Panduan Memilih Buku Anak Sesuai Usia

By | September 22, 2016

Di suatu kesempatan diskusi dengan salah seorang wali murid, kami sedikit membahas tahapan membaca anak. Ya, anaknya yang sudah dikursuskan membaca ketika TK, tidak kunjung juga menunjukkan ketertarikan pada buku. Padahal sejak dikursuskan, anak sudah mampu membaca kalimat menjelang masuk SD. Suatu ketika, sang orang tua berencana untuk membeli sepaket buku ensiklopedia teladan rasul, kemudian mencoba mengajak anak untuk membaca buku tersebut. Namun, anak belum tertarik membaca buku tersebut sendiri. Bahkan saat orang tua membacakan untuknya dan mendiskusikan isi buku bersamanya, anak belum bisa merespon diskusi sesuai konteks.

“Yah.. daripada saya beli mahal-mahal lalu tidak dibaca, mending ga usah Pak,” cerita sang Ibu menyimpulkan pengalaman membaca bersama anaknya.

Sekilas ada benarnya, daripada mubazir. Tapi ingat, kalau tidak dibangun dari sekarang, kapan lagi membangun kecintaan anak pada buku dan kegiatan membaca. Padahal menurut Christoper-Gordon dalam garis waktu perkembangan membaca, di usia 3 tahun anak sudah menunjukkan kecintaan pada salah satu atau beberapa buku dan menjadikannya sebagai buku favorit. Ini belum termasuk perkembangan mengomentari ilustrasi atau gambar pada buku. Semakin dibiarkan lama, semakin jauh tertinggal perkembangan kemampuan membacanya.

Kecintaan kepada buku dan aktivitas membaca tidak mulai dibangun pada usia TK, namun sudah jauh dimulai sejak bayi lahir ke dunia. Ini selaras dengan perkembangan membaca anak yang dimulai dari membaca lingkungannya sampai kemudian beralih membaca simbol atau tanda-tanda hingga akhirnya menemukan huruf, kata, dan kalimat. Oleh karena itu, orang tua harus tau betul jenis buku yang cocok atau sesuai dengan usia ataupun perkembangan buah hatinya. Panduan ini ditulis dari beberapa referensi dan pengalaman saya berinteraksi bersama anak maupun murid di Sekolah Al-Amanah Tangerang.

Usia Bayi dan Balita

Setelah lahir ke dunia, indera yang langsung berfungsi pada bayi adalah pendengaran. Sedangkan mata belum maksimal berfungsi sehingga melalui pendengaranlah bayi ‘membaca’ lingkungannya. Setelah indera penglihatannya mulai berfungsi, orang tua bisa memilih buku-buku bergambar dengan warna yang kontras. Pilihlah buku yang berisi gambar-gambar yang dekat dengan mereka seperti buku tentang manusia, pakaian, alat rumah tangga, rumah, atau hewan-hewan.

Cloth Book

Cloth Book seperti ini aman untuk eksplorasi anak karena tidak mudah sobek (image by etsy.com)

Buku dapat ditempatkan di dekat tempat tidur bayi dalam posisi berdiri atau di lantai. Berhubung bayi akan senang menjangkau dan seiring bertambahnya usia, perkembangannya juga mulai nampak, Cloth Book cocok dijadikan media eksplorasi bayi karena lebih aman untuk bayi dan tidak mudah rusak. Terlebih untuk bayi yang masih mengeksplorasi linkungan dengan mulut, buku jenis ini cukup aman.

Cardboard Book | Hard Book

Cardboard Book | Hard Book

Seiring bertambahnya usia, buku dengan bahan karton tebal yang tidak mudah sobek bisa dikenalkan kepada anak. Pilihlah buku jenis Cardboard Book untuk anak usia 0-2 tahun yang memiliki sedikit kata-kata atau kalimat sederhana. Buku dengan sedikit kata dan lebih fokus kepada gambar akan membangun visual anak dan membangun mereka untuk menciptakan cerita sendiri.

Perlu diperhatikan untuk usia ini, anak lebih senang mendengarkan irama yang baik dan sedikit kata. Dukungan kita sebagai orang tua atau guru adalah membacakan gambar secara singkat kemudian meneruskannya dengan menyanyikan lagu yang berhubungan dengan gambar yang kita bacakan. Menjelang usia 1 tahun, bayi sudah mulai kenal dan senang dengan cerita. Di usia 2 tahun dia akan senang dibacakan cerita. Kita bisa memilih buku dengan cerita yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari anak. Tak lupa lagu-lagu yang berkaitan dengan cerita dapat kita nyanyikan bersamanya.

Balita antara 2-3 tahun seperti Alaric, senang sekali buku-buku yang bercerita tentang kerja suatu benda seperti kenapa pesawat bisa terbang, kenapa excavator bisa mengeruk tanah, atau kenapa petugas pemadam kebakaran membunyikan sirine. Pilihlah buku-buku yang memiliki gambar sekaligus teks yang menceritakan tentang gambar.

Pra Sekolah

Anak-anak usia pra sekolah (anak playgroup hingga kelas B) senang dengan buku-buku yang berisi cerita kehidupan anak seusia mereka. Mereka senang dengan buku-buku yang sama sehingga di usia 3 tahun ini mulai tampak suka pada satu atau beberapa buku dan menjadikannya sebagai buku favorit. Tidak jauh berbeda dengan anak balita, buku untuk anak pra sekolah dipilih yang memiliki gambar sekaligus teks cerita narasi tentang gambar. Panjang kalimatnya pun masih terbatas antara 1 hingga 3 kalimat sederhana untuk setiap gambar.

Buku Fabel

Buku cerita hewan (fabel) dengan rima yang teratur atau lucu sangat menarik untuk anak usia pra sekolah (image by myfrugaladventures.com)

Selain buku tentang kegiatan sehari-hari, anak usia pra sekolah mulai menyukai buku cerita semacam dongeng, shirah (kisah nabi-nabi), fabel, atau kendaraan. Pilihlah buku-buku cerita yang happy ending. Baca buku bersama mereka dengan irama dan intonasi yang tepat. Ekspresi wajah orang tua pada saat membaca akan mempengaruhi persepsi dan imajinasi anak terhadap cerita. Namun perlu diingat, anak usia ini belum dapat menyaring informasi yang dia terima. Hindari buku-buku yang menceritakan gambar kegiatan negatif seperti menjahili teman, merusak mainan, atau kontak fisik karena akan mudah ditiru oleh anak.

Usia Sekolah Dasar

Menurut penelitian, di usia 4 tahun anak mulai membaca untuk belajar. Anak usia 6 tahun hingga 8 tahun ke atas (anak-anak yang siap dengan tahapan perkembangan konkrit operasional menurut Jean Piaget) terdorong dengan kesukaan kepada buku-buku sains atau lingkungan sekitarnya. Buku-buku non-fiksi dengan ilustrasi gambar yang menarik (kadang-kadang juga besar) juga sangat disenangi oleh anak-anak usia awal sekolah dasar ini. Mereka yang baru belajar membaca akan mulai dengan mengamati gambar.

Beberapa anak yang sudah dapat membaca secara mandiri akan membaca sekira 10-15 menit. Sedangkan untuk anak-anak yang masih didampingi dalam membaca, kita dapat memilih buku dengan cerita yang kuat atau cerita dengan alur maju (karena mereka belum bisa berpikir timbal-balik). Cerita yang dapat membangun karakter anak juga masih dibutuhkan oleh anak-anak usia ini.

Anak-anak kelas 4 SD sudah dapat kita ajak berpikir untuk menemukan buku yang ingin dia baca atau dia pilih. Buku-buku novel pendek atau buku cerita dengan judul bab dan sedikit ilustrasi gambar harusnya menarik untuk anak-anak usia ini. Mereka sudah dapat membaca secara mandiri untuk waktu hingga 30 menit. Pendampingan bermutu dari orang dewasa akan membuat anak memahami isi buku dan mampu menceritakan kembali kejadian dalam cerita secara berurutan.

Usia Remaja

Remaja yang perkembangan membacanya terbangun dengan baik akan dapat memilih bacaan yang menantang dari banyak jenis tulisan (fiksi maupun non fiksi). Mereka membaca untuk periode yang luas, lebih dari 30 menit. Mereka juga sudah dapat menggali banyak informasi dari buku-buku ensiklopedia dengan menggunakan daftar isi, glosarium, maupun index. Ketika menemukan kosakata baru mereka cenderung mencari tahunya dengan membaca kamus. Beberapa anak juga sudah menemukan jenis buku yang menjadi favoritnya.

Memilih buku yang tepat untuk anak akan membantu mereka mengembangkan kemampuan membaca. Orang tua perlu jeli untuk menyimpulkan ada di tahapan mana kemampuan membaca anaknya. Pemahaman terhadap kemampuan membaca mempermudah orang tua dalam memilih buku yang tepat.

Selamat membaca bersama anak….

 

* dari berbagai sumber :
readingrockets.org
ucanr.edu
scholastic.com
Reading Development by Christoper-Gordon Publisher

Clip to Evernote

4 thoughts on “Panduan Memilih Buku Anak Sesuai Usia

  1. Indri

    Saya sangat setuju dengan artikel ini. Alhamdulillah saya ikut penggiat ibu2 cinta baca untuk anak. Anak sy juga sudah mulai senang pura2 membaca.
    Yang membuatnya suka buku adalah seringnya saya membacakan dan mendongengkan isi buku untuknya.

    Reply
  2. ivonie

    Aiman sejak dlm kandungan udh saya belikan buku mas. Dan sekarang ini lg suka baca buku yg bernuansa hewan gitu

    Reply
  3. Dedew

    setujuu harus ilih-pilih buku sesuai usia anak jadi ngga ada lagi yang namanya buku sobek-sobek dimainkan anak ya bang 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge