10 Kegiatan Bermain yang Membangun Motorik Halus Anak

By | September 15, 2016

Sudah baca perkembangan motorik halus balita usia 2-3 tahun? Kalau belum, baca gih. Tentu banyak yang bertanya-tanya, bagaimana membangun perkembangan fine motor anak tanpa drilling ataupun paksaan.

Sebagaimana kita tahu, anak usia dini belajar melalui bermain. Pun begitu toddler usia 2 hingga 3 tahun. Sehingga program-program bermutu untuk membangun perkembangannya di semua aspek harus dilakukan melalui bermain. Tidak asal main. Namun main yang harus jadi belajar. Oleh karena itu, stimulus atau pijakan yang membangun selama bermain harus diberikan oleh orang tua atau orang dewasa yang mendampingi anak bermain.

Kegiatan Bermain yang Mengembangkan Motorik Halus

Ide-ide kegiatan yang membangun motorik halus di bawah ini dapat dilakukan bersama anak di rumah maupun di sekolah :

1. Bermain dengan mainan bongkar pasang

Bermain Lego (Image by ebayimg.com)

Bermain Lego (Image by ebayimg.com)

Lego adalah mainan yang pas untuk dibongkar dan pasang oleh anak. Membongkar dan memasangkan lego kembali membutuhkan koordinasi mata dan tangan. Kegiatan ini juga membangun kemampuan representasi anak terhadap pengetahuan yang dimiliki. Pijakan yang tepat dari orang tua tidak hanya akan membangun motorik halus anak, namun juga membangun aspek perkembangan lain seperti kognisi (membuat pola-pola warna pada lego) dan juga aspek bahasa (menamai bangunan yang dibentuk).

2. Bermain Sorting Box

Playing Sorting Box (Image by terapeak.com)

Playing Sorting Box (Image by terapeak.com)

Ketika Alaric berusia menjelang 1 tahun, kami belikan ia mobil-mobilan yang dilengkapi dengan sorting box. Tidak mahal, tak sampai 50 ribu rupiah. Mainan jenis ini selain membangun fine motor anak juga membangun aspek perkembangan kognisi khususnya kemampuan klasifikasi yang sangat berguna untuk mendukung kemampuan matematikanya di sekolah dasar nanti.

3. Bermain Balok

Image by Letthecildrenplay.com

Image by Letthecildrenplay.com

Di sekolah yang menerapkan sistem Sentra, bermain balok disediakan di satu sentra khusus yang dinamakan Sentra Balok. Disini anak mengembangkan kemampuan representasinya dengan membuat macam-macam bangunan menggunakan balok. Kegiatan bermain balok ini sangat membutuhkan kemampuan motorik halus dan juga kasar. Selain itu pijakan dari orang tua atau guru tentang ukuran dan bentuk akan membangun aspek perkembangan kognitif anak. Namun orang tua harus jeli agar tahu kapan anaknya siap diberikan mainan balok. Anak diberikan mainan balok jika dia sudah melewati tahap sensorimotor. Salah satu indikatornya adalah dia tidak lagi melempar balok, tapi menggunakannya untuk membangun.

4. Berikan Kesempatan untuk Bermain Pasir, Air, dan Cat

Bermain di bak pasir sangat disukai anak-anak (image by livestrong.com)

Bermain di bak pasir sangat disukai anak-anak (image by livestrong.com)

Sekolah yang bermutu, pasti menyediakan bak pasir untuk anak usia dini. Kegiatan bermain pasir seperti menuang, menggali, mencetak, atau membangun, menggunakan jari-jari dan tangan dan koordinasinya dengan mata.

5. Kenalkan Krayon atau Spidol untuk Membangun Kemampuan Mengekspresikan Diri di Atas Kertas

Spidol dan Krayon dibutuhkan untuk Mereka Mengekspresikan Diri

Spidol dan Krayon dibutuhkan untuk Mereka Mengekspresikan Diri

Saat memegang krayon atau spidol, kita bisa melihat sejauh mana perkembangan motorik halus anak. Ada anak yang masih menggenggam, ada pula anak yang sudah menggunakan ketiga jarinya (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) saat memegang krayon atau spidol. Eksplorasi yang banyak dengan spidol atau krayon akan membangun kekuatan dan koordinasi jari-jarinya.

6. Beri Kesempatan Menggunakan Gunting yang Aman

Gunting yang ujungnya tidak tajam, cukup aman untuk Balita

Gunting yang ujungnya tidak tajam, cukup aman untuk Balita

 Karena gunting merupakan benda tajam, orang tua perlu menyediakan gunting yang aman bagi anak, khususnya anak usia dini. Namun sebelum masuk ke tahap menggunting, anak harus melewati tahap pra menggunting seperti meremas, merobek dengan semua tangan, merobek dengan separuh tangan, atau merobek dengan dua jari.

7. Bermain Playdough

image by : wonderopolis.org

image by : wonderopolis.org

Bermain playdough sangat mengasyikkan buat anak. Anak-anak yang cenderung menyukai benda berwarna-warni akan tertarik dengan adonan beraneka warna. Selain membangun fine motor, kegiatan bermain playdough juga membangun kemampuan konstruksi anak. Anak dapat membuat aneka macam bentuk sesuai dengan tema pembelajaran. Untuk anak yang usia perkembangannya masih rendah, kita bisa sediakan macam-macam cetakan. 

8. Menuang dan Mengisi Air

pouring water

image by : busytoddler.com

Tuang dan isi air sangat digemari anak-anak yang berada pada tahapan sensorimotor (usia 0-2 tahun). Beberapa anak usia toddler juga mungkin akan menyukai kegiatan menuang dan mencampur macam-macam air berwarna ini. Anak juga dapat menemukan warna-warna baru dan membandingkan kepekatan warna yang ditemukannya melalui proses pencampuran. Jadi selain motorik halus anak, kegiatan ini juga membangun perkembangan kognisi dan estetik.

9. Berpakaian

getting dress

image by : parenting.com

Berpakaian memang bukan kegiatan main. Namun memakai pakaian dapat disisipkan dalam kegiatan main peran. Memasukkan kancing ke dalam lubang membutuhkan koordinasi jari-jemari tangan dan mata dengan baik.

10. Makan Sendiri

toddler eating

Image by : loveshildorganics.com

Jangan biarkan anak-anak terus disuapi hingga sampai di usia TK. Menyuapi anak makan selain akan merepotkan orang tua di kemudian hari, juga tidak membangun fisik anak. Seharusnya anak sudah mulai terbiasa makan sendiri sejak usia 1 tahun atau ketika dia sudah siap memegang sendok dengan tangannya meskipun dengan cara menggenggam.

Nah… itulah 10 kegiatan yang membangun perkembangan fisik anak, khususnya pada aspek fine motor. Kegiatan-kegiatan di atas akan menjadi semakin kaya ketika orang dewasa memberikan pendampingan yang bermutu dengan cara mengalirkan banyak materi yang dibutuhkan anak ketika mereka bermain.

Selamat bermain bersama anak…. bermain yang jadi belajar.

Clip to Evernote

6 thoughts on “10 Kegiatan Bermain yang Membangun Motorik Halus Anak

  1. Keke Naima

    ini yang suka anak-anak saya lakukan ketika mereka kecil. Memang melatihnya dengan cara bermain. Jadi anak-anak senang 🙂

    Reply
  2. Hasil Observasi

    Ini nih! Permainan-permainan yang ndak hanya mengasah motorik tapi juga mengasah otak kiri dan kanan secara seimbang. Mantap, bangsaid. (y)

    Jadi referensi banget.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge