Mungkinkah Guru Diganti dengan Robot?

By | November 25, 2015

Sudah dua hari ini beberapa ruas jalan di komplek industri diblokir oleh buruh. Kemarin bahkan lebih parah karena membuat akses ke sekolah saya yang melintasi komplek industri Jatake juga ditutup. Akhirnya catering sekolah harus memutar ke jalan lain. Sedangkan anak-anak sudah menunggu makan siangnya.

Demonstrasi pun berlanjut lagi hari ini. Tuntutan buruh sih kalau tak salah adalah penghapusan perundang-undangan lama dan mengganti upah minimum buruh hingga di atas angka 3 juta. Saya kurang paham tepatnya, tapi intinya ya kenaikan upah lah. Karena sama-sama masih berstatus karyawan, siapa sih yang ngga mau gajinya setiap bulan naik? Begitupun para buruh.

Tapi tentu ada dampak lain yang akan dirasakan para buruh, jikalau perusahaan ‘terpaksa’ harus menaikkan upah buruh ke atas angka 3 juta rupiah. Seperti yang dirilis detikcom, perusahaan alat-alat dapur yang terkenal dengan mottonya Cinta Produk Indonesia malah memilih memensiunkan dini 1800 karyawannya ketimbang menaikkan upah buruh menjadi lebih dari 3 juta rupiah. Pengusaha mungkin bisa jadi memilih teknologi otomatisasi yang sedikit sekali membutuhkan pekerja manusia. Ahh… saya tak bisa membayangkan dampak berikutnya.

Apakah Guru Bisa Diganti dengan Mesin?

Bukan Tidak Mungkin yang Mengajar Anak-anak nantinya justru Robot kalau Guru tak mau Berubah

Bukan Tidak Mungkin yang Mengajar Anak-anak nantinya justru Robot kalau Guru tak mau Berubah

Tentang guru, apakah hal seperti di atas (penggantian buruh dengan mesin/ robot) berlaku dalam pendidikan? Apakah seorang guru bisa digantikan oleh mesin? Kebanyakan dari kita menganggap mustahil mengingat guru bukan seperti buruh yang berhadapan dengan mesin. Guru berhadapan dengan kreasi Tuhan yang luar biasa, yakni seorang anak manusia. Jadi rasanya tidak mungkin jika guru dapat digantikan oleh sebuah robot seperti robot asimo, atau robot-robot lainnya yang sedang dikembangkan.

Namun faktanya, di era serba digital sekarang benih-benih ke arah sana sudah mulai terlihat. Mudahnya informasi didapat oleh anak bahkan hanya dengan sekali klik menjadi bukti bahwa anak bisa mendapatkan pengetahuan dari mesin (baca: komputer). Dengan smartphone mereka, gampang bagi anak untuk memperoleh fakta-fakta yang ingin mereka pelajari tanpa harus bertanya kepada guru yang mungkin bisa jadi belum tentu dapat menjawab setiap pertanyaan mereka.

Nah, guru-guru yang setiap harinya hanya menyuapi informasi faktual kepada anak-anak lama kelamaan akan “kalah” bersaing dengan mesin. Bahkan peran mereka bisa jadi digantikan dengan google karena anak bisa tahu lebih banyak dari mesin pencari ketimbang gurunya jika hanya ingin menemukan fakta-fakta atau informasi yang sudah ada. Jika proses pembelajaran hanya sampai pada transfer informasi saja, rasanya peran guru mudah sekali digantikan dengan mesin.

Guru, Ayo Berubah!

Momen Hari Guru ini, saya mengajak teman-teman guru untuk melakukan refleksi. Apakah peran saya sebagai guru tak akan pernah tergantikan? Ataukah saya tak lebih pandai dari mesin pencari yang mampu memberikan banyak informasi untuk anak?

Guru yang tak tergantikan itu adalah guru yang tak hanya datang mengajar dengan menyajikan fakta-fakta dari buku, ensiklopedi, dan sebagainya. Namun guru yang tak tergantikan itu adalah guru yang mampu menaikkan kemampuan berpikir anak. Guru-guru ini memberikan pengajaran yang membantu anak tidak hanya tahu, namun dapat menganalisa berbagai informasi untuk menemukan hal-hal baru atau menciptakan produk (hasil karya) baru yang barguna bagi hidup mereka di masa mendatang. Guru-guru ini tak tergantikan sepanjang hidupnya.

Selamat Hari Guru, semoga kita menjadi guru yang tak tergantikan itu….

Clip to Evernote

3 thoughts on “Mungkinkah Guru Diganti dengan Robot?

  1. Heni

    Di era perkembangan teknologi ini memang sudah menjadi hal yang wajib agar guru dapat memberikan performence yang tidak kalah dengan kemajuan teknologi. Guru harus bisa memberikan variasi pembelajaran dan juga inovatif baru agar dapat terus menjadi sosok yang membawa kami hingga detik ini.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge