Plus Minus dari Penggunaan Gurita Bayi yang Perlu Anda Ketahui

By | April 9, 2018

Tidak sedikit kebiasaan turun temurun merawat bayi yang ternyata bertentangan dengan dunia medis. Salah satunya ialah membedong perut bayi dengan menggunakan gurita. Gurita bayi ini dipercaya bisa mencegah masuk angin, mengecilkan perut serta membuat tali pusar anak tidak bodong. Padahal, menggunakan gurita akan membahayakan kesehatan si anak. bayi yang sering di pakaikan gurita mungkin karena ibunya cemas melihat ukuran perut bayi yang besar. Padahal, besar atau kecilnya perut bayi dipengaruhi oleh ketebalan kulit serta lemak yang ada di bawah kulit.

Gurita Bayi Polos

Gurita Bayi Polos

Kulit bayi atau pun lemak masih tipis karena belum tumbuh secara sempurna sehingga belum bisa menahan gerak usus mendorong keluar. Inilah yang menyebabkan perut bayi berukuran besar dan terlihat seperti kembung. Pada dasarnya, ukuran perut bayi akan mengecil dengan sendirinya seiring dengan tumbuh kembang saat kulit dan lemaknya sudah menebal. Karena perut sudah bisa menahan daya dorong usus sehingga penampakan perutnya tidak lagi membesar kecuali jika bayi mengkonsumsi banyak makanan.

Perut bayi juga dapat terlihat kembung karena kebanyakan menelan udara. Ini bukan hal yang harus di cemaskan secara berlebihan. Perut kambuh bayi dapat dikarenakan bayi menangis terlalu lama atau cara minum susunya yang kurang tepat. Kolik juga dapat menyebabkan perut bayi menjadi membesar, tetapi tidak ada penelitian medis yang hingga sekarang ini bisa membuktikan bila menggunakan gurita bayi bisa mengecilkan perut untuk alasan di atas. Begitu pun dengan pusar bodong. Banyak orang tua yang cemas dengan kondisi pusar bayinya. Hal yang harus dipahami, pusar bodong bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan biasa dan tidak serius. Pusar bodong dikarenakan oleh otot cincin perut yang tidak menutup secara sempurna atau karena panjang putung tali memang panjang dan besar bukan karena tidak diberi gurita.

Pusar bodong nantinya akan menghilang dengan tumbuh kembang anak. biasanya ketika anak berusia 3 hingga 5 tahun. Penggunaan gurita untuk mengatasi tali pusar yang belum puput bukan menjadi perawatan yang pas. Hanya dengan membiarkan terlepas sendiri sebenarnya sangat membantu. Usahakan tali pusar tidak basah serta tidak terkena urine atau bahkan tinja bayi. bila tali pusar kotor, Anda bisa mencuci bersih dengan menggunakan aliran air serta air sabun dan keringkan menggunakan air bersih. Bukan bermanfaat untuk bayi, penggunaan gurita ini malah merugikan kesehatannya.

Gurita Bayi Motif

Gurita Bayi Motif (Ilustrasi)

Penggunaan gurita yang kencang akan membuat bayi merasa kepanasan bahkan berkeringat. Ini bisa menyebabkan keluhan kulit seperti gatal, ruam, biang keringat atau ruam kulit karena keringat yang berada di kulit tidak bisa menguap dengan baik karena terhalang kain gurita. Bukan hanya itu, penggunaan gurita yang terlalu kencang bisa menyebabkan pakaian makanan yang masuk dalam lambung mengalir ke kerongkongan, pada akhirnya bisa menyebabkan bayi muntah berulang. Resiko lain dari penggunaan gurita adalah bayi sulit bernapas. Apalagi jika lilitannya terlalu kencang. Cara membebat gurita terlalu ketat di perut bisa menganggu gerak pernafasannya.
Bayi pernapasan lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak dan orang dewasa. Tingkat pernapasan normal bayi biasanya 40 kali per menit, pernapasan ini dapat melambat hingga 30 kali per menit ketika bayi tidur. Pola bernapas bayi mungkin beda. Bayi bernapas dengan cepat selama beberapa kali dan beristirahat hingga beberapa detik, kemudian kembali bernapas. Nah, penggunaan dari gurita bayi sebenarnya bisa mengganggu sistem pernafasannya yang belum matang dan bisa berakibat sangat fatal.

Clip to Evernote

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge