Beli Stabilizer, Pilih Standar Jepang atau China?

By | January 23, 2016

Ruang pusat belajar guru di sekolah kami harus dipindah. Ruang tempat dimana guru sering berkumpul ini mau tak mau harus diungsikan ke ruang kantor yang terletak persis di sebelahnya. Penyebabnya, ketersediaan ruang belajar di sekolah sudah mendesak. Selama ini Sentra Sains kelas 3 dan 4 terpaksa harus menumpang di kantor unit SMP. Nah, ruang pusat belajar guru lah yang akhirnya harus direlakan sebagai tempat bagi Sentra Sains dan Sentra Seni.

Menempati ruangan yang baru yang lebih sempit, tentu membutuhkan kenyamanan lebih untuk guru-guru belajar. Oleh karena itu bargaining saya dengan yayasan, ruang kantor yang kemudian berganti menjadi pusat belajar guru ini harus difungsikan kembali AC nya. Nah, masalahnya menurut pengakuan Pak Ketua Yayasan, AC di ruangan tersebut memang tidak bisa dipakai akibat tegangan listrik di sekolah yang ternyata tak sampai pada tegangan normal 220 volt. Saran beliau, saya harus membeli stabilizer agar tegangan listrik normal dan AC pun bisa dipakai dengan baik.

Toyosaki 1000N seperti yang saya beli

Toyosaki 1000N seperti yang saya beli

Memilih stabilizer yang tepat ini susah-susah gampang sebenarnya. Termasuk untuk saya yang pemula ini. Patokannya sih merek Matsunaga yang sudah terkenal. Hanya kapasitasnya yang perlu disesuaikan dengan daya yang dibutuhkan oleh AC. Jikalau daya listrik yang dibutuhkan oleh sebuah peralatan listrik adalah 800 Watt, maka Stabilizer yang dibutuhkan harus di atasnya. Syukur-syukur bisa dua kali lipat atau minimal 1500 VA (Volt Ampere adalah satuan daya di stabilizer).

Muter-muter toko listrik di dekat sekolah, akhirnya hanya mendapatkan Stabilizer merek Toyosaki yang menurut engkoh yang menjual tak kalah kualitasnya dengan Matsunaga. Stabilizer yang dibeli itu berkapasitas 1000 VA dengan jenis SVC 1000N dan segera dipasang di dekat AC. Karena memang AC di ruangan sudah model yang lama, akhirnya harus diganti juga (meskipun menurut hemat saya masih bisa dikasih freon agar dingin). AC baru pun disandingkan dengan stabilizer baru.

Beberapa jam sejak dipasang, masalah pun terjadi pada stabilizer. Beberapa kali terdengar seperti bunyi letupan yang membuat saya kaget dan sedikit panik sehingga harus menurunkan sekering di KWH meter. Selidik punya selidik, stabilizer yang saya beli itu tidak terlalu cocok dengan daya AC sebesar 800 Watt. Lagi pula menurut pak Ketua Yayasan, saya harus jeli membeli stabilizer. Meskipun mereknya sama-sama Matsunaga, ada yang dibuat dengan standar China, ada pula yang dibuat dengan standar Jepang. Wah… ini pengetahuan baru buat saya.

Pilih Stabilizer Matsunaga China atau Jepang?

Rupanya benar. Setelah browsing sana-sini saya menemukan banyak artikel dan diskusi tentang produk Matsunaga China maupun Jepang. Dari beberapa diskusi di forum yang saya jelajahi, harga stabilizer Matsunaga standar China yang dibuat di Indonesia memang jauh lebih murah dibandingkan dengan standar Jepang. Jika stabilizer Matsunaga China untuk kapasitas 1000 VA tersebut dijual dengan harga mendekati Rp 400.000, untuk yang standar Jepang bisa 4 kali lipatnya. Mahalnya harga ini disebabkan karena Matsunaga standar Jepang dibuat dan dirakit di Jepang langsung.

Ini contoh Stbilizer standar Jepang

Soal kualitas, tentu harga tak pernah bohong. Buktinya Stabilizer yang saya beli tersebut berstandar China baru dipakai beberapa jam, sudah menunjukkan masalah.

Tips Membeli Stabilizer Matsunaga

Berhubung di pasaran jenis stabilizer Matsunaga terdiri dari dua macam, kita harus jeli dalam memilihnya. Keduanya asli, hanya tempat membuatnya yang berbeda. Meskipun demikian, jangan sampai kita membeli stabilizer palsu. Berikut tips membeli stabilizer dari saya :

  1. Belilah stabilizer di toko resmi atau toko yang memang sudah berpengalaman dengan alat-alat listrik. Akan lebih baik kalau bisa diajak berkonsultasi untuk memilihkan kita mau yang standar Jepang atau China.
  2. Tidak masalah juga membeli stabilizer second jikalau kita memang tahu siapa penjualnya dan tahu kualitasnya meski bekas. Tentu dengan membeli second ini akan menghemat biaya.
  3. Gunakan satu stabilizer untuk satu jenis alat elektronik. Ini akan membuat efektifitas listrik yang digunakan juga baik.
  4. Jangan lupa meminta garansi atas barang yang kita beli. Toh itu hak kita.

Oya secara tampilan luar juga mudah membedakan mana stabilizer Matsunaga standar jepang dan mana yang China punya. Lihat saja huruf akhir dari daya dan jenis stabilizer. Contohnya SVC 1000N dan Matsunaga 1000F. Akhir N menunjukkan stabilizer tersebut adalah standar China, sedangkan akhiran F menunjukkan  bahwa stabilizer tersebut adalah standar Jepang.

Selamat memilih…. semoga cocok ya 😉

Clip to Evernote

7 thoughts on “Beli Stabilizer, Pilih Standar Jepang atau China?

  1. priyo harjiyono

    Sekolahku juga pake stavolt mas, di lab ada 15 unit yg 1000va, 1 unit yang 5000va, klo merk pilihanku matsunaga/kasugawa, di sekolah pake matsunaga semua. Klo patokanku sendiri stavolt itu pilih yang basicnya servo, bukan trafo, soalnya klo nanti tegangan naik turun, servonya yg nanti menyesuaikan output biar tetep aman.
    Klo soal harga, ya tetep prinsipnya harga tidak menipu kualitas
    priyo harjiyono recently posted…Menelusuri Pusat Penelitian Pertanian IndonesiaMy Profile

    Reply
    1. bangsaid Post author

      UPS sejenis batre kan ya? Apa bisa menstabilkan voltage listrik?

      Reply
  2. Hanif Mahaldi

    Saya malah dari dulu gagal paham sama stabilizer ini mas. Soalnya bapak lulusan SMK Mesin, di rumah gak ada pasang beginian, ada sih untuk PC tapi itu akhirnya dicabut juga. Padahal di rumah sering mati lampu. Hm… ntahlah. Haha. 😀
    Hanif Mahaldi recently posted…Buku Ke 3 Karyaku Telah TerbitMy Profile

    Reply
  3. Arif

    Ok trims infonya mas, soalnya saya beli Matsunaga svc-500n dipakai 1 kali untuk kulkas coca-cola langsung putus sekring

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge