Bagasi Sriwijaya Air Tidak Aman

By | August 15, 2012

Mudiknya sudah dari Minggu petang sebenarnya. Hanya saja baru update blog sekarang :-) Saking sibuknya keliling beberapa hari melihat berbagai perubahan – perubahan yang tampak di kampung halaman. Belum ke pantai sebenarnya, masih menikmati wisata kuliner saja.

Tapi kali ini mau berbagi pengalaman mudik yang kurang menyenangkan. Sejak awal di bandara sudah didera hal yang tidak diinginkan. Pesawat Sriwijaya SJ076 yang kami tumpangi menglami keterlambatan lebih dari 30 menit dari jadwal yang tertera di tiket maupun boerding pass. Harusnya kami berangkat pukul 16.10m tapi hinggal 16.20 tak tampak tanda – tanda kami harus menninggalkan raung tunggu.

Baru kemudian menjelang setengah 5, petugas di ruang tunggu mengumumkan keterlambatan yang terjadi dan menyediakan kompensasi (Snack) sesuai prosedur penerbangan jika terlambat antara 30-60 menit, maskapai wajib menyediakan makanan ringan bagi penumpang.

Bergesernya jadwal berangkat secara otomatis menggeser jadwal tiba. Jadi mau tidak mau saya harus menghubungi adik di rumah yang akan menjemput kami.

Jam menunjukkan pukul 16.50 saat  kami duduk di pesawat. Akhirnya perjalanan menuju kampung halaman dimulai. Saya mematikan handphone, tab, dan mengingatkan isteri (Pengalaman pertamanya naik pesawat) untuk mematikan handphonenya juga. Karena handhpone ada di tas di dalam kabin, saya pun harus membongkar ulang susunan barang bawaan di kabin.

Seperti biasa (pulang mudik tahun – tahun sebelumnya) ada saja yang bandel tidak mematikan handphonenya. Seorang bapak yang berada di seberang kami duduk dekat jendela, sibuk dengan Blackberry nya memfoto pemandangan di udara. Okelah, mungkin bapak ini mengaktifkan modus terbang (Flight Mode), tapi tetap saja kalau terbang dengan maskapai luar tidak akan menemukan hal seperti ini. Saya sampai menggerutu “Dasar Kampungan”.

Hal serupa terjadi ketika pesawat landing. Belum juga pesawat berhenti dengan benar, para penumpang sudah sibuk menyalakan telepon genggamnya bahkan ada yang sudah berdiri mengambil tas di kabin. Sungguh miris, meski sebelum pesawat turun sudah ada peringatan dari awak pesawat agar penumpang tetap tenang hingga pesawat benar – benar berhenti.

Meminjam bahasa teman saya di Facebook, inilah potret kepatuhan warga negara yang produktivitas pembuatan aturannya cukup tinggi dibanding dengan negara lain yang tidak sibuk membuat aturan, tapi bagaimana menaatinya dengan disiplin. Ah, kapan negara kita mau maju ya? :-D

Oke sampai di rumah terjadi pula hal yang menyebalkan. Tas adik saya yang masuk ke Bagasi dibongkar. Kami tahu setelah adik saya membongkar tasnya dan menemukan modem internet yang masih di segel dalam kardusnya sudah tidak ada. Begitu juga dengan dompetnya yang sudah terbuka dengan kartu ATM tidak beraturan lagi. Memang tidak ada uang yang dimasukkan disana. Tapi adik saya menaruh barang – barangnya di dalam baju – baju yang terlipad. Saya heran, apa petugas di X-Ray bekerja sama dengan petugas di counter Check Inm ya?

dus modemnya dibongkar

dus modemnya dibongkar

Saya juga lupa mengingatkan adik untuk tidak menaruh barang berharga ke dalam tas yang akan dimasukkan ke bagasi. Pengalaman adik saya dengan Lion Air,  tas nyasar ke Tanjung Pinang tahun lalu masih teringat. Tahun ini Maskapai Sriwijaya Air ternyata tidak juga aman.

Biarlah ini menjadi pengalaman untuk saya, dan teman – teman. Naik maskapai Indonesia meski hanya membawa ransel di bagasi tetap harus digembok. Tidak ada yang bisa memastikan barang di bagasi aman. Bahkan barang yang sudah mendapat label Fragile (Barang pecah belah) karena tempo hari gitar teman saya pernah mengalami kerusakan parah.

Selamat mudik bagi kawan – kawan yang baru akan mudik. Semoga selamat sampai tujuan. Tetap waspada, kejahatan ada bukan karena pelakuknya berkeliaran dimana – mana, tapi karena ada kesempatan. Waspadalah!! Waspadalah!! *gaya bang napi

Clip to Evernote

15 thoughts on “Bagasi Sriwijaya Air Tidak Aman

  1. Zippy

    Nggak di laporin aja mas?
    Parah ya, bulan Ramadhan gini masih aja ada yang suka nyolong, apalagi yang melakukannya pihak bandara, beuh…parah banget :D
    Laporin ke YLKI :D

    Reply
  2. arif

    astaga sampe dibongkar, memang klo utk maskapai tertentu wajib ekstra hati2, barang2 penting sebaiknya tak ditaruh di bagasi

    Reply
  3. abdul malik

    Saya bbrp kali naik pesawat sriwijaya, bai-baik az tuh semuanya lancar, kebetulan sampean apes krn adanya oknum yg mengganggu! ksian jg sriwijaya yg jadi korban juga tentunya! secara umum selalu baik tuh saya besam keluarga!

    Reply
  4. bangsaid

    Saya juga sering, gatau aja kemaren kebeneran naroh barang di dalem tas yg ga dikunci

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge