Menjadi Moderator Seminar

By | March 4, 2013

Pertengahan Januari lalu, saya diminta kepala sekolah untuk menjadi moderator seminar parenating yang diselenggarakan sekolah kami. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan 2-3 kali setiap tahunnya dan wajib diikuti oleh seluruh orang tua siswa. Adapun tema yang diangkat pada seminar tersebut adalah “Mendidik Anak di Era Banjir Arus Informasi” yang disampaikan oleh praktisi pendidikan dari Kalimantan Timur yang juga aktif mengisi seminar – seminar motivasi di dalam dan luar negeri.

Moderator Seminar

Moderator Seminar

Tentang moderator, sebenarnya sudah lama sekali yang tidak menjadi moderator seminar. Terakhir ketika kuliah dulu. Saya lebih banyak berkecimpung sebagai Pembawa Acara (MC) dibandingkan memoderasi seminar. Jadi saya agak sedikit deg-degan menjelang hari dan langsung hunting bacaan – bacaan yang berhubungan dengan Public Speaking di perpustakaan sekolah.

Sebenarnya kesempatan jadi moderator seminar terbuka 2 tahun lalu ketika Primagama menyelenggarakan kegiatan yang hampir serupa di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gading Serpong. Sayang saya tolak karena berbenturan dengan jadwal kuliah.

Saya belajar banyak sebagai moderator ketika seminar di sekolah ini. Ada beberapa hal yang sekiranya perlu saya bagi kepada teman – teman tentang persiapan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi moderator seminar.

1. Kuasai Topik

Penting sekali mendapatkan bahan yang akan diseminarkan dari pembicara. Usahakan kita membaca dan memahami informasi dari slide atau makalah yang akan disampaikan. Jika memungkinkan cari informasi lain dari buku atau internet yang dapat mendukung materi seminar.

2. Pahami Audiense

Mengetahui latar belakang audiense yang akan hadir juga penting agar kita dapat memilih diksi (penggunaan bahasa) yang pas. Jangan sampai kita berbahasa terlalu tinggi sementara yang hadir adalah masyarakat menengah kebawah yang secara tingkat pendidikan pun tidak tinggi. Begitu juga sebaliknya.

3. Kenalan dengan Pembicara

Jauh sebelum acara berlangsung ada baiknya kita mengakrabkan diri dengan pembicara, baik melalui email, telepon, sms, atau jika memungkinkan bertatap muka langsung. Dengan mengakrabkan diri sebelum acara kita menghilangkan kecanggungan ketika berinteraksi dalam seminar. Selain itu, kita dapat mengetahui bagaimana menyiapkan pertanyaan yang baik kepada pembicara.

Membaca Curriculum Vitae pembicara juga sangat penting. Jika belum jelas jangan sungkan untuk bertanya (Tentunya sebelum hari-H). Pengalaman saya, saya lupa mengenalkan tentang keluarga pembicara lebih dalam. Padahal temanya tentang keluarga 😀

4. Pelajari Rundown Acara

Sebagai moderator kita perlu tahu durasi acara agar tidak ‘kebablasan’. Kita harus tahu berapa lama waktu yang disediakan bagi masing – masing narasumber, berapa lama waktu yang disediakan untuk bertanya jawab, kapan waktu beristirahat, bahkan kapan perlu serius atau santai.

Siapkan Notes kecil untuk mengingatkan pembicara mengenai waktu yang tersedia bagi mereka menyampaikan presentasi. Kita juga perlu membaca jam tangan atau timer agar acara berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan.

5. Kenakan Kostum yang Sesuai

Memilih kostum yang sesuai juga penting. Apakah kita harus mengenakan kemeja formil, jas, baju koko, atau mungkin batik. Lebih baik konsultasi kepada panitia. Jangan sampe ‘SalTum’ ya 😀

6. Datang Lebih Awal

Dengan datang ke lokasi seminar lebih awal kita dapat mempelajari set ruangan, letak ruang transit pembicara, letak toilet, kesiapan slide materi, bahkan cek Sound System. Kita juga dapat berinteraksi dengan pembicara agar lebih cair sehingga nanti ketika berbicara dengan pembicara tidak kaku lagi.

Sekian tips singkat dari saya. Semoga membantu teman – teman yang mendadak atau mungkin diminta menjadi moderator seminar di tempat kerjanya. Buat teman – teman yang biasa jadi moderator boleh deh ditambahkan tips lainnya.

Clip to Evernote

9 thoughts on “Menjadi Moderator Seminar

  1. bangsaid

    gapapa… sapa tau nanti langsung diminta jadi moderator skala nasional 😀

    Reply
  2. bangsaid

    Sangat om… deg-degan 😀
    Saya ngajar di sekolah al-amanah Tangerang di daerah Cikupa

    Reply
  3. Zippy

    Untuk yang formal2 banget saya sih belum pernah mas.
    Tapi kalo seminar yang sifatnya lebih santai, pernah sih.
    Intinya percaya diri dan menguasai materi itu.
    Eh tapi semuanya bener ding 😀

    Reply
  4. bangsaid

    Sapa tau lain waktu berkesempatan di seminar yg formal 😉

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge