diberlakukannya PSBB. Saya belum dua pekan pulang dari Malaysia langsung lanjut tour ke Jatim Park. Tak dinyana pilek menyerang. Mau periksa ke dokter, jujur saya takut. Dengan latar belakang pernah mengunjungi Malaysia dan juga berwisata di seputaran Malang yang mana bertemu banyak orang, saya takut tertular penyakit yang disebabkan oleh virus corona itu.¬† Ataupun jika tidak, ketika mengunjungi klinik atau rumah sakit saya malah khawatir menularkan penyakit yang saya belum tahu itu. Maka ketika di HP tersedia aplikasi Halo Doc, saya sangat bersyukur.

Awal mulanya hanya iseng menginstall, tapi nyatanya terpakai juga. Apalagi waktu itu Halo Doc memberikan kesempatan untuk konsultasi gratis dengan beberapa dokter umum. Setelah bertanya dengan salah satu dokter, saya dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) mengingat selain pilek saya memiliki riwayat perjalanan saya pernah mengunjungi Malaysia, Malang, dan Solo. Saya disarankan dokter untuk tetap di rumah hingga 14 hari kedepan dan menjaga jarak dengan banyak orang. Intinya ya karantina mandiri.

Alhamdulillah 14 hari tersebut sudah lewat di akhir Maret kemarin sehingga saya bisa tenang dan menampingi anak-anak lebih dekat kembali di rumah. Meskipun demikian, hingga hari ini saya dan keluarga tetap #DiRumahAja. Selain menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang baik di masa PSBB, tentu kami semua tidak ingin tertular maupun menularkan penyakit kepada orang lain.

Aplikasi Halo Doc tetap terpasang. Artikel di Halo Doc yang sering masuk di notifikasi handphone nyatanya sangat berguna. Selain itu jaga-jaga siapa tahu kedepan dibutuhkan misalnya untuk memesan obat ketika tidak memungkinkan keluar rumah.

Mari kita sama-sama berdoa semoga wabah ini segera berakhir. Dan semoga kita semua ketika wabah ini berakhir tetap sehat dan menjadi orang tua yang lebih siap lagi bekerjasama dengan sekolah dalam mendidik anak-anak kita.

Berlibur Disekitaran Jatim Park, Dimana Hotel Terdekat dan Ramah Keluarga?

Liburan bersama keluarga merupakan liburan yang paling menyenangkan. Saat anak-anak sudah mulai liburan sekolah dan bertepatan dengan libur panjang adalah saatnya berlibur bersama keluarga. Liburan bersama keluarga menjadi suatu waktu yang paling berharga setelah mungkin berbulan-bulan bahkan satu tahun penuh berada di dalam kepenatan pekerjaan atau pelajaran. Liburan bersama keluarga dapat memberikan ikatan kasih sayang yang lebih meningkat. Waktu bersama keluarga merupakan waktu yang sangat berharga.

Kota Malang kini menjadi pilihan destinasi wisata banyak keluarga Indonesia karena banyak sekali tempat-tempat wisata yang tidak hanya menyenangkan namun juga mengedukasi, sangat cocok untuk berwisata bersama keluarga. Malang terkenal dengan tempat wisatanya yaitu Jatim Park. Saat ini Jatim Park sudah memiliki 3 arena wisata. Jatim Park 1 yang berisi berbagai wahana permainan, sejarah, dan sains, Jatim Park 2 yang berisi tentang hewan-hewan, dan Jatim Park 3 yang kini biasa disebut dengan taman Dinosaurus.

Saat liburan panjang dan melakukan berlibur pastinya kita juga harus mencari penginapan karena pastinya tidak hanya satu destinasi yang akan dikunjungi. Namun tidak semua penginapan ramah untuk keluarga. Anda  bisa mencari hotel di malang hanya di sini. Lalu bagaimana tips berlibur disekitaran Jatim Park Malang ?

baca juga : 5 Tempat Wisata Edukatif di Jakarta Ini Bikin Anak Makin Aktif

Jatim Park I

Jatim Park I ini merupakan taman wisata keluarga pertama yang dibuka oleh Jatim Park Group. Jatim Park I ini berisi berbagai wana permainan dan juga wahana edukasi sains yang sangat cocok untuk liburan keluarga. selain bersenang-senang menikmati wahana Anda dan keluarga dapat saling belajar. 

Bagi Anda yang sedang berlibur dengan keluarga di Jatim Park I bisa menginap di berbagai hotel pilihan berikut ini :

1. Amartahills Hotel and Resort Batu

Amartahills Malang

Amartahills Malang (pegipegi)

Hotel ini terletak diJl. Abdul Gani Atas, Komplek Amarta Hills, Batu, Malang. Dari Jatim Park I, hotel ini berjarak sekitar 1,4 kilometer saja. Di sini Anda akan mendapatkan fasilitas yang lengkap dan mewah untuk liburan keluarga. Anda bisa mendapatkan kamar dengan private pool yang menghadap ke Gunung Arjuna jika memesan executive suite

2. The Batu Villas

The Batu Villas

The Batu Villas (pegipegi)

Tempat penginapan ini ramah bagi keluarga yang terletak di Jl. Sultan Agung No. 29, Batu, Malang. Berjarak 0.46 kilometer dari Jatim Park I. Tempat ini memberikan tempat menginap serasa rumah dengan fasilitas dan pelayanan yang modern.

Jatim Park II (Batu Secret Zoo)

Jatim Park II Merupakan generasi ke II dari  Jatim Park Group. Jatim Park II mengusung tema satwa yang didalamnya berisi banyak sekali hewan-hewan koleksi yang bisa Anda nikmati dengan keluarga. di sini anak-anak bisa sambil belajar tentang satwa. Koleksi satwa di sini sangat lengkap.

Bagi Anda yang sedang berlibur di Jatim Park II bersama keluarga dapat menginap di :

3. Pohon Inn

Pohon Inn Malang

Kamar Deluxe di Pohon Inn Malang

Pohon Inn ini terletak di Jatim Park II yang memiliki desain yang unik layaknya sedang bersama satwa di Hutan.

4. Royal Orchids Garden Hotel

Royal Orchids

Royal Orchids, Hotel Favorit dengan Kolam Renang Luas

Hotel ini terletak di Jl. Indragiri No. 4, Malang dan berjarak  3,38 kilometer saja dari Jatim Park  II yang memberikan suasana sejuk khas Malang dan memberikan fasilitas pelayanan yang sangat mewah.

Jatim Park III (Dino Park)

Jatim Park III merupakan tempat wisata terbaru dari Jatim Park Group yang biasa disebut dengan taman Dinosaurus. Tempat wisata ini menampilkan berbagai jenis Dinosaurus yang merupakan hewan purba terbesar di dunia.

Di sini Anda dan keluarga dapat menikmati suguhan unik tentang hewan purba ini. Lalu jika Anda berlibur di Jatim Park III dapat menginap di :

5. The Singhasari Resort Batu

The Singhasari Resort

The Singhasari, Resort WOW mulai sejutaan saja

Hotel ini sangat ramah keluarga, merupakan hotel bintang 5 yang memiliki desain yang mewah. Beralamat di  Jl. Insinyur Soekarno No.120, Batu Malang  ini berjarak 0,46 kilometer dari Jatim Park III. Anda bisa menikmati kemewahan kamar hotel dengan balkon pribadi di sini.

6. Hotel Surya Indah Batu Malang

Hotel Surya Indah

Hotel Surya Indah Batu Malang

Hotel ini hanya berjarak  1, 7 kilometer saja dari Jatim Park III. Anda bisa menginap dengan nyaman dengan harga yang terjangkau. Tersedia juga kolam renang yang bisa Anda nikmati bersama keluarga.

One Day Trip (Perjalanan Satu Hari) ke Hat Yai

One day trip atau perjalanan satu hari biasanya dilakukan jika waktu liburan kita yang tidak seberapa atau terbatas. Saya pernah pelakukan perjalanan sehari saja di Singapura dan Malaka. Dan kali ini saya akan berbagi pengalaman traveling satu hari atau one day trip ke Hat Yai, Thailand.

Hat Yai adalah nama sebuah kota kecil di Provinsi Songkhla, Thailand Selatan. Kota ini biasanya memang jadi tujuan utama liburan beberapa traveler baik perorangan maupun grup yang memilih liburan ke 3 negara sekaligus, Singapura-Malaysia-Thailand. Mengapa? Karena kota ini bisa ditempuh melalui perjalanan darat menggunakan bus dari Malaysia, meskipun harus memakan waktu 9 (sembilan) hingga 13 jam dari Kuala Lumpur atau kota di Malaysia lainnya seperti Melaka.

Baca juga : 1 Hari Keliling Singapura? Tentu Bisa!

Bagaimana Sampai di Hat Yai?

Ada banyak alternatif untuk sampai di Hat Yai. Teman-teman bisa langsung ke Hat Yai dari Soekarno Hatta Jakarta menggunakan pesawat terbang. Ada beberapa penerbangan transit yang bisa dipilih. Misalnya menggunakan maskapai Scoot, teman-teman akan transit di Singapura. Sedangkan jika menggunkan maskapai Air Asia atau Thai Lion (Lion Air Grup) bisa transit di Kuala Lumpur atau Don Mueang, Bangkok. Tapi beberapa traveler yang mengunjungi Hat Yai biasanya melakukan perjalanan darat dari Singapura maupun Malaysia.

Waktu melakukan trip ke Hat Yai, saya memulainya dari Melaka. Saat itu posisi saya dan adik sudah one day trip di Melaka. Kami memilih perjalanan malam hari dari terminal bus Melaka agar bisa tiba pagi hari di Hat Yai untuk kemudian jalan-jalan sehari disana. Ada banyak pilihan bus dari Melaka (maupun Kuala Lumpur) menuju Hat Yai. Meskipun di Melaka ada banyak counter yang menjual tiket bus, ada baiknya membeli tiket bus jauh hari agar tidak kehabisan tiket. Untuk perjalanan menuju Hat Yai tempo hari saya memesan langsung melalui website busonlinetikcket.com

Saya sengaja memilih perjalanan malam agar tiba di Hat Yai pagi hari. Karena trip ini hanya sehari, sudah pasti esok malamnya akan kembali ke Malaysia menggunakan Bus juga. Untuk perjalanan dari Melaka ke Hat Yai, kami memilih Bus KKKL. Sedangkan perjalanan kembali ke Malaysia, menggunakan Bus dari Thai Good Travel and Tour. Ongkosnya tidak terlalu mahal, hanya sekira MYR 60 per orang untuk sekali jalan.

Karena ini perjalanan antar negara, kita akan melewati 2 checkpoint imigrasi. Pertama keluar Malaysia di imigrasi Bukit Kayu Hitam. Kedua imigrasi Thailand di Sadao. Sebelum sampai di Bukit Kayu Hitam, biasanya Bus akan berhenti di Rest Area yang di dalamnya terdapat tandas (toilet) dan rumah makan. Saya dan adik makan disini menjelang subuh. Dan disini pula kondektur Bus akan membagikan form imigrasi masuk Thailand dan meminta paspor kita. Kondektur Bus KKKL yang kami tumpangi tidak meminta kami menulis sendiri form tersebut melainkan meminta paspor kami dan beliau mencetaknya sendiri di rest area tersebut. Cukup mudah, tinggal kita yang tahu diri memberikan tips alakadarnya untuk beliau :-D.

Ada pengalaman kurang menyenangkan ketika masuk Thailand ini. Karena bertepatan dengan liburan akhir tahun antrian imigrasi di Sadao Checkpoint mengular. Kami mengantri berjam-jam akibat beberapa komputer disini ngadat. Untungnya bus KKKL yang kami tumpangi memaklumi dan mau menunggu. Saya catat antrian kami di Sadao lebih dari 2 jam, dan ini dilakukan dengan berdiri. Sadao custom ini lebih mirip gerbang Tol daripada cehckpoint dibandingkan perbatasan darat antara Singapura dan Malaysia.

Tempat Apa Saja yang Dikunjungi Sehari di Thailand

Dari perbatasan dan checkpoint di Sadao, perjalanan menuju Hat Yai tinggal satu jam saja. Biasanya bus umum akan menurunkan penumpang di sekira Lee Gardens Plaza, tak jauh dari Stasiun Kereta Hat Yai. Dari sini kami berjalan menuju Travel kami pulang nanti untuk membersihkan badan menaruh tas ransel. Tak sulit mencari travel tersebut karena petunjuk jalan di Hat Yai tidak hanya menyediakan aksara Siam, tapi juga huruf latin.

Kami tiba di Thai Good Travel and Tour yang saat itu sedang renovasi sekira jam 9 pagi. Setelah makan di restoran Islam (ada beberapa rumah makan halal di Hat Yai), kami langsung berkeliling kota Hat Yai. Beberapa tempat yang kami kunjungi adalah sebagai berikut :

Baca juga : Naik Bis dari Singapura ke Kuala Lumpur

1. Hat Yai Municipality Park

Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah Hat Yai Municipality Park. Dari Lee Gardens perjalanan ke tempat ini memakan waktu sekira setengah jam saja. Ada beberapa spot wisata yang terletak di lokasi berbukit ini yakni Four Face Buddha, Hat Yai Cable Car, Standing Buddha, dan Ice Dome Hat Yai. Four Face Buddha adalah kuil Buddha berwajah empat. Waktu kami kesana baru saja banyak petasan yang selesai dibunyikan. Awalnya saya bingung karena di papan petunjuk tertulis Dewa Brahma. Sampai akhirnya saya googling dan tesadar bahwa akar agama Buddha kan juga dari Hindu.

Di bawah Four Face Buddha ada wisata Cable Car. Ongkos naik cable car dari bukit Kuil Dewa Brahma menuju Standing Buddha ini hanya sekira THB 200 per orang. Untuk wisatawan irit seperti saya ini, ongkos segitu akan lebih baik untuk keperluan lainnya. Lagipula tuk-tuk yang kami sewa pasti akan mengantarkan kami menuju Standing Buddha.

Dari depan Standing Buddha kita bisa melihat kota Hat Yai dari ketinggian. Standing Buddha yang ada di Hat Yai ini adalah patung Buddha tertinggi di Thailand Selatan. Di bawahnya terdapat tempat peribadatan Umat Buddha Thailand. Karena merupakan tempat peribadatan, kita harus menyesuaikan penampilan ketika memasuki area ini.

2. Chang Puak Camp Hat Yai

Chang Puak Camp adalah tempat wisata taman gajah. Tempat wisata ini dapat ditempuh selama setengah jam Dari Hat Yai Municipality Park. Disini kita bisa memilih berbagai permainan seperti menaiki gajah, naik ATV, memanah, paintball, atau hanya sekedar makan-makan saja. Berhubung biaya naik gajah mencapai THB 500, kami urung berfoto manis di atas gajah. Biaya masuk tempat wisata ini gratis. Tapi untuk bisa naik gajah, ATV, memanah, dan Paintball kita harus merogoh kocek mulai dari THB 100 hingga 500.

3. Central Mosque of Songkhla

Karena sudah memasuki waktu dzuhur, dari Chang Puak Camp kami segera mencari masjid. Masjid Raya Songkhla ditempuh selama kurang dari setengah jam dari Chang Puak Camp. Masjid ini cukup besar. Di depannya juga terdapat kolam yang besar. Kami menunaikan shalat jamak Dzuhur dan Ashar disini. Alhamdulillah, meskipun di Thailand warganya mayoritas beragama Buddha, di Thailand Selatan termasuk di Provinsi Songkhla tidak sulit menemukan masjid dan mushalla.

4. Klong Hae Floating Market

Tempat wisata terakhir yang kami kunjungi adalah Pasar Apung Klong Hae. Dari Masjid Raya Songkhla, perjalanan ke Klong Hae Floating Market memakan waktu sekira 15 menit saja. Tidak Jauh. Kami cukup lama disini karena selain menikmati keindahan sungai Toei ada banyak jajanan yang bisa diicip. Harganya bervariasi dan sangat murah mulai dari THB 10. Pedagang disini kebanyakan melayu meskipun banyak dari mereka berkulit putih lebih mirip orang Thailand. Hampir semua pedagang juga bisa berbahasa Melayu, jadi untuk wisatawan Malaysia mauapun Indonesia yang mau jajan disini tidak akan terkendala bahasa.

Kami makan berbagai jenis makanan ringan yang mirip otak-otak. Selain itu ada pula es kelapa aneka rasa yang menyegarkan, disajikan dengan kendi berbentuk aneka karakter favorit anak-anak semacam ultraman ataupun doraemon.

Jalan lupa menikmati ketan mangga alias sticky rice in coconut cream with mango yang sedap dan juga halal.

5. Hat Yai Food Street

Menjelang maghrib, kami kembali ke Thai Good Travel and Tour. Setelah mandi dan mengganti pakaian, sambil menunggu waktu maghrib kami menyambangi pasar Santisuk Hat Yai untuk membeli oleh-oleh. Di seputaran jalan dekat Lee Garden ternyata berlangsung Food Street Market.

Banyak sekali jajanan yang bisa dimakan dan juga beberapa halal.

Kami juga membeli beberapa jajanan sebagai bekal makan malam selama di Bus. Sekira jam 7 malam, Bus dari Thai Good Tour and Travel yang sudah kami pesan pun tiba. Usai sudah trip satu hari di Hat Yai. Jika ada waktu yang agak panjang, sebenarnya ada banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi seperti Shammila Beach, Wan Hat Yai atau Patung Budhha Tidur, serta Asean Night Bazaar Festival.

Transportasi Selama di Hat Yai

Transportasi adalah hal penting selama traveling. Jika di Singapura kita dapat dengan mudah naik MRT dan Bus kota, di Hat Yai pilihan transportasinya terbatas.

1. Sewa Tuk-Tuk

Jika ingin lebih simple teman-teman bisa seperti saya, yakni menyewa Tuk-tuk, kendaraan semacam bemo. Harga sewa tuk-tuk keliling Hat Yai sehari ini variatif. Tergantung kita menawarnya berapa. Saya mendapatkan kontak salah satu driver tuk-tuk yang bisa berbahasa Inggris. Sayangnya setiba di Hat Yai, beliau tidak ditempat sehingga diganti dengan temannya yang hanya bisa berbahasa Thai. Praktis sepanjang perjalanan kami mengandalkan bahasa Isyarat untuk berkomunikasi.

Ongkos sewa tuk-tuk keliling Thailand berkisar THB 800 – 1500. Karena tujuan kami tidak banyak, kami mendapatkan harga termurah THB 800. Karena Mr Arun, driver kami juga mengantarkan kami ke Masjid Raya Songkhla yang tidak ada di list, kami menambahkan THB 200 lagi, sehingga total biaya sewa tuk-tuk seharian adalah THB 1000.

Meskipun persediaan uang Baht saya terbatas, di Hat Yai ATM mudah dicari. Apalagi jaringan CIMB sudah sampai di Thailand sehingga menarik uang di ATM CIMB Thai dari kartu CIMB Niaga saya tidak dikenakan biaya alias Gratis.

2. Songthew sejenis Angkot

Pilihan lainnya adalah jalan-jalan mandiri dengan menaiki Songthew. Kendaraan sejenis angkot ini juga cukup banyak. Kelebihan jalan-jalan dengan naik Songthew adalah ongkosnya lebih murah sehingga bisa berhemat. Sekali jalan dengan Songthew kita hanya mengeluarkan biaya sekira THB 10 saja. Namun kekurangannya, tidak semua tempat wisata bisa dijangkau dengan menggunakan Songthew. Alternatifnya ketika tidak ada Songthew kita bisa naik tuk-tuk sekali jalan dengan biaya sekira THB 20-50.

Tidak susah keliling Hat Yai satu hari. Jika ada waktu lebih bisa menginap di Hat Yai. Rata-rata biaya hostel satu malam di Hatyai tidak mahal hanya berkisar 200ribuan rupiah saja. Selamat mencoba, dan selamat berlibur…..